Friday, 17 April 2026
above article banner area

studi komunitas hewan di kebun wortel

Pertanaman wortel merupakan salah satu bentuk agro-ekosistem atau disebut juga sebagai ekosistem binaan manusia, dimana proses pembentukan, peruntukan dan pengembangannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan manusia, sehingga campur atau tindakan manusia menjadi unsure yang dominant. Walaupun campur tangan manusia merupakan unsure yang dominant, agro-ekosistem mempunyai kesamaan dengan ekosistem-ekosistem lainnya. Agroekosistem juga dikuasai oleh kaidah-kaidah ekologi yang berlaku secara umum. Dalam suatau agroekosistem juga ditemukan jarring dan aliran rantai makanan yang kompleks dan dinamik (Untung,1993) Usaha peningkatan hasil panen wortel perlu ditingkatkan mengingat wortel merupakan salah satu komoditi sayuran utama di Indonesia.Selain itu produksiwortel saat ini masih tergolong rendah disbanding dengan tingkat kebutuhan masyarakat. Salah satu upaya dalam peningkatan produktivitas kedelai adalah pengendalian hama di pertanaman kedelai. Fauna yang terdapat di pertanaman kedelai keberadaan dan disrtibusinya pada suatu saat tertentu dapat berperan sebagai hama. Fauna-fauna yang diamati pada penelitian ini adalah fauna yang tertangkap pada 3 perangkap yang digunakan untuk pengumpulan data, yaitu: Light trap, Colour Trap dan Pitfall trap. Komunitas fauna adalah keberadaan spesies fauna berbeda secara bersama-sama disuatu areal tertentu. Keberadaan fauna tersebut dapat diketahui dengan menggunakan analisis komunita, baik struktur komunitas maupun struktur tropic. Struktur komunitas adalah parameter-parameter komunitas yaitu indeks keanekaragaman, kemerataan,kekayaan,kepadadatan dan indeks dominansi. Struktur tropic fauna adalah kedudukan tiap-tiap fauna tanah dalam suatu komunitas berdasarkan fungsi dan makanannya dalam komunitas tersebut.

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *