Tuesday, 23 June 2026

Artikel Ilmiah

Karakteristik Bank Syariah

Ikatan Akuntan Indonesia (2004) menyebutkan bahwa karakteristik bank syariah adalah: Berdasarkan prinsip syariah Implementasi prinsip ekonomi Islam dengan ciri: Pelarangan riba dalam berbagai bentuknya Tidak mengenal konsep time-value of money Uang sebagai alat tukar bukan komoditi yang diperdagangkan Beroperasi atas dasar bagi hasil Kegiatan usaha untuk memperoleh imbalan atas jasa ...

Read More »

Karakteristik Bank Konvensional

Anonimous  (2001) menjelaskan bahwa karakteristik bank konvensional meliputi beberapa hal: Merupakan industri yang kegiatan usahanya mengandalkan kepercayaan masyarakat sehingga tingkat kesehatan bank perlu dipelihara. Pengelola bank dalam usahanya dituntut untuk senantiasa menjaga keseimbangan antara pemeliharaan likuiditas yang cukup dan pencapaian rentabilitas yang wajar serta pemenuhan kebutuhan modal yang memadai sesuai ...

Read More »

Perbedaan Akuntansi Bank Konvensional dengan akuntansi Bank Syariah

a. Definisi Pengertian bank menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2004) adalah lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan (financial intermediary) antara pihak yang memilki dana dan pihak-pihak yang memerlukan dana, serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar lalu lintas pembayaran. Pengertian bank menurut UU no. 7 tahun 1992 tentang perbankan adalah: “bank adalah ...

Read More »

Definisi Akuntansi

Warren dkk (2005:10) menjelaskan bahwa: “secara umum, akuntansi dapat didefinisikan sebagai sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan”. Littleton (Muhammad, 2002:10) mendefinisikan: “tujuan utama dari akuntansi adalah untuk melaksanakan perhitungan periodik antara biaya (usaha) dan hasil (prestasi). Konsep ini merupakan inti dari ...

Read More »

Prinsip-prinsip dalam Organisasi

Menurut (.Manullang, 1994) Agar suatu  organisasi dapat berjalan dengan baik atau dalam rangka membentuk suatu organisai yang baik atau dalam usaha organisasi perlu kita perhatikan beberapa prinsip-prinsip organisasi   sebagai berikut : Perumusan tujuan yang jelas Pembagian kerja dan Delegasi Kekuasaan Rentang kekuasan Tingkatan-tingkatan pengawasan Kesatuan perintah dan tanggung jawab. Koordinasi ...

Read More »

Definisi Organisasi

Di dalam usaha untuk mencapai tujuan tertentu maka manusia harus bekerja sama dengan pihak lainnya yaitu dengan beroarganisasi. Dengan adanya organisasi mengakibatkan adanya pembagian kerja antara kelompok orang-orang yang bekerja sama. Dalam organisasi yang kecil, pembagian kerjanya tidak begitu terlihat, tapi seblaiknya pada organisasi yang benar nampak jelas pembagian kerjanya ...

Read More »

Definisi Manajemen

Dalam   menguraikan  definisi manajemen ini, masing-masing pegarang  mempunyai tafsiran yang berbeda tergantung dari pendekatan yang digunakan oleh pengang itu. Beberapa pengarang mendefinisikan manajemen  dengan menekan  kepada manajemen sebagai seni,  ilmu atau profesi, walaupun demikian jika disimak  dari beberapa pendekatan tersebut pada prinsipnya sama. Yaitu agar terdapat  tata kerja yang baik  ...

Read More »

Jenis-Jenis Persediaan

Menurut (Harnanto, 1994), bagi perusahaan dagang yang di dalam usahanya adalah membeli dan menjual kembali barang-barang, pada umumnya persediaan yang dimiliki adalah: persediaan barang dagangan, untuk menyatakan barang-barang yang dimiliki dengan tujuan akan dijual kembali di masa yang akan datang. Barang-barang ini secara fisik tidak akan berubah sampai barang tersebut ...

Read More »

Pengertian Persediaan

Persediaan adalah bagian utama dalam neraca dan seringkali merupakan perkiraan yang nilainya cukup besar yang melibatkan modal kerja yang besar. Menurut (standar akuntansi keuangan, 1999) persediaan adalah aktiva: yang tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha normal; dalam proses produksi dan atau dalam perjalanan; atau dalam bentuk bagan atau perlengkapan (supplies) ...

Read More »

Tahap-Tahap Audit Operasional

Suatu audit operasional merupakan pekerjaan besar bagi siapapun yang melaksanakannya. Auditor dalam melaksanakan kegiatannya memerlukan kerangka tugas sebagai pedoman. Tanpa adanya kerangka yang tersusun baik, auditor akan banyak menghadapi kesulitan dalam melaksanakan pekerjaannya, mengingat bahwa struktur perusahaan maupun kegiatan sudah semakin maju dan rumit. Melalui kerangka ini, auditor akan mempunyai ...

Read More »