Proses pembentukan Peran Jenis
Menurut Richmond (1992) proses pembentukan peran jenis pada masing-masing individu akan dijelaskan melalui empat teori besar, sebagai berikut:
a. Teori psikoanalisa. Menurut Freud bahwa perkembangan peran jenis dengan menekankan pada pengidentifikasian terhadap orangtua yang berjenis kelamin sama sebagai mekanisme yang menjadikan seorang anak menjalani sex typed. Selama tahap ini keduanya baik anak laki-laki dan perempuan menjadi sadar terhadap perbedaan dan persamaan genital dengan orangtua.
b. Teori belajar sosial. Teori ini menjelaskan bahwa imitasi, reward dan punishment untuk membenarkan maupun mengkoreksi perilaku pada anak sangat berperan penting. Lebih lanjut dikatakan bahwa orangtua merupakan model utama pada anak dan sekaligus sebagai pemberi reinforcement pertama terhadap perilaku yang tepat sesuai jenis kelamin.
c.Teori perkembangan kognitif. Kohlberg (dalam Richmond, 1992) menyatakan bahwa identitas gender dan perilaku peran jenis adalah terbentuk pada tahap ini. Didasarkan pada tahap perkembangan kognitif oleh Piaget yaitu didukung oleh kesediaan cara berpikir anak untuk menguasai konsep peran jenis sehingga mereka mampu memperoleh berbagai dan perilaku yang ada tanpa harus mendapatkan penguat eksternal.
d. Teori skema jender. Teori ini didasarkan pada pendapat Bem (dalam Richmond, 1992) yang menyatakan bahwa anak belajar mengenai apa yang didefinisikan masyarakat tentang apa itu laki-laki dan apa itu perempuan selanjutnya anak menerima informasi tersebut dan mengorganisasikan
perspektif masyarakat mengenai peran jenis tersebut. Dengan kata lain sebagaimana halnya teori perkembangan kognitif, teori ini berprinsip bahwa tipe peran jenis diakibatkan oleh proses mental dari anak itu sendiri, tetapi juga seperti teori belajar sosial yang memandang skema itu dibangun dari pengalaman-pengalaman anak itu sendiri di dalam masyarakat.
Kesimpulan dari empat toeri besar yang menjelaskan tentang proses pembentukan peran jenis, penulis hanya mengambil satu teori besar saja, yaitu teori skema jender. Toeri tersebut menggabungkan antara teori perkembangan kognitif dan teori belajar sosial dalam menerangkan proses pembentukan peran jenis. Artinya anak menggunakan potensi intrinsiknya yaitu mengolah informasi di dalam lingkungan, mana yang cocok mengenai peran jenis yang akan dijalani. Di sisi lain anak juga belajar mengenai peran jenis melalui model di dalam lingkungan serta lingkungan juga akan memberikan penilaian mengenai peran jenis yang dijalani, melalui reward, punishment dan reinforcement.
Arabiyatuna Arabiyatuna
