Hak cipta Indah Fitriani desainwebsite.net
Polutan partikulat yang berasal dari kendaraan bermotor umumnya merupakan
fasa padat yang terdispersi dalam udara dan membentuk asap. Fasa padatan tersebut berasal dari pembakaran tak sempurna bahan bakar minyak yang berkomposisikan
senyawa organik hidrokarbon. Selain itu partikulat juga mengandung timbal yang
merupakan bahan aditif untuk meningkatkan kinerja pembakaran bahan bakar pada mesin kendaraan. Partikel asap mempunyai diameter berkisar 0.5 – 1 mm.
Asap dapat mengurangi jarak pandang karena partikel padatan di dalamnya
memencarkan atau menyerap sinar. Intensitas pengurangan jarak pandang ini
tergantung kepada ukuran dan bentuk dari partikulat. Menurunnya jarak pandang
berdampak negatif terhadap sistem transportasi khususnya pesawat terbang dengan memperlambat operasi bandara udara karena kebutuhan untuk menambah jarak antar pesawat guna menghindari kecelakaan.
Asap juga menyebabkan kotornya pakaian dan bahan tekstil, korosi pada
bahan bangunan dari logam (khususnya pada kelembaban 75%) serta merusak cat
bangunan. Partikulat memencarkan dan memantulkan sinar matahari sehingga
mengurangi intensitas sinar yang jatuh ke permukaan bumi. Hal ini dapat
memperlama periode hujan dan salju. Selain itu asap juga dapat merusak kesehatan mahluk hidup. Partikulat yang menempel pada permukaan daun dapat merusak jaringan daun jika terserap ke dalamnya. Selain itu partikulat akan menutup stomata sehingga mengurangi kemampuan tumbuhan untuk berfotosintesis dan mengganggu pertumbuhannya.
Hewan yang memakan tumbuhan yang terlapisi oleh partikukat dapat mengalami
gangguan pencernaan bahkan kematian karena keracunan zat-zat berbahaya yang
terdapat pada partikulat tersebut. Efek partikulat pada kesehatan manusia menjadi
berbahaya dikarenakan ukuran partikulat yang sangat kecil dapat menembus system pernapasan sampai ke bagian paru-paru bagian dalam. Terlebih lagi partikulat dapat mengikat polutan lain yang terdapat di dalam udara (SOx, NOx, dll) sehingga tertinggal dalam tubuh untuk waktu yang lebih lama. Penelitian intensif telah dilakukan terhadap efek timbal pada manusia karena kerusakan jaringan tubuh yang ditimbulkan lebih hebat, terutama pada sis tem pembentukan darah, sistem saraf dan sistem ekskresi. Termasuk juga sistem reproduksi, fungsi hati, jantung serta enzim dalam tubuh.
Arabiyatuna Arabiyatuna
