Alternatif-Alternatif Strategi
Setelah melakukan kegiatan analisis lingkungan, baik internal maupun eksternal, kegiatan selanjutnya adalah mengidentifikasikan alternatif-alternatif strategi yang memungkinkan untuk dipilih dalam rangka mencapai […]
Setelah melakukan kegiatan analisis lingkungan, baik internal maupun eksternal, kegiatan selanjutnya adalah mengidentifikasikan alternatif-alternatif strategi yang memungkinkan untuk dipilih dalam rangka mencapai […]
Analisa lingkungan internal mengembangkan penilaian atas kekuatan-kekuatan perusahaan. Manajemen strategi yang terumuskan secara baik, mampu menyesuaikan secara tepat kekuatan-kekuatan itu dengan peluang-peluang […]
Lingkungan eksternal mempunyai karakter uncontrollable, atau berada di luar kendali perusahaan. Agar sebuah perusahaan dapat mencapai tujuannya dengan lebih baik, maka keberadaan […]
Untuk dapat memahami pengertian manajemen strategi, terlebih dahulu perlu dibahas tentang pengertian manajemen dan strategi. Menurut James F. Stoner dalam buku T. […]
Sehubungan dengan peranan contact personel yang sangat penting dalam menentukan kualitas jasa, setiap perusahaan memerlukan service excellence. Yang dimaksud dengan service excellence […]
Kualitas pelayanan mengacu pada kualitas penawaran jasa yang diharapkan dan dirasakan. Hal ini terutama dengan menentukan kepuasan atau ketidakpuasan pelanggan. Banyak perusahaan […]
Kualitas pelayanan (service quality) atau sering juga disebut mutu pelayanan, menurut Parasuraman dkk, 1988 (Budi W. Soetjipto, 1997 : 18) adalah seberapa […]
Suatu perusahaan yang berorientasi pada konsep pemasaran akan selalu mengutamakan kepuasan konsumen/pelanggan. Secara sederhana konsep pemasaran menyatakan bahwa suatu organisasi harus memuaskan […]
Tse dan Wilton (1988) menyatakan bahwa kepuasan atau ketidakpuasan pelanggan adalah respon pelanggan terhadap evaluasi ketidakpuasan yang dirasakan antara harapan sebelumnya dan […]
Model yang dipergunakan untuk menganalisis kualitas pelayanan dikemukakan oleh Parasuraman, Zeithaml dan Berry (1985) dengan mengindentifikasi lima gap yang menyebabkan kegagalan penyampaian […]