Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Peran Jenis
Hetherington (1989) menyebutkan bahwa ada empat sumber yang mempengaruhi perkembangan pembentukan peran jenis, yaitu bersumber dari keluarga, guru, teman, televisi dan bahan bacaan anak. Keempat sumber tersebut dijelaskan sebagai berikut:
a. Keluarga. Ini meliputi bagaimana orangtua memperlakukan anak mereka seperti mainan yang diberikan untuk anak laki-laki dan perempuan,perbedaan pola interaksi antara anak dan ibu atau ayah.
Karakteristik orangtua juga turut mempengaruhi pembentukan peran jenis anak, tidak adanya figur ayah atau single-parent families.
b. Televisi. Anak belajar membentuk konsep mengenai peran jenisnya melalui peran-peran yang dilihatnya atau ditontonnya lewat televisi. Umumnya laki- laki yang dilukiskan lewat televisi adalah model-model yang agresif, mampu mengambil keputusan, kompeten, rasional, stabil yang memiliki kekuatan dan toleran terhadap segala hal. Berlawanan dengan peran perempuan yang digambarkan adalah mereka sebagai individu yang tinggal di dalam rumah dan mengasuh anak, bersikap lebih hangat, lebih sosial, lebih emosional.
c. Peer. Peer sebagai sebuah kekuatan mengenai standar masyarakat terhadap peran jenis. Pemberian punishment misalnya celaan adalah sebagai cara untuk memberhentikan perilaku yang menyimpang dari jenis kelaminnya, begitupula sebaliknya akan memberikan reward terhadap perilaku tepat yang ditunjukan oleh anak lain.
d. Guru dan sekolah. Sekolah dan rumah sering ditemukan berbeda dalam cara- cara memperlakukan anak yang mengarah pada pembentukan peran jenis. Ketika anak di dalam rumah berperilaku tepat sesuai jenis kelaminnya namun terkadang di sekolah sebaliknya, ada sekolah yang nampak terkesan feminin. Bagi anak laki-laki hal ini membuat mereka merasa tidak nyaman, akhirnya oleh mereka sekolah menjadi tempat yang tidak menyenangkan.
Kesimpulan yang dapat ditarik mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan peran jenis remaja adalah bersumber pada
keluarga tempat remaja tersebut tinggal, acara yang ditontonnya lewat televisi, kelompok teman sebaya atau peer dan guru atau sekolah sebagai tempat anak belajar setelah lingkungan rumah.
Arabiyatuna Arabiyatuna
