Wednesday, 24 July 2024
above article banner area

Perjalanan Khadijah: Dedikasi Membangun Pendidikan di Hutan Kalimantan Selatan

Khadijah, seorang guru berdedikasi, menempuh perjalanan yang mengesankan untuk sampai ke SD Negeri Juhu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Dalam sebuah perjalanan yang memakan waktu 15 jam di tengah hutan, Khadijah menjelajahi medan sulit dengan tekad kuatnya untuk memberikan pendidikan.

Perjalanan dimulai dari desa Kiyu, merupakan titik terakhir yang dapat dijangkau dengan kendaraan bermotor sebelum mencapai SD Negeri Juhu. Bersama dua saudaranya dan seorang porter dari warga Kiyu, Khadijah menempuh perjalanan dengan membawa tas berisi buku pelajaran dan pakaian ganti.

Tidaklah mudah mengarungi medan menuju sekolah. Tanjakan dan turunan curam, akar pohon yang melintasi jalur tanah berbatu, serta kehadiran lintah dan hewan liar kerap menjadi sahabat perempuan berusia 53 tahun ini di hutan Pegunungan Meratus. Meskipun demikian, bagi Khadijah, pemandangan pohon-pohon raksasa dan keindahan lumut hijau memberikan semangat dan kekuatan.

Pegunungan Meratus merupakan rumah bagi hutan hujan tropis di Kalimantan Selatan. Di Desa Juhu, Kecamatan Batang Alai Timur, berdiri sebuah sekolah dasar tempat Khadijah memberikan pengajaran.

Sejak tahun 2001, Khadijah telah memulai perjalanan pendidikan di Desa Juhu. Keterbatasan akses pendidikan mendorong perempuan Dayak ini untuk berkiprah. Baginya, memberikan akses pendidikan adalah kunci pembebasan anak-anak dari jerat kemiskinan.

Bekerjasama dengan kepala desa setempat, Khadijah mencari anak-anak di sekitar desa untuk bergabung dalam pembelajaran, meskipun pada tahun 2001 fasilitas sekolah masih belum tersedia sepenuhnya. Ia pun aktif meyakinkan keluarga akan pentingnya pendidikan.

Khadijah juga tak absen dari setiap acara adat di balai desa. Ia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajak dan meyakinkan warga, hingga akhirnya terkumpul 90 siswa yang mayoritas berusia di atas 10 tahun, dengan satu syarat utama: mereka mau belajar.

Dengan modal siswa dan proses belajar-mengajar yang dijalankan, Khadijah secara rutin melaporkan perkembangan pembelajaran kepada bupati setempat. Pada tanggal 17 Mei 2001, SD Kelas Kecil Abdurrahman Wahid (Gusdur) resmi berdiri, yang kemudian dikenal sebagai Sekolah Dasar Negeri Juhu. Pembangunannya didukung oleh Menteri Kehutanan dan Perkebunan saat itu, Marzuki Usman.

“Saya sangat bersyukur mendapat murid-murid tersebut, dan sekarang beberapa di antara mereka telah menjadi guru seperti saya, berdedikasi di SD ini juga,” kata Khadijah, seperti yang dikutip dari Antara.

Selama perjalanan membangun pendidikan di tengah hutan Pegunungan Meratus, Khadijah selalu didukung penuh oleh keluarganya. Mereka tidak hanya memberikan dukungan secara moral, tetapi juga turut serta membantu dalam perjalanan ketika cuaca buruk atau akses sulit.

Khadijah juga mengungkapkan bahwa sang suami senantiasa mendengarkan tantangan dan cerita kebahagiaan dari ruang kelas. Semangatnya dalam membangun pendidikan selama 23 tahun di pegunungan ini diakui terinspirasi dan didukung oleh keluarganya.

Pada tahun 2005, Khadijah menjadi ASN PNS dan saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Sekolah Dasar Negeri Juhu.

Ia berharap agar para guru muda tetap mempertahankan semangat dalam mendidik, terlepas dari tantangan medan dan kondisi geografis saat mengajar di pedalaman.

“Bagi para guru muda, janganlah mengeluh meskipun ditempatkan di daerah terpencil, baik sebagai guru kontrak atau P3K. Ilmu yang didapat dari kota harus disampaikan, karena masyarakat di pedalaman juga perlu pengetahuan. Guru-guru lah yang dapat membuka wawasan anak-anak bangsa,” ucapnya dengan harapan.

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *