Sunday, 15 February 2026
above article banner area

Cara Memperoleh Hasil Belajar

Dalam memperoleh hasil belajar yang optimal diperlukan belajar dengan giat dan tekun atau dengan semangat yang tinggi. Caranya adalah yang dikemukakan oleh Tabrani (1995:57) yaitu :

 

  1. Perencanan

1)      Menetapkan tujuan dan target

Di dalam belajar siswa harus tahun betul tujuan dari belajar, dan siswa harus mampu untuk mencapai tujuan tersebut dengan baik dan sukses dalam belajar, sehingga didapatkan hasil yang maksimum bukan minimum.

2)      Waktu-waktu produktif untuk belajar

Untuk mendapatkan hasil yang baik maka seorang siswa harus mengetahui waktu-waktu yang produktif untuk belajar, misalnya setelah sholat subuh atau di tengah malam di saat sunyi dan sebagainya

3)      Menentukan langkah-langkah menyusun jadwal

Jadwal adalah pembagian waktu untuk sejumlah kegaitan yang akan dilaksanakans etiap hari, Slameto (1995:85). Adapun cara pembuatan jadwal yang baik menurut Kartono (1985:17) adalah :

a)      Tetapkan waktu untuk kegiatan yang telah diketahui

b)      Cara waktu yang baik untuk belajar

c)      Sediakan waktu untuk istirahat secukupnya

d)     Susunlah acara dari minggu yang berbeda dengan hari yang lain

4)      Rekreasi

Beraktifitas setiap hari tentu akan menimbulkan kejenuhan, untuk menghilangkan kejenuhan tersebut tidak ada salahnya jika siswa meluangkan waktunya untuk berekreasi sekali satu bulan atau sekali seminggu.

 

  1. Menerima pelajaran di kelas

1)      Pentingnya hadir di kelas

Kehadiran siswa di kelas juga akan berpengaruh terhadap hasuil belajar mengajar, apabila siswa hadir di kelas maka banyak yang akan didapat oleh siswa. Di dalam proses mengajar paling sedikit ada lima hal yang bisa kita ingat dalam panca indra kita yaitu melihat, mendengar, melakukan, merasakan dan mengetahui. Menurut Tabrani (1995:65) kita melihat maka kita akan mengerti dan mudah mengingatnya, begitu pula jika membaca maka rekaman peristiwa terbentuk di otak kita melalui proses melihat, melakukan merupakan proses yang lebih bisa diingat dari proses melihat dan mendengar.

2)      Buku catatan

Untuk melengkapi pemahaman tentang materi yang diajarkan guru, siswa hendaknya menyiapkan buku catatn dan mencatat penjelasan guru sehingga dapat diulang kembali di rumah.

 

Dapat disimpulkan bahwa cara belajar adalah kecendrungan siswa berbuat dalam proses belajar dengan aturan atau strategi tertentu yang dilakukan berulang-ulang untuk memperoleh hasil belajar yang diinginkan. Dengan adanya cara belajar yang baiak maka akan diperoleh nilai yang baik sehingga dapat dikatakan apa yang telah dilakukan dalam PBM itu efektif.

Metode dan media yang dipakai dalam pembelajaran Sosiologi adalah:

  1. Metode

Metode pembelajaran erat kaitannya dengan pemilihan strategi pembelajaran yang paling efesien dan efektif dalam memberikan pengalaman belajar yang diperlukan untuk membentuk kompetensi dasar. Strategi pembelajaran merupakan kegiatan guru dalam melakukan proses pembelajaran dan pembentukan kompetensi, yang dapat memberikan kemudahan kepada peserta didik untuk mencapai tujuan. Dalam hal ini guru diharapkan dapat memilih dan menggunakan berbagai metode pembelajaran yang dapat menumbuhkan aktifitas dan kreatifitas peserta didik.

Menurut Mulyasa (2005: 95-96), sedikitnya terdapat dua  pendekatan dalam pembelajaran yang perlu dipahami guru untuk dapat mengajar dengan baik, yaitu pendekatan kompetensi, pendekatan keterampilan tematik. Sedangkan metode pembelajaran yang dapat digunakan yaitu: metode demostrasi, metode inguiri, metode discoveri, metode eksperimen, metode problem salving, metode perolehan konsep, metode penugasan, ceramah, karya wisata dan metode diskusi.

Dalam setiap kesempatan, pembelajaran sosiologi hendaknya dimulai dari pengenalan masalah yang sesuai dengan situasi (contextual problem). Melalui masalah kontekstual, peserta didik secara bertahap dibimbng dan diarahkan untuk memahami fakta, menguasai konsep dan prinsip sosiologi serta menerapkan dalam pemecahan masalah. Pemahaman pembelajaran sosiologi lebih menarik apabila disampaikan dengan metode yang inovatif diantaranya menggunakan teknologi dan komunikasi seperti komputer/multi media lainnya.

  1. Media /sumber belajar

Proses pembelajaran membutuhkan media yang digunakan sebagai media pengajaran, yang merupakan bagian dari saran dan sumber belajar yang sangat membantu siswa dalam mencapai tujuan pengajaran, media pengajaran berfungsi memudahkan terjadinya proses belajar mengajar.

Sumber belajar adalah segala sesuatu yang diperlukan dalam proses pembelajaran, yang dapat berupa buku teks, media cetak, media elektronik, nara sumber, lingkungan fisik, alam, sosial dan budaya. (KTSP Depdiknas, 2007:37). Sumber belajar dalam mata pelajaran sosiologi dapat berupa media cetak dan elektronik, lingkungan sekitar seperti melakukan observasi dan wawancara dan studi kepustakaan.

Dalam pengembangan sumber belajar, guru harus mampu membuat sendiri alat pembelajaran, juga harus berinisiatif mendayagunakan lingkungan sebagai sumber belajar yang lebih konkrit. Penentuan sumber belajar berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar, indikator kompetensi, serta materi pokok dan kegiatan pembelajaran.

Dengan demikian antara metode dengan hasil belajar saling berkaitan karena yang menggunakan metode membaca dalam proses belajar adalah siswa. Selaras dengan teori behavioristik belajar adalah perubahan tingkah laku. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu bila ia mampu menunjukkan perubahan tingkah laku. Misalnya seorang siswa belum bisa membaca maka iapun keras belajar, betatapun gurunya berusaha sebaik mungkn mengajar atau bahkan ia sudah hafal huruf A sampai Z diluar kepala, namun bila siswa itu gagal mendemontrasikan kemampuannya dalam membaca, maka siswa itu belum bisa.

  1. Penilaian

Untuk mengetahui seberapa jauh peserta didik telah melakukan kompetensi dasar perlu dikembangkan suatu sistem penilaian. Sistem penilaian yang dilakukan harus mencakup seluruh kompetensi dasar dan menggunakan indikator yang ditetapkan oleh guru. Sitem penilaian yang dirancang adalah sistem penilaian yang dirancang adalah sistem penilaian yang berkelanjutan, dan menyeluruh.

Sejalan dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang berbasis kompetensi penilaian hendaknya dilakukan berdasarkan apa yang dilakukan oleh peserta didik selama proses belajar  mengajar dan pembentukan kompetensi. Penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan tas dan non tes dalam bentuk tertulis, maupun lisan , pengamatan kerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, penggunan portofolio, dan penilain diri. (BSNP , 2006: 10 )

Sementara jenis tagihan dapat digunakan antara lain dalam pembelajaran sosiologi adalah: kuis, pertanyaan lisan , ulangan harian, ulangan tengah semester (UTS) ulangan semester (US), responsi dan tugas kelompok, tugas individu, dan laporan. Teknik penilaian dan bentuk instrumen yand digunakan antara lain adalah: tes tulis, tes lisan, tes unjuk kerja, penugasan, observasi, wawancara, portofolio, dan penilaian diri.

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *