Brain Gym
Otak manusia terdiri dari tiga dimensi dengan bagian-bagian yang saling berhubungan sebagai satu kesatuan. Hal ini membuat otak berperan penting dalam pergerakan seluruh tubuh termasuk panca indera. Pembelajaran akan terasa mudah jika mengaktifkan sejumlah panca indera daripada hanya diberikan secara abstrak saja. Akan tetapi, otak manusia memiliki spesifik dalam tugasnya yang untuk aplikasi gerakan brain gym dipakai istilah :
- Dimensi leteralitas untuk belahan otak kiri dan kanan
Integrasi kedua sisi tubuh untuk menyeberangi garis tengah tubuh untuk bekerja di bidang tengah. Bila keterampilan ini sudah dikuasai, orang akan mampu dengan mudah memasuki wilayah kiri ke kanan atau kanan ke kiri. Ketidakmampuan untuk menyeberangi garis tengah mengakibatkan ketidakmampuan belajar. Gerakan-gerakan yang menstimulasi koordinasi kedua belahan otak dan integrasi dua sisi.
- Dimensi pemfokusan untuk bagian belakang otak dan bagian depan otak
Kemampaun menyeberangi garis tengah partisipasi yang memisahkan bagian belakang dan depan tubuh, juga bagian belakang dan depan otak. Garis tengah partisipasi adalah garis bayangan vertikal di tengah tubuh dan hal tersebut tergantung partisipasi batin pada suatu kegiatan apakah seseorang berada di depan atau dibelakang garis tersebut. Ketidaklengkapan perkembangan refleks menghasilkan ketidakmampuan untuk secara mudah mengekspresikan diri sendiri dan ikut aktif dalam proses belajar. Gerakan yang membantu melepaskan hambatan fokus adalah aktifitas integrasi depan / belakang.
- Dimensi pemusatan untuk sistem limbis dan otak besar
Kemampuan untuk menyeberangi garis pisah antara bagian atas dan bawah tubuh dan mengkaitkan fungsi dari bagian atas dan bawah otak, dimana bagian tengah sistim limbis yang berhubungan dengan informasi emosional serta otak besar untuk berfikir abstrak. Ketidakmampuan untuk mempertahankan pemusatan ditandai oleh ketakutan yang tidak beralasan, cenderung bereaksi ”berjuang atau melarikan diri,” atau ketidakmampuan untuk merasakan atau menyatakan emosi. Gerakan yang membuat sistem badan menjadi relaks dan membantu menyiapkan pengolahan informasi pengaruh emosi negatif.
Brain gym atau senam otak merupakan serangkaian gerak sederhana yang menyenangkan untuk meningkatkan kemampuan belajar dengan menggunakan keseluruhan otak (Denninson&Denninson, 2006). Belajar dengan seluruh otak, melalui gerakkan brain gym dapat membawa seseorang menguasai juga bagian-bagian otak yang sebelumnya terhambat.
Berdasarkan uraian diatas maka proses-proses yang dialami fisiologis tidak terlepas dari proses psikologis, hal ini dikarenakan stimulus pada salah satu aspek akan mengakibatkan aspek yang lain bereaksi. Pada penderita skizofrenia ditemukan adanya gangguan pemusatan perhatian. Gerakan- gerakan brain gym atau senam otak merupakan stimulus fisik yang telah terbukti akan disambut dengan respons psikologis sehingga dengan brain gym dapat membantu orang dengan kerusakan otak. Brain gym telah terbukti dengan gerakkan-gerakkan silang dapat membantu peningkatan koordinasi di dalam otak sehingga dapat meningkatkan pemusatan perhatian dan juga dapat membantu pengelolaan emosi.
Arabiyatuna Arabiyatuna
