Tipe Kepribadian Introvert
McCrae & Costa (dalam Nida, 2004) menyatakan bahwa individu dengan tipe kepribadian introvert ditunjukkan melalui rendahnya kemampuan individu dalam menjalin hubungan dengan lingkungan sosial mereka. Hal ini dapat dilihat melalui terbatasnya hubungan mereka dengan lingkungan di sekitarnya. Sikap dan perilaku mereka cenderung formal, pendiam, dan tidak ramah. Dalam mengapresiasikan emosi pada kondisi yang bahagiapun ia tampak tenang dan menunjukkan ekspresi yang datar dan tidak berlebihan. Mereka jarang sekali menunjukkan ketertarikan pada aktivatas-aktivitas yang melibatkan kelompok dalam lingkungan sosial. Individu intorvert menunjukkkan sikap yang cenderung menyerah pada keadaan dan tertinggal dalam mengikuti perkembangan keadaan.
Eysenck (dalam Eysenck & Wilson, 1976) menyatakan bahwa individu dengan tipe kepribadian memiliki ciri-ciri yang sebaliknya dari tipe kepribadian extrovert, yaitu: mereka digambarkan tenang, pemalu, introspektif, lebih menunjukkan minat pada buku daripada orang lain, sering menyendiri, kurang ramah kecuali dengan teman yang akrab. Individu introvert juga cenderung mempunyai rencana -rencana yang lebih jauh ke depan, berpikir lebih dahulu sebelum bertindak, kurang impulsif. Individu introvert kurang menyukai rangsangan, lebih menyukai kehidupan yang teratur. Individu introvert menjaga perasaanya di bawah kontrol yang teliti, kurang berbuat agresif, dan lebih sabar. Mereka juga dapat lebih dipercaya, pesimistik, dan menempatkan nilai yang tinggi pada standar-standar etika, menjaga jarak dengan orang lain, memiliki emosi yang datar, menerima kondisi sehari- hari dengan keseriusan, tidak dapat
mengungkapkan perasaan secara emosional, individu kurang percaya pada impuls- impuls seketika, daya antisipasi tinggi, tertib, teliti dalam melaksanakan sesuatu, dan disiplin dalam waktu.
Pada kondisi emosi tidak stabil individu dengan tipe kepribadian introvert menunjukkan kecenderungan menjadi sangat pendiam, pesimis, kurang bahkan tidak dapat bersosialisai, ekspresinya tenang, sederhana, kaku, suka murung, penuh kekhawatiran, dan suka menyendiri.
Hasil penelitian Green (dalam Pertiwi, 2001) menjelaskan bahwa individu dengan tipe kepribadian extrovert lebih memilih tingkat keramaian yang tinggi dibandingkan dengan tipe kepribadian introvet, demikian juga individu dengan tipe kepribadian extrovert lebih berpartisipasi daripada manusia introvert dalam diskusi kelompok.
Jones (dalam Pertiwi, 2001) menegaskan bahwa individu yang bertipe introvert cenderung memiliki tingkat kesepian yang lebih tinggi dari pada individu tipe kepribadian extrovert. Hal ini dapat dijelaskan melalui adanya perbedaan dalam kemampuan sosial antara individu extrovert dengan introvert. Pada mahasiswa kesepian memiliki hubungan negatif dengan beberapa keterampilan sosial umum meliputi keberanian mengambil resiko sosial yang lebih rendah, kecenderungan untuk berafiliasi dan kemampuan bersosialiassi juga rendah, kurang mampu mengungkapkan perasaannya pada orang lain, kurang adanya penyingkapan diri.
Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa ciri- ciri individu dengan tipe kepribadian introvert adalah individu yang kurang
menyukai rangsangan, lebih menyukai kehidupan yang teratur, menjaga perasaanya di bawah kontrol yang teliti, kurang berbuat agresif, dan lebih sabar.
Arabiyatuna Arabiyatuna
