Sasaran terakhir dari semua kegiatan pemasaran dan promosi ialah orang-orang yang akhirnya mengeluarkan uang untuk mengadakan perjalanan wisata: si calon wisatawan atau wisatawan potensial. Berhasil-tidaknya promosi kepariwisataan akan terlihat dari banyak jumlah orang yang bersungguh-sungguh membeli produk pariwisata yang dipromosikan. Untuk tujuan tersebut, makin besar daya tarik produk wisata, maka akan semakin baik hasilnya. Untuk itu, pada waktu tertentu yang tepat diadakan kegiatan promosi.
Cara-cara yang lazim digunakan untuk keperluan itu yang terpenting adalah sebagai berikut:
1. ‘Peragaan’, misalnya rumah adat, pakaian tradisional, gambar-gambar. Dengan peragaan itu produk dan tempat penjualannya lebih mudah dapat dikenal oleh calon konsumen atau wisatawan.
2. Barang cetakan yang disebarkan ke pasar. Berbagai informasi dan imbauan dapat dicantumkan di dalamnya.
3. ‘Pameran khusus’ berupa benda-benda kebudayaan, pertunjukan seni dan lain sebagainya, yang dapat ditingkatkan menjadi “pekan atau bulan pariwisata”, yang dapat diadakan di daerah pasar maupun di daerah tujuan wisata itu sendiri.
4. Pemberian potongan harga selama jangka waktu tertentu, biasanya diberikan pada waktu promosi.
5. Pemberian hadiah khusus selama waktu promosi kepada konsumen atau wisatawan, misalnya: tas perjalanan, karcis bebas untuk melihat atraksi di daerah pariwisata dan sebagainya.
Pada hakikatnya cara-cara promosi itu tidak terbatas karena tergantung pada kreativitas petugas yang mengadakan promosi.Promosi langsung dilakukan oleh semua lembaga yang bersangkutan dengan pemasaran: produsen komponen pariwisata, biro perjalanan umum atau Biro Perjalanan Wisata.
Arabiyatuna Arabiyatuna
