Menurut Valerie A. Zeithaml (1996 : 19-21), membedakan barang dan jasa, perbedaan dan kumpulan aplikasi pemasaran ditunjukan dalam tabel dibawah ini :
Perbedaan Pelayanan dan Produk
|
PRODUK |
PELAYANAN |
IMPLIKASI PELAYANAN |
|
Berwujud (Tangible) |
Tidak Berwujud (Intangible) |
|
|
Standarisasi (Standardized) |
|
|
|
Produksi berpisah dengan konsumsi (Production separate from consumption) |
Beraneka ragam (Heterogeneity) |
|
|
Tidak mudah hilang (Nonperishable) |
Produksi dan konsimsi terjadi bersama (Simultancous production and concumption) |
|
Sumber : Adaptasi dari Valerie A. Zeithaml, A. Parasuraman, and Leonard L. Berry, “Problems
and Strategies in Services Marketing”, Journal of Marketing 49 (spring 1985) : 33-46
Perbedaan antara barang dan jasa adalah intangibility (tidak berujud). Karena jasa merupakan tindakan atau aksi daripada benda, jasa tidak dapat dilihat, diraba, dirasa, ataupun disentuh sebagaimana kita merasa barang berujud.
Hasil implikasi pemasaran adalah jasa tidak dapat diinventori dikarenakan fluktuasi dalam permintaan yang susah ditafsir, jasa tidak dapat dipatenkan secara hukum sebab konsep jasa yang baru seringkali ditiru pesaing, jasa tidak dapat ditampilkan atau dikomunikasikan kepada konsumen / pelanggan sehingga kualitasnya sulit untuk dinilai oleh konsumen, susah menentukan harga karena keputusan dalam menentukan biaya iklan dan bentuk promosi lainnya sangatlah kompleks.
- 1. Heterogeneity
Dikarenakan jasa itu merupakan perlakuan atau tindakan, yang dihasilkan oleh manusia, tidak pernah sama antara jasa dengan yang lain. Keanekaragaman / Heterogeneity terbentuk karena tidak ada konsumen yang sama, masing-masing memiliki permintaan yang unik atau merasakan jasa dalam bentuk yang unik.
Hasil implikasi pasar adalah karena jasa beragam sepanjang waktu, dan organisasi, dan orang, sulit menentukan kandungan kualitas jasa. Kualitas sebenarnya tidak tergantung ada faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan oleh penawar jasa, seperti kemampuan konsumen menentukan kebutuhan mereka, kemampuan dan kesediaan secara pribadi puas pada kebutuhan tersebut, kehadiran pelanggan lain, dan tingkat permintaan jasa.
- 2. Simultaneous Production and Consumption
Pada umumnya barang diproduksi terlebih dahulu kemudian dijual dan dikonsumsikan, tetapi kebanyakan jasa dijual terlebih dahulu dan kemudian berbentuk dan terkonsumsi secara simultan / bersamaan.
Hasil implikasi pemasaran adalah karena jasa sering diproduksi dan dikonsumsikan pada waktu yang sama, sehingga poduksi massal sulit untuk dihasilkan. Kualitas jasa dan kepuasan konsumen akan sangat tergantung pada apa yang terjadi saat ini, termasuk tindakan karyawan dan interaksi antara karyawan dan konsumen. Karena produksi dan konsumsi berbentuk secara bersamaan, konsumen ikut dan melihat proses produksi tersebut dan akan menghasilkan penilaian (positif atau negatif) atas interaksi jasa.
- 3. Perishability
Perishability menunjukkan bahwa jasa / tidak dapat disimpan, dijual kembali, ataupun dikembalikan.
Hasil implikasi pemasaran adalah bahwa para pemasar menghadapi hubungan perishability yang tidak mungkin didata. Fakta menunjukkan bahwa jasa yang tidak dapat dikembalikan atau dijual kembali dan juga berarti kebutuhan akan pemulihan strategi apabila terjadi suatu kesalahan.
Arabiyatuna Arabiyatuna
