Tuesday, 14 July 2026
above article banner area

gerak rangka sel atau sitoskeleton

Hak cipta Indah Fitriani desainwebsite.net

Motilitas pada sel eukariotik terjadi dengan cara yang berbeda. Sel eukariotik, misalnya amoeba dan sel darah putih, bergerak sepanjang substrat melalui gerakan bergelombang massa sel yang  mengakibatkan perubahan morofologi secara konstan. Tipe pergeraakn ini terjadi karena adanya jaringan kerja masif serabut-serabut protein, yaitu sitoskeleton. Bakteri motil biasanya didorong oleh  satua tau lebih embelan serupa rambut yang disebut flagela. Flagela berasal dari membran plasma dan berputar seperti baling-baling. Filamen ini tersusun atas protein flagelin. Beberapa sel eukariotik juga mempunyai flagela, namun sel-sel itu terdiri kumpulan mikrotubul yang terbuat dari tubulin dan berasal dari basal body di dalam sitopasma. Flagela sel eukariotik seperti yang terdapat pada ekor sperma bergerak mau mundur membnetuk gelombang kuasi-sinusoidal. Silia sel eukariotik mempunyai struktur yang serupa namun lebih pendek, lebih banyak jumlahnya, dan lebih kaku. Bberpa jenis bakteri mempunyai rambut panjang yang disebut pili atau fimbriae yang terdiri dari protein yang disebut pilin. Struktur ini tidak berperan dalam motilitas, akan tetapi berperan dalam daya lekat bakteri teradap bakteri lain dan proses konjugasi (Stansfield, 2006). Mikrotubula selai berperan dalam erakan silia, jjua berperan seaai pemandu dlam gerkan-erkana yang terjai di sitoplasma, misalnya gerakan pigmen.

Senyawa-senyawa yang memiliki kemampuanmenghambat  proses mitosi disebut senyawa antimitotik. Pada keadaan normal, terjadi keseimbangan antara dimer dan mikrotubula. Akibat pemerian zat antimitotik, dimer berikatan dengan senywa terseut, sehingga tidak terbentuk  mikrotubul dan terjadi depolimerisasi mikrotuul. Pengaruh zat-zat antimitotik tersebut padaumunya timbal balik. Seingga apabila obat-obatan itu dihilangkan, gelendong mitosis tampak kembali dan mitosis berlanjut. Gangguan pada gelendong mikrotubula  dapat mematikan sel yang sedang membelah, oleh karena itu zat-za antimitotik dapat dignakan untuk terapi antikanker.

Mnurut  Reksoatmodjo, 1993 menyatakan beberapa senyawa pengikat tbulin (senyawa antimitotik)

Jenis senywa

Pengaruhnya terhadap mikrotubul

Colcicine, colcemid, aminocadazol

Mengahambat penmabhan molekul tubulin ke mikrotubul, menyebabaka depolimerisasi mikrotuul

Vinblastin, vincristin

Memacu pembentukan kelompok parakristalin, menyebabkan deplimerisasi mikrotubul

Taxol

Memacu perakitanmikrotubul dan menstabilkan mikrotubul

 

Munculnya mikrotubula sitoplasmik dari daerah sentrososm/MTOC (microtubule organizing center). Pada sel hewan MTOC memiliki sentriol, sedangkan pada sel tmbuhan MTOC tidak memilikii sentriol.

 

Mekanisme pengkerutan sel otot serat lintang yaitu:1) pengikatan ATP, lepasnya kepala miosin dari aktin; 2) idrolisis ATP; 3) penikatan miosin ke aktin dengan kehadiran calcium; 4) pergeseran aktin disertai lepasnya ADP dan P dari kepala miosin.

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *