Friday, 13 March 2026
above article banner area

bintang

Bintang-bintang di langit itu ternyata membentuk pola-pola. Pola-pola ini oleh para pengamat diberi nama, kemudian dinamakan rasi bintang atau konstelasi. Nama-nama rasi bintang itu antara lain : Skorpio, Leo, Orion, dan 85  rasi bintang lainnya. Rasi bintang yang terkenal di Langit Utara adalah Ursa Mayor (Beruang Besar) dan Orion (gambar 6)

 

Gambar 11. Rasi bintang Ursa Mayor dan rasi bintang lainnya

a. Jarak Bintang

Jarak bintang dinyatakan dengan “tahun cahaya”. Satu tahun cahaya sama dengan jarak yang ditempuh cahaya dalam waktu satu tahun ( 365 x 24 x 3600 sekon ). Jadi satu tahun cahaya = 365 x 24 x 3600 x 3 x 108 meter = 9,5 x 1015 meter.

Satuan jarak bintang yang lain adalah “parsec”. Satu parsec = 3,26 kali tahun cahaya. Parsec singkatan dari paralaks secon. Untuk mengukur jarak bintang, dapat dilakukan dengan “metode paralaks” atau “metode segi tiga”.

Perhatikan gambar 7 berikut ini ! Seorang mengamati sebuah bintang Bt pada 2 keadaan, yaitu pada bulan Januari (A) dan  Juli (B) dan ia mengukur sudut paralaks ( α ). JIka jarak bumi – matahari = d dan jarak bintang – matahari = y, maka : tan α = d / y. Karena α kecil, persamaan ini dapat ditulis : α = d/y à y = d / α ( α dalam satuan radial ).

 

Gambar 12. Penentuan jarak bintang

b. Tingkat Kecerahan Bintang.

Tidak semua bintang sama cerahnya, ada yang suram dan ada yang sangat cerah. Ada dua faktor yang menyebabkan perbedaan tingkat kecerahan (brightness) bintang-bintang, yaitu :

c. Intensitas Cahaya.

Intensitas yang dipancarkan oleh bintang-bintang dinyatakan dengan nama Luminositi mutlak. Semakin besar luminosity mutlaknya, semakin cerah/terang bintang tersebut.

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *