Pada ekosistem daratan organisme tanah merupakan pengurai yang berfungsi untuk mengubah bahan organik menjadi bentuk senyawa yang lain yang bermanfaat bagi kesuburan tanah. Fauna tanah seperti serangga nematoda keoang, rayap, dan sarangga sangat penting peranannya dalam proses dekomposisi, sebelum proses dekomposisi lebih lanjut oleh mikrooganisme tanah (Hakim dkk 1986).
Kehadiran fauna tanah terhadap habitatnya tidak sama, ada yang secara temorer atau semetara dan ada pula yang menetap lebih lanjut. Menurut Ardianto (1980) bahwa kelompok fauna tanah yang hanya sewaktu-waktu menuju ketanah. Kelompok fauna tanah ini dinamakan fauna tanah temporer, yaitu golongan serangga yang memasuki tanah dengan tujuan bertelur, setelah menetas dan berkembang dan menjadi dewasa, serangga akan keluar dari tanah. Kelompok fauna tanah yang seluruh daur hidupnya berlangsung diatas tanah dinamakan transien, kebalikan dari kelompok tarnsien adalah kelompok periodik dimana kelompok ini siklus hidupnya berada dalam tanah.
Menurut Van Der Driff (1951) dalam Ardianto (1980) jenis fauna tanah dibagi menjadi empat kategori, yaitu mikrofauna berukuran 20 mikron-200 mikron (Protozoa, Rotifera, Dll), mesofauna berukuran 200 – 2 mm, ( Acarina, Colembola,Dan Rotana), makrofauna berukuran 2 mm- 20mm ( Isopoda, Chilopoda, Dplopoda, gastropoda.), Megafauna berukuran 20 mm -200 mm (Diplopoda) dan serangga besar serta vertebrata
Arabiyatuna Arabiyatuna
