Friday, 13 March 2026
above article banner area

Polutan yang berasal dari kendaraan bermotor

Hak cipta Indah Fitriani desainwebsite.net

Polutan partikulat yang berasal dari kendaraan bermotor umumnya merupakan

fasa padat yang terdispersi dalam udara dan membentuk asap. Fasa padatan tersebut berasal dari pembakaran tak sempurna bahan bakar minyak yang berkomposisikan

senyawa organik hidrokarbon. Selain itu partikulat juga mengandung timbal yang

merupakan bahan aditif untuk meningkatkan kinerja pembakaran bahan bakar pada mesin kendaraan. Partikel asap mempunyai diameter berkisar 0.5 – 1 mm.

Asap dapat mengurangi jarak pandang karena partikel padatan di dalamnya

memencarkan atau menyerap sinar. Intensitas pengurangan jarak pandang ini

tergantung kepada ukuran dan bentuk dari partikulat. Menurunnya jarak pandang

berdampak negatif terhadap sistem transportasi khususnya pesawat terbang dengan memperlambat operasi bandara udara karena kebutuhan untuk menambah jarak antar pesawat guna menghindari kecelakaan.

Asap juga menyebabkan kotornya pakaian dan bahan tekstil, korosi pada

bahan bangunan dari logam (khususnya pada kelembaban 75%) serta merusak cat

bangunan. Partikulat memencarkan dan memantulkan sinar matahari sehingga

mengurangi intensitas sinar yang jatuh ke permukaan bumi. Hal ini dapat

memperlama periode hujan dan salju. Selain itu asap juga dapat merusak kesehatan mahluk hidup. Partikulat yang menempel pada permukaan daun dapat merusak jaringan daun jika terserap ke dalamnya. Selain itu partikulat akan menutup stomata sehingga mengurangi kemampuan tumbuhan untuk berfotosintesis dan mengganggu pertumbuhannya.

Hewan yang memakan tumbuhan yang terlapisi oleh partikukat dapat mengalami

gangguan pencernaan bahkan kematian karena keracunan zat-zat berbahaya yang

terdapat pada partikulat tersebut. Efek partikulat pada kesehatan manusia menjadi

berbahaya dikarenakan ukuran partikulat yang sangat kecil dapat menembus system pernapasan sampai ke bagian paru-paru bagian dalam. Terlebih lagi partikulat dapat mengikat polutan lain yang terdapat di dalam udara (SOx, NOx, dll) sehingga tertinggal dalam tubuh untuk waktu yang lebih lama. Penelitian intensif telah dilakukan terhadap efek timbal pada manusia karena kerusakan jaringan tubuh yang ditimbulkan lebih hebat, terutama pada sis tem pembentukan darah, sistem saraf dan sistem ekskresi. Termasuk juga sistem reproduksi, fungsi hati, jantung serta enzim dalam tubuh.

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *