Langkah-Langkah Pelaksanaan Pendidikan Islam[1]
- Pengenalan.
Dalam kegiatan pengenalan ini pendidik memberikan gambarab yang jelas tentang hal yang akan dibahas atau dipelajari, baik dengan metode ceramah atau Tanya jawab. Ini berguna untuk memperoleh informasi dan mendalam bahan pelajaran yang disajikan pendidik.
- Pembiasaan Keutamaan.
Pendidikan Islam mempunyai tugas untuk membina dan membentuk sikap serta kepribadian peserta didik yang dilaksanakan dalam ruang lingkup proses pengaruh mempengaruhi agar terbentuk kemampuan kogitif, psikomotorik, dan afektif yang diharapkan. Jadi sasaran pendidikan Islam adalah internalisasi atau penghayatan nilai-nilai yang utama berlandaskan iman dan taqwa kepada Allah, dan hal ini dapat terjadi dengan pembiasaan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
- Keteladanan.
Keteladanan mempunyai peran yang penting karena memperkenalkan model-model perilaku yang baik kepada peserta didik. Dengan mengenal model yang baik ini diharapkan dapat menimbulkan pemahaman terhadap system nilai hidup yang baik dan benar sebagai motivasi bagi peserta didik untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma hidup yang berlaku seperti yang dicontohkan oleh Rosulullah SAW.
- Pengahayatan Nilai-Nilai.
Pengahayatan adalah suatu jenis proses belajar yang memberi motivasi seseorang untuk mengamalkan nilai-nilai tertentu dalam wujud perbuatan atau tingkah lakuy yang terpuji. Hal ini berarti bahwa penghayatan nilai-nilai Islam dapat memimpin peserta didik agar menggunakan hati dan akalnya dalam mencari kebenaran, seingga pesrta didik akan menginsyafi bahwa segala yang hidup ini meruapakn keseluruhan yang selaras dan seimbang, tunduk kepada sunnatullah.
- Pengamalan Nilai-Nilai Islami.
Setelah peserta didik menghayati nilai-nilai Islam maka selanjutnya diupayakan untuk mencapai akhlak terpuji dengan mengamalkan nilai-nilai Islam. Seperti penggunaan metode diskusi yang lebih menekankan pada nilai-niali kerjasama.
- Penelitian.[2]
Kegaiatan ini mengacu pada penelitian ilmiah. Melalui penelitian Pendidikan Islam ini pesrta didik dilatih untuk memcahkan masalah dengan menggunakan metode Inquiry Discovery (mencari dan menemukan) dan Problem Solving (pemecahan masalah). Yaitu suatu kegiatan atau cara belajar yang bersifat mencari secara logis, kritis, analitis menuju kesimpulan yang meyakinkan. Dari sini pesrta didik diharapkan mampu menemukan nilai-nilai ajaran agama Islam yang haq atau meyakinkan untuk dijadikan pilar-pilar penyangga kehidupannya sebagai makhluk ciptaan Tuhan sebagai anggota masyarakat. Dengan demikian dapat menumbuhkan kemauan untuk melestarikan nilai-nilai Islami dalam wujud mentaati janji, kesanggupan, tanggung jawab dan kebenaran moralitasnya yang dapat menciptakan keselarasan, keselamatan dan kesejahteraan hidup dunia akherat.
Arabiyatuna Arabiyatuna
