Pengertian Gaya Pengambilan Keputusan
Salah satu pengertian penting berkaitan dengan masalah pengambilan keputusan ini, yaitu dalam aktifitas sehari-hari manusia tidak bisa terlepas dari proses pengambilan keputusan (Matlin, 1998). Pengertian penting lainnya yaitu
berkaitan dengan keunikan atau keanekaragaman pengambilan keputusan antara individu yang satu dengan individu yang lain. Dalam hal mengambil keputusan, antar individu yang satu dengan individu yang lain melakukan pendekatan dengan cara yang tidak sama. Jadi ada gaya yang berbeda-beda antar individu yang satu dengan yang lain dalam melakukan pengambilan keputusan (Brigham Young University, 1999).
Gaya pengambilan keputusan dipahami sebagai cara respon yang dipelajari atau dibiasakan dimana melaluinya individu melakukan pendekatan dan melakukan pengambilan keputusan ( Bruce & Scott, 1999). Batasan yang lain menyatakan bahwa gaya pengambilan keputusan adalah cara-cara unik yang dilakukan seseorang di dalam membuat keputusan-keputusan penting dalam hidupnya (Harren, 1980). Dalam penjelasan berikutnya, Harren (1980) juga menyatakan bahwa tanpa memperhatikan keputusan-keputusan yang dibuatnya, tiap-tiap orang mempunyai cara unik untuk mengambil keputusan. Tidak ada satupun cara terbaik yang dapat berlaku bagi semua orang. Setiap orang belajar mengandalkan suatu cara terbaik yang berlaku atas dirinya sesuai pengalamannya. Berdasarkan batasan-batasan tentang gaya pengambilan keputusan ini, maka diketahui bahwa gaya pengambilan keputusan ini bersifat individual, yaitu terkait dengan kondisi masing-masing individu. Hal ini jelas ikut menentukan gaya pengambilan keputusan yang dimiliki seseorang.
Harren, dkk. (1978) membedakan pengambilan keputusan ke dalam dua (2) gaya pengambilan keputusan yang berseberangan yaitu gaya rasional dan intuitif Penggolongan dua gaya ini di dasarkan atas:
a. Tingkat individu dalam menggunakan strategi pengambilan keputusan yang bersifat logis berlawanan dengan strategi pengambilan keputusan yang bersifat emosional.
b. Cara individu dalam mengolah dan menanggapi informasi serta melakukan evaluasi dalam situasi pengambilan keputusan.
Pada penelitian selanjutnya Harren, dkk. (1978) menemukan bahwa ada dimensi ketiga yang muncul dalam gaya pengambilan keputusan, yaitu gaya pengambilan keputusan dependen, yaitu individu yang menghindari tugas pengambilan keputusan dan menyerahkan pada orang lain untuk mengambil keputusan. Namun dalam penelitian empiris yang dilakukan setelah penemuan tersebut, Harren kembali menunjukan bahwa gaya pengambilan keputusan dependen ini bersifat independen atau terpisah dari gaya pengambilan keputusan rasional dan intuitif (dalam Bruce & Scott, 1999). Mengingat akan hal ini, maka dalam penelitian ini akan digunakan dua dimensi gaya pengambilan keputusan yang telah dikemukakan oleh Harren, dkk. (1978), yaitu gaya pengambilan keputusan rasional dan intuitif.
Berdasarkan uraian tersebut, penulis mengambil kesimpulan bahwa dalam hal melakukan pengambilan keputusan, individu dapat digolongkan kepada salah satu gaya pengambilan keputusan. Setiap cara atau gaya pengambilan keputusan merupakan cara yang terbaik bagi masing-masing individu. Hal ini sekaligus memperlihatkan eksistensi gaya pengambilan keputusan sebagai keunikan individual. Berikut ini akan dipaparkan secara ringkas mengenai masing-masing
gaya pengambilan keputusan tersebut agar dapat dicapai pemahaman yang semakin baik.
Arabiyatuna Arabiyatuna
