Untuk meraih prestasi belajar yang baik, banyak sekali faktor yang perlu diperhatikan, karena di dalam dunia pendidikan tidak sedikit siswa yang mengalami kegagalan. Kadang ada siswa yang memiliki dorongan yang kuat untuk berprestasi dan kesempatan untuk meningkatkan prestasi, tapi dalam kenyataannya prestasi yang dihasilkan di bawah kemampuannya. ...
Read More »Langkah-langkah Dalam Mengatasi Problem Lingkungan Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Langkah-langkah Dalam Mengatasi Problem Lingkungan Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Menurut Woodworth yang telah dirujuk oleh ngalim purwanto, cara-cara individu itu berhubungan dengan lingkungannya dapat dibedakan menjadi empat macam: – Individu bertentangan dengan lingkungnnya – Individu menggunakan lingkungannya – Individu berpartisipasi dengan lingkungannya – Menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Sebenarnya keempat ...
Read More »Langkah-langkah Dalam Mengatasi Problem Pendidik (Guru) Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Langkah-langkah Dalam Mengatasi Problem Pendidik (Guru) Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Dalam meningkatkan etos keja dan meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di sekolah, maka yang perlu diperhatikan antara lain: – Penghasilan pendidik dalam mencukupi kebutuhan hidupnya – Seorang pendidik memahami tabiat, kemampuan dan kesiapan peserta didik. – Seorang pendidik harus ...
Read More »Problem Lingkungan Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Problem Lingkungan Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pendidikan tidak hanya terpacu pada lingkup sekolah saja, akan tetapi lingkungan selain sekolah seringkali mengambil peran penting dalam pendidikan tersebut, begitu juga dengan pendidikan agama Islam. Berhasil atau tidaknya pendidikan agama Islam, lingkungan sosial berperan penting terhadap berhasil dan tidaknya pendidikan agama, karena ...
Read More »Problem Pendidik (Guru) Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Problem Pendidik (Guru) Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelambanan dalam belajar kadang disebabkan oleh tidak mencukupinya kegiatan belajar mengajar, buruknya pengajaran, guru yang tidak memadi, materi pelajaran yang sulit sehingga tidak dapat diikuti anak, atau tidak ada kesesuaian antara pelajaran yang ditetapkan dan bakat anak. [1] Dalam proses pendidikan khususnya ...
Read More »Sistem Pengajaran Pondok Pesantren
1. Sistem Pengajaran Pondok Pesantren a. Sistem Non Klasikal Sistem ini merupakan sistem yang pertama kali dipergunakan dalam pondok pesantren. Dalam sistem ini tidak ada teknik pengajaran yang dijabarkan dalam bentuk kurikulum dan tak ada jenjang tingkatan pendidikan yang ditentukan. Sedang banyak atau sedikitnya pelajaran yang diperoleh para santri menurut ...
Read More »EVALUASI METODE
EVALUASI METODE QAWA’ID TARJAMAH (طريقة القواعد والترجمة) LANGSUNG (الطريقة المباشرة) DENGAR UCAP (الطريقة السمعية الشفوية) * Dapat mengakibatkan penguasaan qawa’id sebagai ‘tujuan’, bukan sebagai alat * Terpusat pada pembelajaran di dalam kelas dengan hanya menggunakan buku pegangan * Siswa sulit berbahasa lisan * Beban guru relatif ringan * Cocok ...
Read More »Tinjauan tentang kegiatan eksperimen
2.4 Tinjauan tentang kegiatan eksperimen Guru dapat menciptakan metode mengajar sendiri. Mengingat kepribadian dan pengalamannya, tujuan dan bahan pengajaran, serta peran para siswa yang akan diajarkan, guru akan memilih dan mengadaptasikan berbagai teknik mengajar yang ada untuk menjadi metode yang barang kali khas baginya. Seorang guru tidak dapat mengajar dengan ...
Read More »Pengertian Strategi Pembelajaran Agama Islam
Strategi adalah suatu upaya dan usaha dalam mewujudkan suatu harapan dan tujuan. Strategi yang dimaksudkan di sini strategi yang spesifikasinya pada pendidikan atau pembelajaran pendidikan. Secara umum pengertian strategi yang dimaksud adalah sebagai cara guru dalam menyajikan isi pelajaran dalam lingkup pendidikan. Menurut Syaiful Bahri secara umum strategi mempunyai pengertian ...
Read More »Penciptaan Dan Pembinaan Hubungan Kerja Yang Efektif
Begitu organisasi telah mendapat sejumlah karyawan atau anggota yang diperlukan, maka tiba saatnya untuk memelihara mereka, memberi penghargaan, dan berusaha meyediakan kondisi kerja yang menarik sehingga dapat membuat mereka betah ditempat kerja. Sebagai bagian dan usaha-usaha tersebut, organisasi harus menciptakan dan memepertahankan hubungan-hubungan kerja yang efektif dengan para karyawan. Meskipun ...
Read More »
Arabiyatuna Arabiyatuna
