Friday, 21 August 2026

Tag Archives: barang

Pelayanan Publik

Pelayanan publik dapat diartikan sebagai pemberian layanan (melayani) keperluan orang atau masyarakat yang mempunyai kepentingan pada organisasi itu sesuai dengan aturan pokok dan tata cara yang telah ditetapkan. Sebagaimana telah dikemukakan terdahulu bahwa pemerintahan pada hakekatnya adalah pelayanan kepada masyarakat. Ia tidaklah diadakan untuk melayani dirinya sendiri, tetapi untuk melayani ...

Read More »

Ketentuan Umum Jamsostek Pasal 31 – 32

PENYIDIKAN              Pasal 31 Selain penyidik pejabat Polisi Negara Republik Indonesia, juga kepada pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di Departemen yang tugas dan tanggung jawabnya meliputi ketenagakerjaan, diberi wewenang khusus sebagai penyidik sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Tahun 1981 Nomor 76, ...

Read More »

Pengertian Piutang

Piutang merupakan salah satu unsur dari aktiva lancar dalam neraca perusahaan yang timbul akibat adanya penjualan barang dan jasa atau pemberian kredit terhadap debitur yang pembayaran pada umumnya diberikan dalam tempo 30 hari (tiga puluh hari) sampai dengan 90 hari (sembilan puluh hari). Dalam arti luas, piutang merupakan tuntutan terhadap ...

Read More »

Kiat-kiat Berjualan di Internet

Kiat-kiat Berjualan di Internet – Memasuki era transformasi dari belanja konvensional ke arah e-commerce,segelintir masyarakat kini mulai memutar otak untuk berbisnis online. Namun, sebelum memulai bisnis “dotkom”, ada beberapa hal mendasar yang perlu diketahui. Layaknya berjualan konvensional, lokasi menjadi faktor penting yang menentukan suksesnya roda bisnis yang akan berputar. Pasar tradisional, ...

Read More »

Perbedaan Barang dan Jasa

Menurut Valerie A. Zeithaml (1996 : 19-21), membedakan barang dan jasa, perbedaan dan kumpulan aplikasi pemasaran ditunjukan dalam tabel dibawah ini : Perbedaan Pelayanan dan Produk PRODUK PELAYANAN IMPLIKASI PELAYANAN Berwujud (Tangible) Tidak Berwujud (Intangible) Pelayanan tidak dapat diinvetorikan Pelayanan tidak dapat dipatenkan Pelayanan tidak dapat langsung dilihat Susah menentukan ...

Read More »

Dimensi Kualitas Jasa

Dewasa ini konsep dan pengukuran kualitas layanan telah berkembang dengan pesat. Salah satu kontributor utama dalam mengembangkan pengukuran kualitas layanan adalah Parasuraman, Zeithaml dan Berry (1985). Dan serangkaian penelitian yang mereka lakukan terhadap berbagai perusahaan jasa telah dikembangkan suatu alat ukur kualitas layanan yang disebut SERVQUAL (Service quality). SERVQUAL ini ...

Read More »

Sistem Kerja dan Langkah-langkah Kerja Housekeeping

Karyawan hotel dalam menjalankan tugasnya harus sesuai dengan jadwal kerja yang telah ditetapkan. Sebelum melaksanakan tugas dan pekerjaannya, khususnya pada Room Boy/Room Maid harus mengisi daftar hadir yang berada di sectionnya dan segeralah berganti Uniform. Selanjutnya mulailah menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan seperti : –  Sheet –  Towel –  Soap, Matches ...

Read More »

Pengertian Housekeeping

Secara garis besar yang dimaksud dengan pengertian Housekeeping adalah: Salah  satu departemen yang ada di  suatu hotel  yang mengutamakan    kelengkapan,     kebersihan    kamar, keselamatan,  kelestarian  lingkungan di  areal  hotel, baik operasional maupun administrasinya. 1. Tugas Housekeeping Pagi Hari –  Menghubungi   F.O untuk  mendapatkan  informasi mengenai  kamar VIP dan check Out Room ...

Read More »

Hambatan-Hambatan Dalam Pelaksanaan

            Dalam pelaksanaannya ternyata permasalahan yang dihadapi oleh seorang sales justru seringkali timbul setelah transaksi penjualan terjadi. Hambatan-hambatan tersebut biasanya berasal dari tamu yang hendak menggunakan fasilitas hotel. Berikut ini adalah hambatan-hambatan yang senantiasa terjadi : 1.      Tamu tidak mendapatkan kamar yang diinginkan dikarenakan tingginya tingkat hunian kamar. Hal ini ...

Read More »

Tujuan Transaksi Pasar Valuta Asing

Tujuan transaksi di pasar valuta asing dapat dilihat dari beberapa segi motif  bertransaksi (Kasmir; 2000:208) yang antara lain: 1. Motif transaksi pembayaran. Motif ini diperuntukkan bagi kegiatan perusahaan yang bergerak dalam bidang ekspor dan impor barang. Jika kegiatan operasional yang dilakukannya menggunakan mata uang negara lain, maka dalam transaksinya juga ...

Read More »