Tuesday, 21 April 2026
above article banner area

mendel law genetic

Mendel laws of segregasion berlaku dengan syarat:

– Akibat perkawinan tunggal jantan dan betina

– Sifat dominansi karena semidominansi sudah tidak berlaku

– Bukan random mating, karena jika random mating tidak terjamin gen yang diwarisi  tersebut benar-benar dari parental/tetuanya.

– Pada Mendel perkawinan harus dikontrol, karena gen yang diwariskan harus dapat dibuktikan benar-benar dari parentalnya

– Polinasi ini dikontrol (hand pollination), tidak boleh ada ercis lain yang mempengaruhi

Pemahaman penting:

Alel itu gen

Alel berpasangan AA (dominan homozigot), Aa (dominan heterozigot), aa (dominan resesif)

Variasi yang paling bisa/mudah diamati adalah fenotip

Peran alfa, yang dominan pada perkawinan

ü  Misal ayam kampung: random mating jadi tidak bisa digunakan dalam penelitian genetik tapi masih ada ayam lokal untuk dikaji genetiknya, ayam kampung perlu dipurifikasi dahulu untuk mendapatkan galur murninya.

ü  Inheritance study harus punya catatan asal-usul individu, tetapi jika mempelajari variasi genotip dan fenotip pada populasi tidak perlu belajar asal-usul

ü  Hibridisasi Interspesies

Misal: Persilangan gallus gallus domesticus dan galus familiaris menghasikan keturunan ayam bekisar (steril) maka dipoliploidi agar bekisar tersebut menjadi fertil.

Persilangan Kuda dengan zebra, keturunannya yaitu keledai steril

ü  Untuk pemilihan model, perlu observasi

ü  Etnis ayam kampung bali, kedu, pelung, kedu putih, nunukan, gaok

ü  Ayam luar negeri: Bangkok, kate, blorok

ü  Eropa : barrock, black australop

ü  Penelitan ayam untuk study inheritance

Misal penelitian: ayam broiler umur 35 hari broille 1,5 kg sedangkan Umur 35 hari ayam kampung 0,6 kg, setelah 17 kali pemurnian

Ini sudah diterapkan setelah 10 tahun lalu sekarang tinggal menikmati hasilnya

ü  Pewarisan inheritance tidak hanya daging saja tapi sifat yang lain juga diturunkan jadi bukan hanya gen yang diturunkan

ü  Melon rounded (dominan) dan lonjong (resesif) sifat diturunkan dari induk maternal

ü  Ditentukan sex kromosom pada kromosom x tapi ini monococcus jadi bukan di kromosom x, mungkin ekstranuclear, jadi mungkin mitochondria inheritance

ü  Jadi sifat yang menurun dari induk betinanya yang dari PI 371785 seluruhnya tahan dan dari betina 43 seluruhnya tidak tahan

ü  Single dominant gene: 1 alel pada plant mengendalikan sifat resisten

Misal: R dominant

Pada PM: x single domianan ini ditentukan dari betina

Single dominant gene

P1        ♀  AA X ♂ aa

F1        Aa

P2        AaxAa

AA dan Aa dominant heterozigot dan aa resesif dengan perbandingan fenotip

3 resisten:1 sensitif

Testcross Aa x AA hasilya 1:1 Aa dan aa

Single resesif gene

P1        ♀ AA X ♂ aa

F1        Aa (seluruhnya tahan)

P2        Aa x Aa

AA dan Aa (sensitif) dan aa (resisten) tahan dengan perbandingan fenotip

3 sensitif : 1resisten

Testcross Aa x aa hasilya 1:1 Aa (sensitive) dan aa (resisten)

Contoh Mendelian pada manusia

  • Marker yang bagus: kodominan, kodominan bisa lihat darimana karakter itu diturunkan (termasuk heterozigot)

 

 

 

 

Contoh kodominan

Fbetina  Mjantan   F1b    anak

A    –                                      –

B                  –             –

C                  –                        –

D   –                            –

  • Ini mudah menentukan darimana sifat ini diperoleh (polimorfisme) jika sifat muncul semua berarti monomorfik.
  • Dengan marker Kodominan mudah dilihat alur gen, Variasi dari polimorfisme, Indeks similaritas dan variasinya
  • Untuk mendapatkan marker tidak mudah, butuh uji coba ratusan kali seperti mencari jarum ditumpukan jerami
  • Jika sudah ditemukan molekul markernya belum bisa dipastikan langsung boleh digunakan masih perlu mencari optimasi. Mungkin saja alat standarnya tidak sama karena bisa saja dengan mesin dan alat yang berbeda hasilnya juga berbeda, juga harus diuji apakah inheritance pada keturunan sampai F7
  • Jika mennggunakan molekul marker yang kodominan, maka mudah untuk menentukan mana induk yang homozigot mana yang heterozoigot
  • RAPD: sifatnya dominant marker, cara mengetahui heterozigot dengan mengganti kodominan marker
  • Jika konvensional: untuk mengatasinya dengan melakukan uji silang (testcross)
  • Jika mendel yang jadi masalah jika menggunakan hybrid manusia, siklus hidup lama
  • Yang bagus adalah yang dominant homozigot untuk parental, dominant marker bagus untuk single dominant gene
  • Contoh : RR/Rr x rr menghasilkan keturunan 1RR dan 1 rr
  • Artinya r tetap mempengaruhi
  • Penanda molekul untuk melihat karakter genotip dicari dulu pola pewarisan
  • Untuk melihat karakteristiknya menggunakan artificial breeding misal: resiprok, testcross
  • Menggunakan kodominan molekular marker pada analisis genotip

Misal: orang cakep kawin dengan orang cantik: anaknya jelek atau kebalikannya orangtuanya jelek anaknya cakep/cantik, karena gen cakep dan cantik itu resesif jadi jika kawin yang muncul adalah gen dominan/jelek

Cara mengidentifikasi gen (yang sudah ditemukan):

  1. menggunakan molekular marker
  2. Langsung mengkarakterisasi gennya setelah mensekuens seluruh genomnya

Misal: single dominan gen pada penelitan pak budi 175 juta bp genom, untuk mencari markernya yang sudah disekuens baru 250 ribu bp.

Maka strategi mengatasinya:

Dengan menggunakan penanda molekuler (RAPD, RFLP, mikrosatelit, SSR).

Jadi untuk mensekuens 175 juta bp sulit, butuh banyak tenaga, biaya, waktu

Polimorfisme adalah suatu bentuk variasi genetik dengan adanya mutasi dan rekombinasi menyebabkan terjadinya variasi struktur atau urutan nukleotida suatu gen yang menimbulkan pola baru jika DNA tersebut dipotong dengan suatu enzim restriksi dan kemudian dielektroforesis, polimorfisme dapat berupa hilangnya atau bahkan munculnya tempat pemotongan yang baru oleh enzim restriksi tertentu  (Yuwono, 2006:133). Polimorfisme juga perbedaan urutan nukleotida dan perubahan polipeptida.

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *