إِنَّ وَ كَانَ وَ أَخَوَاتُهُمَا “INNA” DAN “KANA” SERTA “KAWAN-KAWANNYA” Kata إِنَّ (=sesungguhnya) dan كَانَ (=adalah) serta kawan-kawannya sedikit mengubah kaidah I’rab yang telah kita pelajari sebelumnya sebagai berikut: 1) Bila Harf إِنَّ (=sesungguhnya) atau kawan-kawannya memasuki sebuah Jumlah Ismiyyah ataupun Jumlah Fi’liyyah maka Mubtada’ atau Fa’il yang asalnya Isim ...
Read More »‘ADAD (BILANGAN)
Mula-mula, anda harus mengafalkan sepuluh bentuk dasar dari ‘Adad (Bilangan): 1 وَاحِدٌ 6 سِتُّ 2 اِثْنَانِ 7 سَبْعُ 3 ثَلاَثُ 8 ثَمَانِي 4 أَرْبَعُ 9 تِسْعُ 5 خَمْسُ 10 عَشْرُ Dalam penggunaannya, bentuk-bentuk dasar ‘Adad tersebut akan mengalami sedikit perubahan dengan ketentuan sebagai berikut: Bilangan 1 (وَاحِدٌ) terletak di belakang ...
Read More »I’RAB FI’IL MUDHARI’
إِعْرَب فِعْل الْمُضَارِع I’RAB FI’IL MUDHARI’ Fi’il Mudhari’ juga mengalami I’rab atau perubahan baris/bentuk di akhir kata bila didahului oleh harf-harf tertentu. Fi’il Mudhari mengenal tiga macam I’rab: 1) I’RAB RAFA’ ialah bentuk asal dari Fi’il Mudhari’ dengan alamat (tanda): a. Baris Dhammah: أَفْعَلُ / نَفْعَلُ / تَفْعَلُ / يَفْعَلُ ...
Read More »ALAMAT FAR’IYYAH (TANDA-TANDA CABANG)
عَلاَمَات الْفَرْعِيَّة ALAMAT FAR’IYYAH (TANDA-TANDA CABANG) Dalam pelajaran-pelajaran yang lalu kita sudah melihat Alamat Ashliyyah atau tanda-tanda asli (pokok) dari I’rab yaitu baris Dhammah untuk I’rab Rafa’, baris Fathah untuk I’rab Nashab, dan baris Kasrah untuk I’rab Jarr. Diantara bentuk-bentuk Isim, ada yang menggunakan tanda-tanda yang berbeda dari Alamat Ashliyyah ...
Read More »ISIM MAJRUR
اِسْم مَجْرُوْر ISIM MAJRUR Isim yang terkena I’rab Jarr disebut Isim Majrur yang terdiri dari: 1) Isim yang diawali dengan Harf Jarr. Yang termasuk Harf Jarr adalah: بِ (=dengan), لِ (=untuk), فِيْ (=di, dalam), عَلَى (=atas), إِلَى (=ke), مِنْ (=dari), كَـ (=bagai), حَتَّى (=hingga), وَ / تَـ untuk sumpah (=demi ...
Read More »ISIM MANSHUB
اِسْم مَنْصُوْب ISIM MANSHUB Isim yang terkena I’rab Nashab disebut Isim Manshub. Yang menjadi Isim Manshub adalah semua Isim selain Fa’il atau Naib al-Fa’il dalam Jumlah Fi’liyyah. 1) MAF’UL (مَفْعُوْل) yakni Isim yang dikenai pekerjaan (Objek Penderita). قَرَأَ مُحَمَّدٌ الْقُرْآنَ = Muhammad membaca al-Quran القُرْآنَ (= al-Quran) –> Maf’ul –> ...
Read More »ISIM MARFU’
Isim yang mengalami I’rab Rafa’ dinamakan Isim Marfu’ yang terdiri dari: 1) Mubtada’ (Subjek) dan Khabar (Predikat) pada Jumlah Ismiyyah (Kalimat Nominal). Perhatikan contoh-contoh Jumlah Ismiyyah di bawah ini: اَلْبَيْتُ كَبِيْرٌ = rumah itu besar اَلْبَيْتُ كَبِيْرٌ جَمِيْلٌ = rumah itu besar (lagi) indah اَلْبَيْتُ الْكَبِيْرُ جَمِيْلٌ = rumah besar ...
Read More »I’RAB ISIM
إِعْرَاب اْلاِسْم I’RAB ISIM I’rab ialah perubahan baris/bentuk yang terjadi di belakang sebuah kata sesuai dengan kedudukan kata tersebut dalam susunan kalimat. Pada dasarnya, Isim bisa mengalami tiga macam I’rab yaitu: 1. I’RAB RAFA’ ( رَفْع ) atau Subjek; dengan tanda pokok: Dhammah ( ُ ) 2. I’RAB NASHAB ( ...
Read More »FI’IL MAZID
فِعْل مَزِيْد FI’IL MAZID Fi’il Mazid berasal dari Fi’il Mujarrad yang mendapat tambahan huruf: 1) Fi’il Mazid dengan tambahan satu huruf. Terdiri dari beberapa wazan seperti: a. أَفْعَلَ – يُفْعِلُ (huruf tambahannya: Hamzah di awal kata) Fi’il Mujarrad Fi’il Mazid دَخَلَ – يَدْخُلُ (=masuk) أَدْخَلَ – يُدْخِلُ (=memasukkan) خَرَجَ – ...
Read More »FI’IL MUJARRAD
فِعْل مُجَرَّد FI’IL MUJARRAD Menurut asal kata dan pembentukannya, Fi’il terbagi dua: 1. FI’IL MUJARRAD ( فِعْل مُجَرَّد ) yaitu fi’il yang semua hurufnya asli. 2. FI’IL MAZID ( فِعْل مَزِيْد ) yaitu fi’il yang mendapat huruf tambahan. Fi’il Mujarrad pada umumnya terdiri dari tiga huruf sehingga dinamakan pula FI’IL ...
Read More »
Arabiyatuna Arabiyatuna
