Saturday, 18 April 2026
above article banner area

Brain Gym

Brain Gym

Otak manusia terdiri dari tiga dimensi dengan bagian-bagian yang               saling berhubungan sebagai satu kesatuan. Hal ini membuat otak berperan     penting dalam pergerakan seluruh tubuh termasuk panca indera. Pembelajaran akan terasa mudah jika mengaktifkan sejumlah panca indera daripada                 hanya diberikan secara abstrak saja. Akan tetapi, otak manusia memiliki            spesifik dalam tugasnya yang untuk aplikasi gerakan brain gym dipakai        istilah :

  1. Dimensi leteralitas untuk belahan otak kiri dan kanan

Integrasi kedua sisi tubuh untuk menyeberangi garis tengah tubuh          untuk bekerja di bidang tengah. Bila keterampilan ini sudah dikuasai, orang akan mampu dengan mudah memasuki wilayah kiri ke           kanan atau kanan ke kiri. Ketidakmampuan untuk menyeberangi              garis tengah mengakibatkan ketidakmampuan belajar. Gerakan-gerakan yang menstimulasi koordinasi kedua belahan otak dan integrasi dua              sisi.

  1. Dimensi pemfokusan untuk bagian belakang otak dan bagian depan otak

Kemampaun menyeberangi garis tengah partisipasi yang memisahkan bagian belakang dan depan tubuh, juga bagian belakang dan depan            otak. Garis tengah partisipasi adalah garis bayangan vertikal di              tengah tubuh dan hal tersebut tergantung partisipasi batin pada              suatu kegiatan apakah seseorang berada di depan atau dibelakang             garis tersebut. Ketidaklengkapan perkembangan refleks menghasilkan ketidakmampuan untuk secara mudah mengekspresikan diri sendiri               dan ikut aktif dalam proses belajar. Gerakan yang membantu                melepaskan hambatan fokus adalah aktifitas integrasi depan /              belakang.

  1. Dimensi pemusatan untuk sistem limbis dan otak besar

Kemampuan untuk menyeberangi garis pisah antara bagian atas                dan bawah tubuh dan mengkaitkan fungsi dari bagian atas dan               bawah otak, dimana bagian tengah sistim limbis yang berhubungan dengan informasi emosional serta otak besar untuk berfikir                 abstrak. Ketidakmampuan untuk mempertahankan pemusatan ditandai oleh ketakutan yang tidak beralasan, cenderung bereaksi ”berjuang            atau melarikan diri,” atau ketidakmampuan untuk merasakan atau menyatakan emosi. Gerakan yang membuat sistem badan menjadi            relaks dan membantu menyiapkan pengolahan informasi pengaruh  emosi negatif.

Brain gym atau senam otak merupakan serangkaian gerak sederhana yang menyenangkan untuk meningkatkan kemampuan belajar dengan menggunakan keseluruhan otak (Denninson&Denninson, 2006).  Belajar dengan seluruh otak, melalui gerakkan brain gym dapat membawa seseorang menguasai juga bagian-bagian otak yang sebelumnya terhambat.

Berdasarkan uraian diatas maka proses-proses yang dialami fisiologis                tidak terlepas dari proses psikologis, hal ini dikarenakan stimulus pada salah           satu aspek akan mengakibatkan aspek yang lain bereaksi. Pada penderita skizofrenia ditemukan adanya gangguan pemusatan perhatian. Gerakan-               gerakan brain gym atau senam otak merupakan stimulus fisik yang telah            terbukti akan disambut dengan respons psikologis sehingga dengan brain gym dapat membantu orang dengan kerusakan otak. Brain gym telah terbukti              dengan gerakkan-gerakkan silang dapat membantu peningkatan koordinasi di dalam otak sehingga dapat meningkatkan pemusatan perhatian dan juga              dapat membantu pengelolaan emosi.


Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *