Thursday, 30 April 2026
above article banner area

Kesepakatan Pembiji/scoring

Penilai menilai paket 10 booklet peserta didik dalam satu sesi sebagai bagian proses penskoran. Kesepakatan atau perbedaan pada booklet yang dinilai dibahas. Proses ini diulang dengan kelompok booklet peserta didik tambahan sampai tingkat kesepakatan yang diinginkan tercapai (biasanya 90 persen).

Ketika penilai mencapai kesepakatan pada tiga sampel, kecenderungan reliabilitas antar penilai meningkat. Reliabilitas antarpenilai artinya bahwa, jika penilai berbeda diminta untuk menilai set respons peserta didik sama, mereka akan memberikan kira-kira nilai atau skor sama pada respons tersebut. Peserta didik sangat cerdas dalam membandingkna skor yang diterima pada pekerjaan mereka, dan mengharapkan guru mereka menilai respon sama dengan cara sama setiap waktu.

Deskripsi khusus dari setiap elemen penskoran harus jelas bagi guru sains karena mereka mengguakannya sebagai pola bagi respons peserta didik. Prosedur penskoran rinci memberikan kesepakatan antar penilai tinggi antara penilai independen dari respons peserta didik yang sama. Prosedur termudah untuk mendokumentasikan tingakt reliabilitas antar penilai adalah menentukan ‘Persen Kesepakatan’ antara skor yang ditentukan oleh dua penilai independen. Untuk total skor untuk setiap tugas, kami memperkirakan kesepakatan persen dalam jajaran 90-98 persen. Prosedur lain untuk kesepakatan antar penilai adalah menggunakan koefisien korelasi yang dihitung antara total skor ini (dari dua penilai), yang harus di atas 0.75. terakhir, nilai konsistensi internal (koefisien alfa) pada penskoran oleh satu penilai sampel booklet peserta didik haruslah di atas 0.75. kalkulasi ini didasarkan pada koefisien korelasi diantara ‘paruh’ yang dipilih secara acak. Dalam beberapa formula, ‘paruh’ ditentukan dengan item-item nomor ganjil dan genap.

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *