Sunday, 12 July 2026
above article banner area

Jilbab Itu Indah

Jilbab Itu Indah
***
Kamu tau kenapa saya suka
wanita itu pakai jilbab?
Jawabannya sederhana, karena
mata saya susah diajak
kompromi. Bisa dibayangkan
bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini mulai
dari keluar pintu rumah sampai
kembali masuk rumah lagi. Dan
kamu tau? Di kampus tempat
saya seharian disana, kemana
arah mata memandang selalu saja membuat mata saya
terbelalak. Hanya dua arah yang
bisa membuat saya tenang,
mendongak ke atas langit atau
menunduk ke tanah.
_
Melihat kedepan ada perempuan
berlenggok dengan seutas
“Tank Top”, noleh ke kiri
pemandangan “Pinggul
terbuka”, menghindar kekanan
ada sajian “Celana ketat plus You Can See”, balik ke belakang
dihadang oleh “Dada
menantang!” Astaghfirullah…
kemana lagi mata ini harus
memandang?
_
Kalau saya berbicara nafsu, ow
jelas sekali saya suka. Kurang
merangsang itu mah! Tapi
sayang, saya tak ingin hidup ini
dibaluti oleh nafsu. Saya juga
butuh hidup dengan pemandangan yang membuat
saya tenang. Saya ingin melihat
wanita bukan sebagai objek
pemuas mata. Tapi mereka
adalah sosok yang anggun
mempesona, kalau dipandang bikin sejuk di mata. Bukan paras
yang membikin mata panas,
membuat iman lepas ditarik oleh
pikiran “ngeres” dan hatipun
menjadi keras. Andai wanita itu
mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh laki-laki ketika
melihat mereka berpakaian seksi,
saya yakin mereka tak mau
tampil seperti itu lagi. Kecuali
bagi mereka yang memang punya
niat untuk menarik lelaki untuk memakai aset berharga yang
mereka punya.
_
Istilah seksi kalau boleh saya
definisikan berdasar kata
dasarnya adalah penuh daya
tarik seks. Kalau ada wanita
yang dibilang seksi oleh para
lelaki, janganlah berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia
yang punya fitrah dihormati dan
dihargai semestinya anda malu,
karena penampilan seksi itu
sudah membuat mata lelaki
menelanjangi anda, membayangkan anda adalah
objek syahwat dalam alam
pikirannya. Berharap anda
melakukan lebih seksi, lebih… dan
lebih lagi. Dan anda tau apa
kesimpulan yang ada dalam benak sang lelaki? Yaitunya:
anda bisa diajak untuk begini dan
begitu alias gampangan!
_
Mau tidak mau, sengaja ataupun
tidak anda sudah membuat diri
anda tidak dihargai dan
dihormati oleh penampilan anda
sendiri yang anda sajikan pada
mata lelaki. Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri anda, apa
itu dengan kata-kata yang
nyeleneh, pelecehan seksual atau
mungkin sampai pada perkosaan.
Siapa yang semestinya
disalahkan? Saya yakin anda menjawabnya “lelaki” bukan? Oh
betapa tersiksanya menjadi
seorang lelaki dijaman sekarang
ini.
_
Kalau boleh saya ibaratkan, tak
ada pembeli kalau tidak ada yang
jual. Simpel saja, orang pasti
akan beli kalau ada yang
nawarin. Apalagi barang bagus
itu gratis, wah pasti semua orang akan berebut untuk
menerima. Nah apa bedanya
dengan anda menawarkan
penampilan seksi anda pada
khalayak ramai, saya yakin siapa
yang melihat ingin mencicipinya.
_
Begitulah seharian tadi saya
harus menahan penyiksaan pada
mata ini. Bukan pada hari ini saja,
rata-rata setiap harinya. Saya
ingin protes, tapi mau protes ke
mana? Apakah saya harus menikmatinya…? tapi saya
sungguh takut dengan Zat yang
memberi mata ini. Bagaimana
nanti saya
mempertanggungjawabkan
nanti? sungguh dilema yang berkepanjangan dalam hidup
saya. Allah Taala telah berfirman:
“Katakanlah kepada laki-laki
yang beriman, Hendaklah mereka
menahan pandangannya dan
memelihara kemaluannya”, yang demikian itu adalah lebih suci bagi
mereka. Sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui apa yang
mereka perbuat. Katakanlah
kepada wanita beriman
“Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara
kemaluannya.” (QS. An-Nuur :
30-31).
_
Jadi tak salah bukan kalau saya
sering berdiam di ruangan kecil
ini, duduk di depan komputer
menyerap sekian juta elektron
yang terpancar dari monitor,
saya hanya ingin menahan pandangan mata ini. Biarlah mata
saya ini rusak oleh radiasi
monitor, daripada saya tak bisa
pertanggung jawabkan nantinya.
Jadi tak salah juga bukan? kalau
saya paling malas diajak ke mall, jjs, kafe, dan semacam tempat
yang selalu menyajikan
keseksian.
_
Saya yakin, banyak laki-laki yang
punya dilema seperti saya ini.
Mungkin ada yang menikmati,
tetapi sebagian besar ada yang
takut dan bingung harus
berbuat apa. Bagi anda para wanita apakah akan selalu
bahkan semakin menyiksa kami
sampai kami tak mampu lagi
memikirkan mana yang baik dan
mana yang buruk. Kemudian
terpaksa mengambil kesimpulan menikmati pemadangan yang
anda tayangkan?
_
So, berjilbablah … karena itu
sungguh nyaman, tentram,
anggun, cantik, mempersona dan
tentunya sejuk dimata.
***
Sumber: Friendster Bulletinboard

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *