Saya pada awal tahun 1998 diberi kepercayaan untuk memimpin STAIN Malang. Sejak itu saya tidak berpikir bagaimana mengembangkan STAIN yang saya pimpin, melainkan mencari cara bagaimana saya bisa mengubahnya lembaga tersebut menjadi universitas. Sehari-hari saya melakukan perenungan mendalam. Saya selalu gelisah dan tergoda oleh pikiran saya sendiri, bahwa lingkup ajaran ...
Read More »Pemerintah Sudan Mempertahankan Nama UIIS
Kebijakan kerjasama dua Negara hingga melahirkan UIIS sesungguhnya merupakan buah dari kunjungan Menteri Agama RI, —– ketika itu dijabat oleh KH Tholkhah Hasan, ke Sudan. Dalam kunjungan itu dihasilkan kesepakat bersama, akan membangun kerjasama antara Menteri Agama RI dan Menteri Pendidikan Tinggi Tinggi dan Riset Sudan. Sayang tidak lama kemudian ...
Read More »Membangun Jiwa Menang
Tidak sedikit orang berkeyakinan kuat bahwa hanya al Qur’an dan hadits saja yang mampu mengantarkan masyarakat menjadi adil, makmur dan sejahtera. Apa yang terjadi saat ini yang menjadikan masyarakat tetap miskin, terbelakang dan bodoh adalah sebagai akibat kehidupan yang bersifat kapitalistik itu. Jika system ini tidak diubah, kapan pun cita-cita ...
Read More »Fase Awal Pengembangan STAIN/UIN Malang
(1) Menyelesaikan Perijinan Program Studi Ketika masih berbentuk Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Malang, perguruan tinggi Islam ini hanya memiliki dua jurusan, yaitu jurusan pendidikan agama Islam dan jurusan pendidikan Bahasa Arab. Kemudian setelah berubah menjadi bentuk sekolah tinggi (STAIN) Malang pertengahan tahun 1997 dibukalah beberapa jurusan, yaitu (a) jurusan ...
Read More »Kegagalan Pendidikan
Pengalaman selama ini, menjadikan orang semakin pintar ternyata tidak sesulit menjadikan orang semakin menjadi lebih baik. Seringkali kita mendengar bahwa anak kecil itu pada umumnya masih lugu, yaitu bisa mengatakan apa adanya dan lebih jujur. Karena itu, seringkali muncul sebuah anjuran, jangan bekerjasama berbohong dengan anak-anak, maka rahasia kita akan ...
Read More »Menata dan Memajukan Pendidikan di Indonesia
Semangat sementara kaum muslimin dalam membangun lembaga pendidikan Islam sedemikian tinggi. Begitu pula tampak pada umat agama lainnya. Sehingga, mereka tidak peduli dengan keterbatasan tenaga, sarana dan juga dana yang digunakan untuk menyangga program yang dikembangkan itu. Akibatnya, tidak sedikit lembaga pendidikan yang dirintis dan dikelola masyarakat kondisinya seperti apa ...
Read More »Konflik di Lembaga Pendidikan
Banyak orang merasa gelisah tatkala keadaan tidak harmoni. Tetapi sementara ahli mengatakan bahwa konflik itu justru menguntungkan lembaga yang bersangkutan. Sebab, dengan terjadinya konflik maka akan terjadi dinamika internal organisasi. Konflik akan memaksa kelompok pimpinan dan juga anggota melaku kan fungsi dan perannya secara terbuka, demokratis dan saling menghormati di ...
Read More »Muhammadiyah Dalam Membangun Lembaga Pendidikan
Dengan berbagai cara, mereka mengumpulkan hal-hal yang diperlukan, seperti dana, sarana dan prasarana serta tenaga untuk memulai membuka lembaga pendidikan yang akan didirikan itu. Oleh karena mereka menjadi anggota atau bahkan masih sebatas simpatisan, maka lembaga pendidikan yang dirintis itu dinamai Muhammadiyah. Pemerintah, dalam membangun pendidikan, biasanya tidak seperti itu. ...
Read More »Memilih Pemimpin
dilakukan secara sembarangan, atau asal memilih. Sebab, peran pimpinan tidak sebatas sebagai penjaga kantor, melainkan sebagai sumber ide, inspirasi, kekuatan penggerak sekaligus penunjuk arah, yaitu akan dibawa ke mana lembaga yang dipimpinnya. Pemimpin juga seharusnya tidak saja tahu ke mana lembaganya akan di bawa, tetapi juga mengetahui jalan yang harus ...
Read More »Bermodalkan Jiwa, Semangat dan Pikiran Besar Pak Malik Fadjar Berhasil Membangun Pendidikan
pendidikan, tidak pernah kelihatan menurun. Bahkan kadang, justru selalu meningkat. Saya mengenal Pak Malik Fadjar sejak masih menjadi mahasiswa. Sampai hari ini komunikasi saya dengan beliau belum pernah berhenti. Jika saya tahu, beliau hadir di Malang saya berusaha ketemu, sekalipun hanya bersalaman. Hanya, seringkali, karena kesibukan, saya sedang pergi, baru ...
Read More »
Arabiyatuna Arabiyatuna
