Hubungan Status Identitas Ego Remaja dangan Jenis Kelamin
Erikson (dalam Santrock, 1999) menyatakan bahwa identitas lebih dahulu dicapai oleh remaja laki-laki daripada perempuan. Remaja perempuan lebih dulu mencapai intimacy daripada mencapai identitas ego. Hal yang serupa dikemukakan oleh Marcia (dalam Lacombe dan Guy, 1998) bahwa perempuan
lebih banyak meraih skor yang tinggi pada intimacy dan memiliki skor yang rendah pada identitas ego dibandingkan dengan laki-laki. Lebih lanjut Marcia (1993) juga mengatakan bahwa perkembangan identitas ego pada perempuan adalah kompleks dan membutuhkan waktu yang cukup panjang.
Pendapat tersebut diperkuat oleh pernyataan Josselson,dkk (dalam Muuss,, 1988) bahwa memahami perkembangan yang terjadi pada remaja perempuan adalah jauh lebih komplit dibandingkan dengan memahami perkembangan pada remaja laki-lakai. Perkembangan remaja perempuan adalah lebih tenang, lebih lambat dan karena akhir dari perkembangan remaja perempuan adalah ambigus.
Penelitian yang dilakukan oleh Gay dan Lacombe (1998) mengenai the role of gender in adolescent identity and intimacy decisions. Subyek penelitian berusia 15 sampai 18 tahun, ditemukan bahwa remaja perempuan memiliki skor yang lebih tinggi pada identitas ego (dibandingkan skor intimacy) daripada remaja laki-laki.
Marcia, dkk (1993) menyatakan bahwa ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam beberapa aspek dari identitas ego. Lebih lanjut dikatakan bahwa isu interpersonal adalah lebih penting daripada pembentukkan identitas ego pada perempuan dibandingkan laki-laki. laki-laki lebih disosialisasikan pada autonomy. prioritas identitas ego ada pada laki-laki dan intimacy pada perempuan (Gilligan, dkk, dalam Guy dan Lacombe, 1998).
Hasil penelitian Montgomery dan Schwartz (2002) menemukan bahwa perempuan memiliki skor yang lebih tinggi pada gaya identitas ego normatif,
komitmen interpersonal dan pencapaian ideologi (ideologi achievement), laki- laki memiliki skor yang lebih tinggi pada gaya diffuse, status foreclosure untuk ideologi dan interpersonal.
Kesimpulan yang dapat diambil dari penjelasan di atas bahwa pembentukkan status identitas ego berbeda antara laki-laki dan perempuan.
Arabiyatuna Arabiyatuna
