Ketentuan-ketentuan mengenai apa yang disebut kepribadian muslim adalah lebih abstark lagi dari pada kedewasaan rohaniah. Lebih sulit pulalah untuk menentukan bila masanya dan siapa-siapa yang telah mencapai keadaan itu. Sesungguhnya penentuan mengenai hal itu bukanlah wewenag manusia. Tuhanlah yang menetukan siapa-siapa dia antara hamba-Nya yang betul-betul telah mencapai tujuan itu. ...
Read More »Maksim Kerendahan Hati (Modesty Maxim)
Maksim Kerendahan Hati (Modesty Maxim) Diungkapkan dengan kalimat ekspresif dan asertif. Bila kemurahan hati berpusat pada orang lain, maksim ini berpusat pada diri sendiri. Maksim ini menuntut setiap peserta pertuturan untuk memaksimalkan ketidakhormatan pada diri sendiri, dan meminimalkan rasa hormat pada diri sendiri. Contoh Pelanggaran : + : Kau sangat ...
Read More »Prinsip Kesantunan Leech
Leech (1993) membahas teori kesantunan dengan menitikberatkan atas dasar nosi, (1) biaya/cost dan keuntungan/benefit, (2) kesetujuan/agreement, (3) pujian/approbation, (4) simpati/antipati. Leech (1993) sendiri mendefinisikan prinsip kesantunan yaitu dengan cara meminimalkan ungkapan yang kita yakini tidak santun. Ada enam maksim menurut Leech (1993) yakni: 1) Maksim Kebijaksanaan (Tact Maxim) a. Kurangi ...
Read More »Pandangan Ahmad Tohari tentang Humanisme Teologis sebagai Jembatan Membangun Kesadaran Sosial secara Inklusif dan Toleran
Humanisme dalam konteks sosial yang paling menonjol adalah memberi kesadaran setiap pemeluk agama untuk menghormati agama lain. Dalam konteks ini gagasan Umaruddin Masdar dalam buku Agama Orang Biasa sangat pas diterapkan untuk membedah novel Bekisar Merah dan Belantik. Kata Umaruddin Masdar: Menurut Umaruddin, agama orang biasa adalah suatu ekspresi atau ...
Read More »Pandangan Ahmad Tohari tentang Humanisme sebagai Upaya Membentuk Paradigma dan Orientasi Kehidupan
Dalam novel Bekisar Merah terlukis sangat indah tentang hakikat kehidupan sebagai upaya membentuk paradigma dan kehidupan manusia di atas mahluk lain, juga sebagai upaya membenamkan manusia akan hakikatnya yang selalu bersama alam. Dalam gambaran di bawah ini secara tegas Ahmad Tohari mengemukakan secara eksplisit: Di mata Darsa, pesona dan ...
Read More »Biografi Penulis Serat Wedhatama (MangkunegaIV)
Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (K.G.P.A.A) Mangkunegoro IV terlahir dengan nama Raden Mas Sudiro, lahir pada tanggal 1 Sapar tahun Jimakir 1736 windu Sancaya atau Masehi tanggal 3 Maret 1811, Minggu Legi jam 11 malam di dalam Hadiwijayan. Beliau putra Kanjeng Pangeran Harya Hadiwijaya I yang nomor 7 (atau nomor ...
Read More »USRAH DAN DAKWAH HASAN ALBANA
LANDASAN “Orang-orang yang menyampaikan risalah Tuhannya (Allah) dan takut hanya kepadanya tidak kepada lainnya, cukuplah Allah sebagai Pengira segala Amal dan makhluknya.” ( Al-Ahzab:39) Katakanlah! Hanya sebuah wasiatku kepadamu, yalah, kamu akan menghadap kepada Allah berdua-dua dan sendiri sendiri. Kemudian renungkanlah dalam-dalam. Tidak ada sifat gila pada sahabat kamu itu ...
Read More »Membangun Harga Diri
Begitu pula dalam setiap pertemuan di mana saja, kecuali dalam khutbah Jum’at, pembicara sebelum menguraikan isi pidatonya, selalu menyebut nama satu demi satu terhadap orang yang semestinya disebut. Urutan penyebutannya juga harus tepat. Orang yang paling dihormati harus disebut paling awal, kemudian berturut-turut di bawahnya sesuai dengan kelaziman. Sama dengan ...
Read More »Mari Meng “Ulul Al Baab” Kan Diri
Penulis : Prof DR. H. Imam Suprayogo Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Read More »Memahami Jati Diri Muhammadiyah
Penulis : Prof DR. H. Imam Suprayogo Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Read More »
Arabiyatuna Arabiyatuna
