Sunday, 19 April 2026
above article banner area

Para Teroris Menjadikan Rasa Aman Sedemikian Mahal

Sehari-hari, bagi kita semua, rasanya kehidupan ini terasa aman . Namun, di tempat-tempat tertentu keamanan itu ternyata menjadi sedemikian mahal. Saya merasakan itu justru ketika  sedang di hotel. Setiap saya ke Jakarta dan menginap di hotel, saya menjadi sadar bahwa keamanan itu sedemikian mahalnya. 

  Ketika mau masuk pintu hotel, tentu tidak semua hotel,   selalu dilakukan proses pemeriksaaan. Mobil dan bagasinya diperiksa dengan menggunakan alat detector. Para tamu terasa seperti dicurigai, dikhawatirkan membawa sesuatu yang membahayakan.   Pemeriksaaan di pintu gerbang tersebut belum dianggap cukup. Ketika tamu  memasuki ruang resepsionis  masih harus diperiksa lagi. Selain koper atau barang bawaan lain diperiksa, tiap tamu harus lewat pintu security, barangkali di bagian tertentu  para tamu  terdapat  barang yang membahayakan.   Saya rasakan dulu tidak seperti itu. Pemeriksaaan yang sedemikian ketat itu dilakukan setelah beberapa kali peristiwa pengeboman yang dilakukan oleh para teroris  di beberapa hotel, yang ada di kota besar, seperti Jakarta. Dari pengalaman buruk itu, maka pihak manajemen hotel melakukan kehati-hatian yang luar  biasa. Mereka melakukan itu,  agar semua tamu merasa aman selama tinggal di hotel.   Maka,  pengaruh teroris terasa sedemikian besar dan luas. Orang tidak lagi merasa aman. Apa saja lalu dicurigai. Bisa dibayangkan berapa petugas security yang harus ditugaskan untuk mengantisipasi terjadinya kasus-kasus pengeboman itu. Lebih lanjut, berapa biaya yang harus ditambahkan oleh pihak manajemen hotel untuk menjaga keamanan itu. Tentu sangat besar sekali.   Lebih dari  itu, secara psikologis,  negeri ini menjadi terkesan dalam keadaan kurang aman. Seolah-olah, di mana-mana ada sesuatu yang ditakuti, yaitu para teroris. Orang lalu menjadi repot, terutama tatkala memasuki tempat-tempat tertentu, seperti hotel, mall dan lain-lain. Padahal, kapan pun dan dimana pun orang selalu berharap di mana dan kapan saja dalam keadaan aman dan damai.   Merasakan kenyataan seperti itu,  saya lantas selalu berpikir tentang apa sesungguhnya yang akan diperjuangkan oleh para teroris itu. Jika Islam yang akan diperjuangkan, bukankah Islam hadir di muka bumi ini  sebenarnya adalah membangun masyarakat yang aman, sejahtera,  dan damai. Selanjutnya, sebagai bukti akan hal itu, bisa kita lihat dan rasakan, yaitu  di kota Madinah, di mana dulu Nabi bermukin, 14 abad yang lalu, sampai sekarang keadaannya sangat terasa aman dan damai.   Madinah sebgai  kota nabi itu tidak sedikitpun terasa ada ancaman. Hotel-hotel berbintang tidak ada sesuatu  yang mengkhawatirkan. Semua tempat terasa aman. Sekalipun di sana-sini ada askar  atau polisi, mereka  sebatas untuk menjaga ketertiban dan atau kedisiplinan. Di kota itu tidak ada kesan sedikitpun pernah lahir para teroris. Kota ini bukan merupakan sumber inspirasi bagi para teroris. Yang terjadi justru sebaliknya, sebagai inspirator ketenangan dan kedamaian.   Memang, Islam adalah agama damai. Islam hadir adalah untuk membangun kedamaian dengan siapapun. Teror-meneror  tidak pernah diajarkan oleh nabi. Dalam sejarah disebutkan bahwa memang banyak pihak yang memusuhi nabi, baik secara kelompok atau perseorangan. Tetapi mereka itu, tidak pernah dilawan oleh Nabi. Mereka selalu dipandang sebagai sasaran dakwah, yaitu diajak menuju kepada kebaikan dan kedamaian. Nabi tidak pernah mengajarkan tentang sesuatu yang mencelakakan orang.   Karena itu, saya sangat yakin, bahwa para teroris, sekalipun mereka mengaku sebagai pembela Islam, tetapi pada hakekatnya adalah justru merugikan dan sekaligus merusak citra Islam sebagai agama pembawa kedamaian. Islam hadir membawa misi  keamanan dan kedamaian. Bukan justru sebaliknya, di mana-mana harus dijaga, sehingga seolah-olah keamanan dan kedamaian menjadi sedemikian mahal. Wallahu a’lam.

Penulis : Prof DR. H. Imam Suprayogo

Rektor  Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *