Saturday, 9 May 2026
above article banner area

Keanekaragaman hewan Tanah

Pengelompokan  terhadap  fauna  tanah  sangat  beragam,  mulai  dari  Protozoa, Rotifera, Nematoda, Annelida, Mollusca, Arthropoda, hingga Vertebrata. Fauna tanah dapat dikelompokkan atas dasar ukuran tubuhnya, kehadirannya di tanah, habitat yang dipilihnya dan kegiatan makannya. Berdasarkan kehadirannya, fauna tanah dibagi atas kelompok  transien,  temporer,  periodik  dan  permanen.  Berdasarkan  habitatnya  fauna tanah digolongkan menjadi golongan epigeon, hemiedafon dan eudafon. Fauna epigeon hidup  pada  lapisan  tumbuh-tumbuhan  di  permukaan  tanah,  hemiedafon  pada  lapisan organik tanah, dan yang eudafon hidup pada tanah lapisan mineral. Berdasarkan kegiatan makannya fauna tanah ada yang bersifat herbivora, saprovora, fungifora dan predator

(Suin, 1997). Sedangkan fauna tanah berdasarkan ukuran tubuhnya menurut Wallwork

(1970), dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu; mikrofauna (20 µ – 200 µ), mesofauna (200

µ – 1 cm) dan makrofauna (lebih dari 1  cm). Menurut Suhardjono dan Adisoemarto

(1997), berdasarkan ukuran tubuh fauna tanah dikelompokkan menjadi: (1). mikrofauna adalah  kelompok  binatang  yang  berukuran  tubuh  <  0.15  mm,  seperti:  Protozoa  dan stadium pradewasa beberapa kelompok lain misalnya Nematoda, (2). Mesofauna adalah

kelompok yang berukuran tubuh 0.16 – 10.4  mm dan merupakan kelompok terbesar dibanding kedua kelompok lainnya, seperti:  Insekta, Arachnida, Diplopoda, Chilopoda, Nematoda, Mollusca, dan bentuk pradewasa dari beberapa binatang lainnya seperti kaki seribu dan kalajengking, (3). Makrofauna adalah kelompok binatang yang berukuran panjang tubuh > 10.5 mm, sperti: Insekta, Crustaceae, Chilopoda, Diplopoda, Mollusca, dan termasuk juga vertebrata kecil.

Odum (1998), menyebutkan bahwa mesofauna tanah meliputi nematoda, cacing- cacing oligochaeta kecil enchytracid, larva  serangga yang lebih kecil dan terutama apa yang  secara  bebas  disebut  mikroarthropoda;  dari  yang  akhir,  tungau-tungau  tanah

(Acarina) dan springtail (Collembola) seringkali merupakan bentuk-bentuk yang paling banyak tetap tinggal dalam tanah. Beberapa contoh organisme yang khas yang diambil dari tanah dengan menggunakan alat yang dikenal dengan corong  Barlese atau corong Tullgren yang serupa, diantaranya : dua kutu oribatida (Elulomannia, Pelops); proturan

(Mikroentoman); japygida (Japyx);  thysanoptera; simpilan (Scolopendrella); pauropoda

(Pauropus);    kumbang    pembajak    (Staphylinidae);    springtail    atau    collembola

(Entomobrya);   kalajengking   semu   (cheloneathid);   miliped   (diplopoda);   centipede

(chilopoda); larva kumbang scarabarida atau “grub”.

Menurut Hole (1981) dalam Rahmawaty (2000), fauna tanah dibagi menjadi dua golongan   berdasarkan   caranya   mempengaruhi                                            sistem   tanah,   yaitu:   (1).   Binatang eksopedonik (mempengaruhi dari luar tanah), golongan ini mencakup binatang-binatang berukuran besar, sebagian besar tidak menghuni sistem tanah, meliputi Kelas Mammalia, Aves, Reptilia, dan Amphibia. (2). Binatang  endopedonik (mempengaruhi dari dalam tanah),  golongan  ini  mencakup  binatang-binatang  berukuran  kecil  sampai  sedang

(diameter  <  1  cm),  umumnya  tinggal  di  dalam  sistem  tanah  dan  mempengaruhi penampilannya  dari  sisi  dalam,  meliputi  Kelas  Hexapoda,  Myriopoda,  Arachnida, Crustacea, Tardigrada, Onychopora, Oligochaeta, Hirudinea, dan Gastropoda.

 

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *