Kondisi Fisik Tanah Berbagai aktivitas dalam kegiatan penambangan menyebabkan rusaknya struktur, tekstur, porositas dan bulk density sebagai karakter fisik tanah yang penting bagi pertumbuhan tanaman. Kondisi tanah yang kompak karena pemadatan menyebabkan buruknya sistem tata air (water infiltration and percolation) dan peredaran udara (aerasi) yang secara langsung dapat membawa ...
Read More »DIAGNOSIS DEFISIENSI DAN TOKSISITAS HARA MINERAL
jenis gejala seperti abnormalitas, perubahan warna, ukuran, bentuk, oriemntasi dan pola gejala, serta c) membuat kesimpulan (keputusan) hasil diagnosis. Disebutkan bahwa apabila semua informasi telah terkumpulkan, kemungkinan pertama yang paling penting adalah apakah gejala gangguan tersebut disebabkan oleh serangga, penyakit, nematoda atau karena kerusakan mekanis. Apabila gejalanya hanya ditemukan pada ...
Read More »KETERSEDIAAN HARA DAN PERTUMBUHAN TANAMAN
Pertumbuhan tanaman (dinyatakan dalam bahan kering) dalam hubungannya dengan persediaan hara mineral dapat digambarkan dalam bentuk kurve respon pertumbuhan (Gambar 1). Dalam gambar tersebut dapat dilihat hara mineral dalam hubungannya dengan pertumbuhan dikelompokkan menjadi 3 daerah. Pertama; zone kahat/defisien (deficient range) yaitu laju pertumbuhan meningkat dengan meningkatnya persediaan hara, kedua; ...
Read More »ESENSIALITAS HARA MINERAL BAGI TANAMAN
Menjaga dan mengontrol nutrisi tanaman merupakan salah satu aspek yang sangat fundamental dalam pertanian modern. Pengaruh menguntungkan penambahan hara mineral ke dalam tanah untuk memperbaiki pertumbuhan tanaman telah dikenal dalam pertanian sejak lebih dari 2.000 tahun yang lalu (Marschner, 1986). Kemampuan tanaman untuk memperoleh hara dari tanah tergantung pada kompleks ...
Read More »DIAGNOSIS DEFISIENSI DAN TOKSISITAS HARA MINERAL PADA TANAMAN
Tantangan pertanian di masa mendatang adalah penyediaan pangan yang cukup bagi penduduk, yang lebih dikenal dengan istilah ketahanan pangan. Dengan meningkatnya jumlah penduduk, lahan subur untuk pertanian banyak beralih fungsi menjadi lahan non pertanian. Sebagai akibatnya, kegiatan budidaya pertanian bergeser ke lahan-lahan marginal yang membutuhkan input tinggi untuk menghasilkan produk ...
Read More »
Arabiyatuna Arabiyatuna
