Perhatian tidak selamanya dapat diarahkan dengan baik. Hal ini dikarenakan bahwa perhatian dipengaruhi oleh beberapa faktor. Menurut Dakir ( 1995 : 114 ) dikemukakan :
1). Ditinjau dari hal-hal yang bersifat objektif, yaitu rangsangan yang kuat mendapatkan perhatian, kualitas rangsangan mempengaruhi perhatian, objek yang besar menarik perhatian, begitu pula rangsangan dapat menarik perhatian
2). Ditinjau dari hal-hal yang secara subjektif, yaitu hal-hal yang bersangkut paut dengan pribadi subjek, misalnya : beberapa rangsangan yang sesuai dengan bakatnya lebih menarik perhatian daripada hal yang lain.
Selanjutnya Patty, dkk ( 1982 : 96 ) berpendapat bahwa hal-hal yang mempengaruhi perhatian ada dua faktor yaitu faktor objektif dan faktor subjektif.
Yang termasuk faktor objektif, adalah :
a). Perangsang yang berubah-ubah menarik perhatian
b). Perangsang yang luar biasa
c). Perangsang yang tiba-tiba
d). Benda-benda yang mempunyai bentuk tertentu
e). Benda-benda yang berhubungan dengan kebutuhan dasar.
Sedangkan faktor subjektif, adalah :
(a). Pekerjaan yang sedang kita laksanakan
(b). Keinginan yang sedang kita laksanakan
(c). Minat
(d). Perasaan
(e). Mode, dan
(f). Kebiasaan
Berdasarkan pendapat di atas dapat dijabarkan bahwa faktor yang mempengaruhi perhatian orang tua antara lain :
- Faktor Objektif yang meliputi :
- Rangsangan yang kuat
Orang tua memiliki perasaan yang sangat peka terhadap anaknya. Apabila anak dirasa sedang kelihatan lain daripada keadaan biasanya, maka orang tua dengan mendapat rangsangan yang sangat kuat untuk segera memberikan perhatian kepada anak dengan tujuan dapat memberikan sesuatu yang sedang dibutuhkan. Misalnya anak nampak murung, maka orang tua segera memberikan perhatian agar anak tersebut dapat membebaskan dari kemurungan itu.
- Kualitas Rangsangan
Orang tua dalam memberikan perhatian kepada anak tidak bersifat terus menerus, namun dapat memilih sekiranya anak sedang sangat membutuhkan perhatian. Hal ini dapat terjadi pada saat anak sedang menghadapi ulangan misalnya. Maka orang tua memandang bahwa situasi pada saat itu sangat membutuhkan perhatian agar anak dapat belajar dengan sungguh-sungguh. Situasi sedang menghadapi ulangan adalah salah satu contoh kualitas rangsangan yang membuat orang tua memberikan perhatian.
- Objek yang besar atau perangsang luar biasa
Setiap orang memiliki emosi atau dorongan yang tersimpan dalam hati, hal ini dapat muncul jika ada objek yang dapat menarik perhatian secara tiba-tiba tanpa diduga sebelumnya, sehingga perhatian muncul dengan dorongan yang sangat kuat atau luar biasa. Misalnya orang tua mempunyai keinginan di dalam hati agar anaknya dapat meraih prestasi yang tinggi, jika benar-benar anak dapat mewujudkan keinginan orang tua tersebut, maka anak akan mendapatkan perhatian yang lebih besar.
- Rangsangan yang baru
Anak diharapkan dapat berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki. Jika dalam perkembangannya mempunyai kreatifitas menuju hal-hal yang positif, maka orang tua akan memberikan perhatian pula untuk mendukung kegiatan tersebut.
- 2. Faktor Subjektif yang meliputi :
- a. Pekerjaan yang sedang dilaksanakan
Orang tua pada era sekarang cenderung sangat sibuk dengan pekerjaan. Ini diakibatkan karena keinginan orang tua dalam memenuhi kebutuhan keluarga, sehingga keluarga sering ditinggal. Anak dibiarkan diasuh oleh pembentu misalnya, Anak kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang, hal ini dapat berpengaruh terhadap minat belajar.
- b. Keinginan orang tua
Antara ayah dan ibu dalam mendidik anak-anaknya harus bersikap harmonis, artinya jangan memaksakan keinginannya sendiri-sendiri antara ayah dan ibu, sehingga menimbulkan konflik, yang jika tidak dapat diselesaikan dengan segera dapat mengancam keluarga dan menjadi broken home. Ini berakibat anak bingung dan berpengaruh terhadap minat belajar.
- c. Minat
Keadaan orang tua suka berlebihan atau tidak sesuai dengan minat dapat membuat orang tua kecewa, cemas dan sebagainya. Apabila tidak dapat terlaksana, hal ini akan mengganggu atau mempengaruhi perhatian orang tua terhadap minat belajar anak.
- d. Perasaan
Keadaan perasaaan orang tua sangat berpengaruh terhadap minat belajar anak. Hal ini dapat terjadi jika orang tua yang bekerja perasaan gembira akan membuat suasana rumah yang menyenangkan. Sebaliknya, orang tua yang bekerja dengan perasaan marah membuat suasana rumah menjadi kurang menyenangkan sehingga minat untuk belajarpun bagi anak berkurang / menurun.
- e. Mode
Keadaan mode sekarang berkembang sangat pesat. Orang tua yang selalu mengikuti mode akan disibukkan dengan mode-mode baru, baik mode rumah, perabot, pakaian dan sebagainya. Sehingga orang tua cenderung memikirkan mode tanpa memperhatikan anaknya, dan menjadikan minat belajar berkurang karena kurang mendapatkan perhatian orang tuanya.
- f. Kebiasaan
Kebiasaaan orang tua yang tidak baik seperti minum-minuman keras, berjudi, free sex, sangat berpengaruh terhadap minat belajar. Hal ini disebabkan keadaan orang tua yang tidak memberikan contoh kehidupan yang baik, sehingga anak kurang bergairah dalam belajar. Sebaliknya, jika orang tua melakukan kebiasaan-kebiasaan yang baik, seperti rajin beribadah, olahraga, membaca buku, maka akan dapat meningkatkan minat belajar.
Berdasarkan penjelasan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perhatian orang tua, maka dapat disimpulkan bahwa perhatian orang tua dapat dipengaruhi dua faktor yaitu faktor objektif dan subjektif.
Faktor objektif cenderung timbul karena dorongan dari dalam diri individu, sedangkan faktor subjektif cenderung timbul dari luar diri individu. Kedua faktor tersebut bagi orang tua dapat muncul dengan sendiri ataupun bersama-sama tergantung pada objek yang sedang dihadapi. Perhatian orang tua yang diberikan kepada anaknya sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak khususnya pada minat belajar dan kegiatan-kegiatan lain yang dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap anak.
Arabiyatuna Arabiyatuna
