Friday, 19 June 2026
above article banner area

Kebijaksanan Produk (Product)

Didalam strategi bauran pemasaran, strategi ini merupakan unsur yang paling penting sebab dengan produk inilah perusahaan pertama kali akan memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Dengan demikian produk yang dihasilkan atau yang akan dipasarakan akan menemukan penetapan harga, menentukan kegiatan promosi, dan cara penyalurannya. Jika keputusan produk sangat baik, maka sangat menguntungkan bagi perusahaan dan memudahkan perusahaan dalam menetapkan keputusan tentang variable lainnya. Karena walaupun harga yang ditetapkan perusahaan relative rendah, tetapi kurang memenuhi keinginan konsumen, perusahaan akan tetap gagal.

William J. Stanton (1996, 223) menyebutkan :

“Product adalah sekumpulan atribut yang nyata (tangible) dan tidak nyata (intangible) di dalamnya sudah tercakup warna, harga, kemasan, prestise perusahaan, prestise pengecer dan pelayanan dari pabrik serta pengecer yang mungkin diterima oleh pebeli sebagai sesuatu yang biasa memuaskan keinginan.”

Pada umumnya produk dapat dibedakan atas :

  1. Produk inti, yaitu manfaat ini yang pada hakekatnya dibeli oleh pembeli,
  2. Produk formal, yaitu pengemasan dari produk intinya, yang menyertai produk tersebut,
  3. Produk tambahan, yaitu tambahan bagi produk dengan jasa yang menyertainya seperti : pelayanan pemeliharaan, pengangkutan Cuma-Cuma dan sebagainya.

Perencanaan produk mencakup seluruh kegiatan yang memungkinkan suatu perusahaan menentukan produk apa saja yang akan dipasarkan. Pengembangan produk dalam hal istialh ini yang terbiasa melipui kegiatan-kegiatan teknis seperti riset produk dan desain.

            Setelah diadakan perencanaan dan pengembangan produk yang baik sampai dengan produk siap untuk dipasarkan terdiri dari keputusan untuk :

  1. Menambah produk baru
  2. Pemberian merk
  3. Kemasan

Faktor-faktor mutu, ciri-ciri, model dan sebaginya

  1. Atribut, meliputi mutu, ciri-ciri model dan sebaginya.
  2. Merk/Kemasan, meliputi tanda, lambang, wadah atau bungkus,kartu yang ditempelkan pada produk atau tulisan terperinci lainnya.
  3. Jasa pelayanan, aspek bantuan sesudah penjualan, seperti pemasangan, reperensi, dan lain-lain.
Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *