Menurut teori Big-Bang, awal jagad raya dimulai dari ledakan suatu gumpalan kecil sekali (titik) yang kepadatannya luar biasa dan suhu yang sangat tinggi (± 1032 K). Pergeseran merah pada spektrum-spektrum galaksi menunjukkan suatu jagad raya yang sedang mengembang. Menurut para astronomi, jagad raya ini berawal dari suatu massa padat yang menyerupai “atom raksasa”. Kemudian massa ini mengalami “dentuman besar (Big-Bang)” membentuk suatu bola api yang sangat besar. Dalam beberapa menit, materi telah terpencar ke ruang angkasa yang maha luas.
Sekarang ini, kita sedang melihat jagad raya sedang mengembang (dibuktikan oleh pergeseran merah) akibat dari dentuman besar itu (perhatikan gambar 22!)
Gambar 10. jagad raya sedang mengembang (dibuktikan oleh pergeseran merah) akibat dari dentuman besar itu
Di Big-Bang jagad raya dianggap berukuran nol dan dalam keadaan panas tak hingga. Dengan kata lain, pada awal Big-Bang ruang dan waktu belum ada. Bagaimana cara materi “dapat ada” dari “tidak ada” pada awal Big-Bang? Menurut teori para ilmuwan, Sesaat setelah Big-Bang (10-35 sekon) semua partikel hadir dalam keseimbangan. Satu detik setelah Big-Bang suhu turun kira-kira 1010 K, hadirlah partikel-partikel yang kita kenal sekarang seperti : elektron, netron, dan neutrino. Setelah 106 tahun setelah Big-Bang, suhu turun di bawah 3000 K, partikel-partikel bergabung membentuk H, He, dan sedikit deteron (1H2). Perbandingan massa H : He = 3 : 1
Arabiyatuna Arabiyatuna
