Wednesday, 24 July 2024
above article banner area

JIHAD DALAM ISLAM

 

JIHAD DALAM ISLAM Nadea

NIM, 210151601784

 

Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang

 

 

 

 

PENDAHULUAN

 

Istilah jihad di dalam agama islam menjadi sebuah simbol yang motivasi bagi umat islam dan sahabat – sahabat Rasulullah SAW agar melakukan kebaikan. Usaha tanpa pamrih yang disertai peningkatan kualitas dalam diri, sabar dan bertahan dalam segala bentuk ujian dan cobaan diri yang dihadapi. Jihat merupakan kata klasik yang sudah dikenal oleh bangsa arab jauh sebelum kedatangan agama islam. Namun kata jihad menjadi sangat populer setelah menjadi istilah yang diperkenalkan oleh Rasulullah SAW. Untuk membangun psikologi bagi umat islam agar menegakkan nilai – nilai kebenaran serta membebaskan umat islam dari belenggu perbudakan dan tatanan masyarakat yang sangat tidak bermoral.

 

 

 

PEMBAHASAN

 

  1. Pengertian Jihad

 

Kata jihad berasal dari kata ‘jahada” atau “jahdun” yang memiliki arti usaha atau kekuatan. Secara bahasa arti kata jihad adalah mengeluarkan segala kemampuan, kesungguhan, kekuatan, dan kesanggupan pada jalan yang diyakini kebenarannya, yang artinya menggunakan atau mengeluarkan tenaga, daya, usaha, kekuatan untuk melawan sesuatu yang tercela. Pengertian jihad tersebut mememberikan makna bahwa jihad mencangkup arti yang begitu luas. Sehingga jihad dapat pula diterjemahkan sebagai usaha yang bersungguh – sungguh dan berkualitas untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan di ridhai oleh Allah SWT. Dengan demikian Jihad adalah perjuangan yang dilakukan oleh individu umat muslim maupun kelompok islam dalam tujuan menyiarkan agama islam, atau perjuangan – perjuangan dibidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, moral, social, budaya, politik, keamanan, hak dan kewajiban.

 

Jihad sangat berbeda dengan perang, meskipun banyak yang masih mengartikan jihad sama dengan pengan perang dalam menyiarkan ajaran agama islam, makna jihad sendiri juga berbeda dengan perang. Jihad didalam Al – Qur’an berarti “berjuang’. Kalau pun ada ayat yang memerintahkan untuk berperang hal tersebut dikemukaan secara hati – hati. Seperti untuk mempertahankan diri dari gangguan dan penganiayaan dari pihak lain Islam atau musuh – musih islam, dan

 

 

tidak boleh melampaui batas. Jihat juga memiliki arti peningkatan kualitas. Salah satu firman Allah menyebutkan bahwa 20 orang yang sabar mampu untuk mengungguli 200 lawan. Hal ini berarti umat islam dituntut untuk meningkatkan kualitas di dalam diri mereka, baik kualitas iman atau kualitas dalam keterampilan maupun keilmuan. Muslim yang berkualitas didalam pandangan islam akan sangat terhormat. Kualitas diri seseorang juga menjadi salah satu kecintaan Allah SWT.

 

  1. B. Landasan Hukum Jihad

 

Hukum jihad yaitu farḍhu kifāyah, namun apabila musuh menyerang maka

akan menjadi farḍhu‘ain. Berikut penjelasan lebih lanjut :

 

  1. Hukum jihad farḍhu kifāyah

Maksudnya yaitu Kaum muslim secara wajib memulai suatu peperangan meskipun musuh (kaum kafir) tidak memulai penyerangan terlebih dahulu. Apabila tidak ada seorang pun dari kaum muslimin yang melakukan jihad di zaman tertentu maka berdosalah semua kaum muslimin tersebut karena meninggalkan kewajiban dalam berjihad.

  1. Hukum jihad farḍhu‘ain

Maksudnya yaitu ketika umat islam merasa terhalangi saat melakanakan rukun islam, dan merasa terusik kedaulatannya dalam berbangsa dan bernegara, maka mereka diperintahkan untuk berjihad berjuang bersungguh

– sungguh dijalan Allah SWT.

 

 

  1. Klasifikasi Jihad

 

Sebagian ulama telah membagi jihad menjadi dua macam yaitu jihad mal (jihad dengan harta) dan jihad nafs (jihad dengan diri atau jiwa raga). Pendapat para ulama tersebut berdasarkan dari beberapa firman Allah SWT dalam Al – Qur’an yang beberapa kali menyebutkan kedua jihad tersebut.

 

Pertama yaitu jihad dengan harta yang merupakan menafkahkan harta benda dijalan Allah SWT. Untuk digunakan pada kepentingan agama dan kemanusiaan. Pada ajaran  agama islam  harta  yang kita miliki  sebagian kecilnya mesti  kita salurkan kepada fakir miskin dan digunakan untuk kepentingan – kepentingan sosial. Harta bagi seorang muslim merupakan sarana untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat sehingga harta yang dimiliki oleh umat islam akan dimintai pertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT oleh karena itu pemanfaatan harta harus sesuai dengan nilai – nilai yang telah diridhai oleh Allah SWT.

 

Kedua yaitu jihat degan jiwa diri dan jiwa raga yang merupakan mewakafkan jiwa raga demi meegakkan keadilan yang dapat dirasakan oleh umat manusia sehingga dapat tercipta perasaan aman, bebas tanpa intimidasi dari pihak lain. Seorang muslim dituntut menegakkan kebenaran, serta memiliki pendirian yang tanguh untuk menghadapi segala macam bentuk intimidasi.

 

 

Kedua bentuk jihad tersebut dijanjikan ganjaran yang sangat luar biasa yaitu surge yang begitu indah serta penuh dengan kenikmatan dari Allah SWT. Bahkan mereka yang termasuk di dalam golongan ini akan dikategorikan sebagai manusia yang beruntung dikarenakan berani meninggalkan kepentingan pribadi mereka demi kepentingan bersama. Tanpa jihad mal dan jihad nafs maka keadilan dimuka bumi ini susah ditegakkan.

 

Ibnu Qayyim telah membagi jihad kedalam tiga bentuk, yaitu jihad mutlaq, jihad hujjah, dan jihad amm. Pembagian jihad tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi umat islam pada saat itu. Sehingga jihad yang dibagi didasarkan pada cara dipergunakan dalam megakkan keadilan dan kebenaran.

 

Pertama yaitu jihad mutlag menurut Ibnu Qayyim yaitu bersabar dalam menghadapi musuh di medan perang. Ilam membenarkan umat islam mempertahankan diri serta kehormatan diri, namun islam melarang umat islam untuk memulai suatu masalah terlebih dahulu, bahkan dalam melakukan peperangan, ajaran agama islam memberikan aturan – aturan yang sangat ketat sehingga  etika  dan  moralitas  senantiasa  terjaga  meskipun  itu  berada dimedan peperangan.

 

Kedua yaitu jihad hujjah adalah hijad yang dilakukan oleh para ulama dalam rangka untuk memberikan penjelasan dan dalil – dalil yang logis mengenai risalah islam yang bersifat raḥmatan lil ‘ālamīn. Jihad semacam ini juga dapat dikenl dengan da’wah bi al-lisān.

 

Ketiga yaitu jihad amm yaitu jihad yang dapat merangkupi seluruh aspek dalam kehidupan, baik bersifat moral maupun material. Jihad amm dapat dilakukan melalui harta, jiwa, tenaga, waktu, dan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Jihad dalam konteks tersebut melibatkan seluruh umat islam tanpa terkecuali. Bahkan Rasulullah SAW manegaskan bahwa perkerjaan yang paling disenangi oleh Allah SWT adalah pekerjaan yang dilakukan dengan bersungguh – sungguh.

 

Bentuk jihad yang tergolong sangat mulia yaitu amar ma’ruf dan nahi munkar (mengajak kepada kebaikan dan mencegah perbuatan mungkar). Jihad dalam bentuk ini dikategorilan oleh Rasulullah SAW sebagai jihad yang sangat di istimewakan karena hanya bisa dilakukan oleh orang – orang tertentu saja. Salah satu keistimewaannya jihad amar ma’ruf nahi munkar ialah lebih mulia dibandingkan dengan orang yang mati syahid. Orang mati syahid pahalanya terbatas sedangkan oaring yang melalukan amar ma’ruf nahi munkar pahala orang tersebut akan semakin bertambah.

 

Jihat terhadap hawa nafsu merupakan jihad yang paling tinggi karena jiwa manusia tersebut cenderung melakukan pelanggaran. Disamping hal tersebut jiwa manusia cenderung untuk memuaskan hawa nafsunya, melawan hawa nafsu yang mendorong pada perbuatan yang keji dan munkar serta mencari kepuasan jauh lebih sulit dibandingkan dengan sekedar berperang dimedan peperangan, sebab berperang sejalan dengan jiwa manusia yang cenderung untuk melawan musuh

 

 

sehingga jihad dalam melawan hawa nafsu jauh lebih susah dibandingkan dengan bentuk – bentuk dari jihad yang lainnya.

 

  1. Klasifikasi Jihad Di Era Modern

 

Jihad melawan setan merpakan jihad berlangsung sepanjang hidup. Selama hidup didunia ini, setan selaluvmelakukan tipu daya terhadap manusia, baik melalui harta, tahta, wanita, nafsu, kekuasaan, dan kesombongan. Meskipun Allah SWT memberi kesempatan kepada iblis (setan) untuk menyesatkan manusia dengan segala kemampuannya, tetapi segala tipu daya setan tersebut tidak akan mampu menyesatkan manusia yang benar – benar memiliki keiman dan ketakwa kepada Allah SWT.

 

Jihad ekonomi merupakan upaya umat islam untuk membebaskan diri dari kemiskinan sehingga umat islam akan menjadi umat yang kaya. Era modern juga ditandai dengan tingkat kemakmuran suatu Negara. Fenomena tersebutlah yang perlu untuk kita jihadkan, Sebab agma islam bukan identic dengan agama orang miskin. Karenanya, membebaskan diri dari kemiskinan termasuk dalam jihad kemiskinan.

 

Jihad dalam bidang ilmu yang sangat perlu untuk diprioritaskan. Menguasai ilmu pegetahuan dan ilmu teknologi (IPTEK) sejalan dengan jihad untuk kemujan dan kejayaan suatu bangsa. Mengatasi pengangguran juga termasuk di dalam jihad ini. Hal tersebut merupakan suatu langkah penyelamatan dari ancaman kefakiran, kriminalitas, dan degradasi moral.

 

 

 

PENUTUP

 

Pemahaman mengenai jihad yang begitu luas artinya memberikan gambaran bahwa ternyata konsep jihad di dalam agama islam adalah salah satu bentuk usaha yang bersungguh – sungguh dan berkualitas untuk tercapainya islam sebagai agama yang mewujudkan raḥmatan li al ‘ālamīn.

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *