Saturday, 18 April 2026
above article banner area

Tipe Kepribadian Introvert

Tipe Kepribadian Introvert

 

McCrae & Costa (dalam Nida, 2004) menyatakan bahwa individu dengan tipe  kepribadian  introvert  ditunjukkan  melalui  rendahnya  kemampuan  individu dalam menjalin hubungan dengan lingkungan sosial mereka. Hal ini dapat dilihat melalui terbatasnya hubungan mereka dengan lingkungan di sekitarnya. Sikap dan perilaku             mereka       cenderung    formal,   pendiam,             dan       tidak                 ramah.     Dalam mengapresiasikan  emosi  pada  kondisi  yang  bahagiapun  ia  tampak tenang dan menunjukkan ekspresi yang datar dan tidak berlebihan. Mereka jarang sekali menunjukkan  ketertarikan  pada  aktivatas-aktivitas   yang  melibatkan  kelompok dalam lingkungan sosial. Individu  intorvert menunjukkkan sikap yang cenderung menyerah pada keadaan dan tertinggal dalam mengikuti perkembangan keadaan.

Eysenck  (dalam  Eysenck  & Wilson,  1976) menyatakan  bahwa  individu dengan  tipe kepribadian  memiliki  ciri-ciri yang sebaliknya dari tipe kepribadian extrovert, yaitu: mereka digambarkan tenang, pemalu, introspektif, lebih menunjukkan  minat  pada  buku  daripada  orang  lain,  sering  menyendiri,  kurang ramah kecuali dengan teman yang akrab. Individu introvert juga cenderung mempunyai  rencana -rencana  yang  lebih  jauh  ke  depan,  berpikir  lebih  dahulu sebelum   bertindak,   kurang   impulsif.   Individu   introvert   kurang         menyukai rangsangan,  lebih menyukai kehidupan  yang teratur. Individu introvert menjaga perasaanya di bawah kontrol yang teliti, kurang berbuat agresif, dan lebih sabar. Mereka juga dapat lebih dipercaya, pesimistik, dan menempatkan nilai yang tinggi pada standar-standar etika, menjaga jarak dengan orang lain, memiliki emosi yang datar,     menerima                     kondisi     sehari- hari     dengan keseriusan,       tidak     dapat

 

 

 

 

 

 

 

mengungkapkan   perasaan   secara   emosional,   individu   kurang   percaya   pada impuls- impuls seketika, daya antisipasi  tinggi, tertib, teliti dalam melaksanakan sesuatu, dan disiplin dalam waktu.

Pada kondisi emosi tidak stabil individu dengan tipe kepribadian  introvert menunjukkan  kecenderungan  menjadi  sangat  pendiam,  pesimis, kurang bahkan tidak  dapat  bersosialisai,  ekspresinya  tenang,  sederhana,  kaku,  suka  murung, penuh kekhawatiran, dan suka menyendiri.

Hasil penelitian Green (dalam Pertiwi, 2001) menjelaskan bahwa individu dengan  tipe  kepribadian  extrovert lebih  memilih  tingkat keramaian  yang tinggi dibandingkan  dengan  tipe  kepribadian  introvet, demikian juga individu dengan tipe kepribadian  extrovert lebih berpartisipasi daripada manusia  introvert dalam diskusi kelompok.

Jones (dalam Pertiwi, 2001) menegaskan bahwa individu yang bertipe introvert   cenderung   memiliki   tingkat  kesepian   yang  lebih  tinggi  dari  pada individu   tipe  kepribadian  extrovert.   Hal  ini  dapat  dijelaskan  melalui  adanya perbedaan  dalam kemampuan  sosial antara individu  extrovert  dengan introvert. Pada            mahasiswa                   kesepian               memiliki     hubungan         negatif            dengan          beberapa keterampilan  sosial  umum  meliputi  keberanian  mengambil  resiko  sosial  yang lebih rendah, kecenderungan untuk berafiliasi dan kemampuan bersosialiassi juga rendah,  kurang  mampu  mengungkapkan  perasaannya  pada  orang  lain,  kurang adanya penyingkapan diri.

Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa ciri- ciri  individu  dengan  tipe  kepribadian  introvert  adalah  individu  yang  kurang

 

 

 

 

 

 

 

menyukai   rangsangan,    lebih    menyukai   kehidupan   yang    teratur,    menjaga perasaanya di bawah kontrol yang teliti, kurang berbuat agresif, dan lebih sabar.

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *