Friday, 1 May 2026

Komitmen Kerja dalam Berorganisasi

  a.    Kemauan        Kemauan karyawan untuk bekerja keras demi tercapainya tujuan organisasi mencerminkan tingginya komitmen karyawan. Berkaitan dengan hal tersebut, dalam kamus besar Indonesia  (1990 :567), kemauan menunjuk pada keinginan karyawan untuk berbuat dan melaksanakan sesuatu dengan sungguh-sungguh. Dengan adanya kemauan dari para karyawan paling tidak dapat digunakan untuk ...

Read More »

Perlakuan Panas

Perlakuan  panas  didefinisikan  sebagai  kombinasi  operasi pemanasan  dan  pendinginan  terhadap  logam  atau  paduan  dalam keadaan  padat  dengan  waktu  tertentu,  yang  dimaksud  memperoleh sifat – sifat  tertentu.  Langkah  pertama  pada  setiap  proses  laku  panas  adalah  memanaskan  logam  bersama  campurannya  sampai temperatur  tertentu,  lalu  menahan  beberapa  saat  pada   temperatur itu  kemudian  didinginkan  ...

Read More »

Membvangun Loyalitas dan Komitmen

Menurut Steers (dalam Dessler, 1992:319) komitmen organisasi dapat didefinisikan sebagai kekuatan relatif identifikasi individu terhadap organisasinya, yang dapat dilihat paling tidak dengan 3 faktor, yaitu : Kepercayaan dan penerimaan yang kuat atas tujuan dan nilai-nilai organisasi Kemauan untuk mengusahakan kepentingan organisasi Keinginan yang kuat untuk mempertahankan jadi anggota organisasi. Senada ...

Read More »

Faktor-faktor Komitmen Kerja

Faktor-faktor komitmen kerja dapat dilihat dari kajian David (1994 : 474) dengan membagi faktor-faktor komitmen kerja menjadi empat karakteristik yang meliputi :  Faktor Personal   Variabel yang sering memiliki keterlibatan adalah usia, masa kerja, tingkat pendidikan, jenis kelamin, serta faktor kepribadian yang meliputi motif berprestasi, perasaan memiliki, kepuasan kerja dan ...

Read More »

Kampuh Las

            Pada sub ini akan dibahas mengenai klasifikasi sambungan las dan bentuk alur kampuh las yang dibatasi pada kampuh V. Kampuh las merupakan bagian dari logam induk yang nantinya akan diisi oleh logam las, kampuh las awalnya adalah berupa kubungan las yang kemudian diisi dengan logam las. Sambungan las dengan ...

Read More »

Komitmen Terhadap Organisasi

Konsep tentang komitmen karyawan terhadap organisasi ini (disebut pula dengan komitmen kerja), yang mendapat perhatian dari manajer maupun ahli perilaku organisasi, berkembang dari studi awal mengenai loyalitas karyawan yang diharapkan ada pada setiap karyawan.             Komitmen kerja atau komitmen organisasi merupakan suatu kondisi yang dirasakan oleh karyawan yang dapat menimbulkan ...

Read More »

Kekerasan (Hardness)

            Kekerasan dapat didesifinikan sebagai ketahanan logam terhadap beban penekanan kedalam yang disebabkan oleh benda tekan yang berbentuk tertentu karena pengaruh gaya tertentu, semakin kecil penekanan (atau tidak dalam) menunjukan kekerasan yang semakin besar.             Ada bebrapa macam alat penguji kekerasan yang dipergunakan sesuai dengan : bahan, kekerasan ukuran dan ...

Read More »

Teori Herzberg

Menurut Herzberg, orang menginginkan dua macam faktor kebutuhan, yaitu : (Herzberg’s dalam Dessler, 1992 : 334)      Pertama, kebutuhan akan kesehatan atau kebutuhan akan pemeliharaan. Hal ini berhubungan dengan hakikat manusia yang igin memperoleh ketenteraman lahiriyah. Faktor-faktor pemeliharaan meliputi balas jasa, kondisi kerja fisik, kepastian pekerjaan, supervisi yang menyenangkan, mobil ...

Read More »

Struktur Mikro

            Pada umumnya struktur mikro dari baja tergantung dar kecepatan pendinginannya dari suhu daerah austenit samapai ke suhu kamar. Karena perubahan struktur ini maka dengan sendirinya sifat-sifat mekanik yang dimiliki juga berubah. Hubungan antara kecepatan pendinginan dan satruktur mikro yang terbentuk biasanya digambarkan dalam diagram yang menghubungkan waktu, suhu transformasi ...

Read More »

Metalurgi Las

            Seperti telah diuraikan diatas pengelasan adalah proses penyambungan antara dua bagian logam atau lebih dengan menggunakan energi panas. Karena proses ini maka logam disekitar pengelasan mengalami pemanasan dan pendinginan cepat yang menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan metalurgi, deformasi, dan tegangan-tegangan termal. Hal ini sangat erat hubungannya ketangguahan cacat las retak dan ...

Read More »