Tuesday, 17 March 2026
above article banner area

bensin dan emisi gas buang

Pencemaran udara yang diproduksi kendaraaan bermotor dihasilkan dari pembakaran dan penguapan bahan bakar kendaraan bensin dan bahan bakar mesin diesel pencemar ini dapat dibagi 3 sustansi utama yaitu CO, HC, NOx. Asap tersebut sangat tidak menyenangkan bagi pernapasan dan dalam beberapa kasus membahayakan atau sangat berbahaya bagi manusia, binatang atau tumbuh-tumbuhan. Bahan bakar untuk kendaran bermotor roda 4 (mobil) yaitu bensin dan oli dengan berbagai merek yang memiliki beragam kualitas (PERTAMINA, 2000a). Mesran super adalah oli/pelumas berkualitas tinggi untuk mesin kendaraan, mengandung aditif detergent, anti oksidasi, anti aus, dan mempunyai sifat-sifat melindungi dan memelihara kebersihan mesin, mencegah terbentuknya lumpur endapan mampu mengurangi keausan pada bagian yang bergerak terutama pada katup dengan baik, pelumas mudah bersikulasi dan mesin mudah dihidupkan dan memmberi pelindungan yang baik pada mesin yang bergerak bagus untuk pelumasan mobil (PERTAMINA, 2000b). Bensin yang mengandung gasolin untuk kendaraan bermotor, salah satunya Premium. Gasolin adalah suatu senyawa organik yang dibutuhkan dalam suatu pembakaran dengan tujuan untuk mendapatkan energi/tenaga. Gasolin ini merupakan hasil dari proses distilasi minyak bumi (Crude Oil) menjadi fraksi- fraksi yang diinginkan. Di Indonesia Badan Usaha Milik Negara Pertamina saat ini menjadi pemeran tunggal yang sekaligus melaksanakan fungsi mencari sumber minyak dan gas bumi, mengolah dan menyediakan bahan bakar. Adapun jenis-jenis bahan bakar minyak yang diproduksi dan diperdagangkan di Indonesia untuk keperluan kendaraan bermotor, rumah tangga, industri dan perkapalan adalah sebagai berikut: 1. Super TT, Premix, Premium (gasolin untuk motor) dan BB2L, 2. ELPIJI dan BBG, 3. Minyak Tanah (kerosene), 4. Minyak Solar (gas oil), 5. Minyak Diesel (diesel oil), 6. Minyak Bakar (fuel oil) Sekarang di Indonesia jumlah kendaraan bermotor terus meningkat, yang melebihi 2.818.305 mobil penumpang, 1.609.440 mobil beban, 633.368 bus dan 12.877.527 sepeda motor. Semua alat transportasi ini memakai bensin. Peningkatan jumlah kendaraan yang tidak diimbangi dengan peningkatan sarana dan prasarana jalan akan menimbulkan kemacetan yang dapat menyebabkan pemborosan bahan bakar dan polusi udara yang meningkat. Dari 17.938.640 buah kendaraan tersebut, 3,14 juta mobil dan 12,88 juta sepeda motor menggunakan gasolin dan selebihnya adalah kendaraan berbahan bakar solar atau lainnya. Jenis gasolin yang diproduksi dan dipasarkan oleh Pertamina dengan nama premium saat ini memiliki angka oktan 88 dengan kandungan timbal maksimum 3 gram/liter dan kadar belerang maksimum 2% bobot. Di samping premium disediakan pula gasolin yang beroktan lebih tinggi , yaitu Premix, dengan angka oktan 94. Proses produksinya ditempuh dengan cara pencampuran premium dengan 15% MTBE (Methyl Tertiery Butyl Ether) sehingga kandungan timbalnya sama dengan premium. Gasolin yang digunakan sebagai bahan bakar motor harus memenuhi beberapa spesifikasi. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi pembakaran pada mesin dan mengurangi dampak negatif dari gas buangan hasil pembakaran bahan bakar yang dapat menimbulkan berbagai masalah lingkungan dan kesehatan. Gasolin yang digunakan sebagai bahan bakar harus memenuhi spesifikasi yang berlaku di Indonesia pada saat ini, sebagaimana ditetapkan pemerintah melalui surat keputusan Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi No. 22K/72/DDJM/1990 dan No. 18K/72/DDJM/1990. Gasolin yang digunakan sebagai bahan bakar harus memiliki nilai oktan yang cukup tinggi dan memiliki kandungan bahan – bahan berbahaya seperti timbal, sulfur, senyawa – senyawa nitrogen , yang dapat menimbulkan efek kerusakan lingkungan dan masalah kesehatan. Jangkauan titik didih senyawa gasolin antara 40°C sampai 220°C yang terdiri dari senyawa karbon C5 sampai C12. Gasolin tersebut berasal dari berbagai jenis minyak mentah yang diolah melalui proses yang berbeda-beda baik secara distilasi langsung maupun dari hasil perengkahan, reformasi, alkilasi dan terdiri dari senyawa hidrokarbon tak jenuh (olefin), hidrokarbon jenuh (parafin) dan hidrokarbon siklik atau hidrokarbon aromatik. Pada dasarnya spesifikasi bensin mengatur parameter – parameter tertentu sesuai dengan yang diperlukan oleh gasoline dalam penggunaannya. Parameter – parameter tersebut dikelompokan mejadi tiga kelompok. Ketiga kelompok sifat tersebut adalah : 1. Sifat Pembakaran. Karakteristik utama yang diperlukan dalam gasoline adalah sifat pembakarannya. Sifat pembakaran ini biasanya diukur dengan angka oktan. Angka oktan merupakan ukuran kecenderungan gasoline untuk mengalami pembakaran tidak normal yang timbul sebagai ketukan mesin. Semakin tinggi angka oktan suatu bahan bakar, semakin berkurang kecenderungannya untuk mengalami ketukan dan semakin tinggi kemampuannya unutk digunakan pada rasio kompresi tinggi tanpa mengalami ketukan. Angka oktan diukur dengan menggunakan mesin baku, yaitu mesin CFR (Cooperative Fuel Research) yang dipoerasikan pada kondisi tertentu, di manabahan bakar dibandingkan dengan bahan bakar rujukan yang terbuat dari n –heptana ( angka oktan 0) san isooktana (angka oktan 100). Angka oktan bensin yang diukur didefinisikan sebagai persentase isooktana dalam bahan bakar rujukanyang memberikan intensitas ketukan yang sama pada mesin uji. Ada dua macam angka oktan, yaitu angka oktan riset (RON) yang memberikan gambaran mengenai unjuk kerja dalam kondisi pengendaraan biasa dan angka oktan motor (MON) yang memberikan gambaran mengenai unjuk kerja dalam kondisi pengendaraan yang lebih berat. 2. Sifat Volatilitas Ada tiga sifat volatilitas yang biasa digunakan dalam spesifikasi bensin / gasoline antara lain: kurva distilasi, tekanan uap, dan perbandingan V/L. Dua parameter pertama digunakan dalam spesifikasi bensin di Indonesia, sedangkan parameter ketiga belum digunakan di Indonesia. Kurva distilasi dihasilkan dari distilasi gasoline menurut metode baku ASTM. Kurva distilasi ASTM berkaitan dengan masalah operasi dan unjuk kerja kendaraan bermotor. Bagian ujung depan kurva distilasi berkaitan dengan kemudahan mesin dinyalakan pada waktu dingin, penyalaan pada waktu panas dan kecenderungan mengalami pembentukan es pada karburator . bagian ujung belakang kurva berkaitan dengan masalah pembentukan getah bensin / gasoline, pembentukan endapan di ruang bakar dan busi serta pengenceran terhadap minyak pelumas. Sedangkan bagian tengah berkaitan dengan daya dan percepatan, kemulusan operasi serta konsumsi bahan bakar. Beberapa sifat bagian depan kurva distilasi yang disebutkan di atas berkaitan dengan ukuran kedua volatilitas yaitu tekanan uap. Pada spesifikasi bensin digunakan pengukuran tekanan uap yang agak khusus yaitu tekanan uap reid (RVP), dimana tekanan uap diukur dalam tabung tekanan udara pada suhu 100 0 F. 3. Sifat Stabilitas dan Kebersihan Bensin / gasoline harus bersih, aman , tidak rusak dan tidak merusak dalam penyimpanan dan pemakaiannya. Parameter spesifikasi yang berkaitan dengan sifat ini antara lain adalah zat getah, korosi dan berbagai uji tentang kandungan senyawa belerang yang bersifat korosif (Jaya, 2008). Bensin yang diuapkan biasanya meninggalkan sisa berbentuk getah padat yang melekat pada permukaan saluran dan bagian – bagian mesin. Apabila pengendapan getah ini terlalu banyak, kemulusan operasi mesin dapat terganggu. Oleh karena itu kandungan getah dalam bensin harus dibatasi dalam spesifikasi. Selain getah yang sudah ada sejak awal dalam bensin, getah juga dapat terbentuk karena komponen – komponen bensin bereaksi dengan udara selama penyimpanan. Hidrokarbon jenuh mempunyai kecenderungan unutk mengalami pembentukan getah bensin. Minyak bumi mengandung senyawa belerang dalam jumlah kecil. Senyawa belerang ini ada yang bersifat korosif dan semuanya akan terbakar di dalam mesin dan menghasilkan belerang oksida yang korosif dan dapat merusak bagian – bagian mesin, selain itu juga beracun dan dapat menimbulkan kerusakan pada lingkungan. Karena itu kandungan belerang dalam bensin dibatasi dalam suatu spesifikasi.

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *