Hak cipta Indah Fitriani desainwebsite.net
Kelenjar endokrin disebut juga kelenjar buntu, ialah kelenjar yang tak bersaluran, dan getahannya diangkut ke tujuan (jaringan target) oleh darah. Jadi ciri kelenjar endokrin (dibedakan dari kelenjar eksokrin), mengandung banyak pembuluh darah yang bercabang-cabang. Kelenjar endokrin dibagi 2 kelompok:
a. Â endokrin tidak murni yaitu gabungan endokrin dan eksokrin, misal: pankreas
b. endokrin murni, hanya terdiri dari kelenjar endokrin. Meliputi: hipofisis, tiroid, paratiroid, adrenal.
Gabungan endokrin dan eksokrin ialah yang disamping sebagai kelenjar eksokrin, juga mengandung kelompok atau daerah sel-sel yang menggetahkan secara endokrin. Meliputi: pankreas, gonad, gastroenteron (lambung-usus), dan hati. Timus dulu digolongkan endokrin ini, tapi kini digolongkan kepada sistem imun saja, karena lebih menonjol peranannya untuk kegiatan imunitas (Yatim, 1983:269).
Kelenjar endokrin adalah kelenjar tanpa saluran, produksinya langsung masuk ke dalam sistem peredaran darah. Produk tersebut disebut hormon yang merupakan regulator kimia tubuh. Fungsi pokoknya adalah sebagai organ yang bekerja dengan merangsang kelenjar lain, mengatur pertumbuhan, mengatur metabolisme, menjaga keseimbangan kimiawi tubuh melalui pembuluh pada kelenjar itu sendiri (Sukiya, 2001:24). Kelenjar eksokrin mensekresikan hasilnya melalui saluran kedalam rongga atau ke permukaan tubuh. Kelenjar endokrin mensekresi hormon ke dalam darah. Sistem kelenjar endokrin terdiri dari kelenjar endokrin dan beberapa organ berisi jaringan endokrin.
Â
Sistem endokrin terdiri dari sekelompok kelenjar yang fungsi utamanya adalah menghasilkan dan melepaskan hormon-hormon secara langsung ke dalam aliran darah. Hormon berperan sebagai pembawa pesan untuk mengkoordinasikan kegiatan berbagai organ tubuh. Kelenjar utama dari sistem endokrin adalah: hipotalamus, hipofisis, tiroid, kelenjar paratiroid, pulau-pulau pankreas, kelenjar adrenal, testis, ovarium. Selama kehamilan, plasenta juga bertindak sebagai suatu kelenjar endokrin.
Banyak kelenjar yang melepaskan hormon atau zat yang mirip hormon, tetapi biasanya tidak disebut sebagai bagian dari sistem endokrin. Beberapa kelenjar ini menghasilkan zat-zat yang hanya beraksi di tempat pelepasannya (autokrin), sedangkan yang lainnya tidak melepaskan produknya ke dalam aliran darah (parakrin). Contoh: otak menghasilkan berbagai hormon yang efeknya terutama terbatas pada sistem saraf.
Dibandingkan dengan organ tubuh yang lain, kelenjar dari sistem endokrin kecil-kecil dan tidak mengesankan. Tidak seperti kebanyakan sistem organ yang secara anatomis jelas terpisah pada tempat tertentu maka organ endokrin tersebar luas di tubuh. Kelenjar endokrin tidak mempunyai saluran keluar. Kelenjar-kelenjar ini membebaskan hormonnya langsung ke dalam darah atau limfe dan khas memiliki banyak pembuluh darah. Kebanyakan sel penghasil hormon tersusun berderet atau membentuk anyaman bercabang, sedemikian rupa sehingga memudahkan kelenjar ini kontak dengan kapiler-kapiler darah yang menampung sekretnya. Kelenjar endokrin tubuh terdiri atas hipofisis, tiroid, paratiroid, adrenal, pineal dan timus.
Perbandingan sistem saraf dan sistem endokrin. Sistem saraf mengendalikan homeostasis melalui impuls syaraf, sementara itu sistem endokrin menggunakan hormon. Sistem saraf menyebabkan otot melakukan kontraksi dan kelenjar mensekresi hormon, sedangkan sistem endokrin mempengaruhi seluruh jaringan tubuh.
