Pada hari Selasa tanggal 9 Juni 2009 BLH Kabupaten Bantul beserta Tim Evaluasi Sekolah Berawawasan Lingkungan dari Propinsi Daerah Istiwewa Yogyakarta mengadakan evaluasi terhadap sekolah-sekolah yang maju ke tingkat Propinsi diantaranya adalah sekolah SMAN 1 Jetis Bantul, SMPN 1 Pandak Bantul dan MIN Jejeran Bantul. Adapun saran-saran dari Tim Evaluasi adalah sebagai berikut:
1.SMAN I JETIS
Saran-saran dari Tim Evaluasi :
1.Peningkatan sumberdaya manusia dibidang lingkungan hidup (guru, siswa) dakam bentuk sosialisasi supaya dilaksanakan secara rutin.
2.pembentukan forum-forum komunikasi warga sekolah, warga masyarakat, supaya dilaksanakan agar dapat menjadi wadah bagi pemerhati lingkungan hidup
3.MOU supaya ditingkatkan tidak hanya dari dinas/instansi tetapi juga perguruan tinggi, LSM dan lain-lain.
2.SMP N 1 PANDAK
A.Prof. Sujoko (UNY)
1.Semua berjalan cukup baik
2.Lomba bukan tujuan, tapi observasi kebiasaan.Terlihat ada persiapan yang dilakukan secara mendadak beberapa hari sebelum lomba. Persiapan ini harap dilanjutkan agar menjadi kebiasaan.
3.Kamar mandi perlu dibenahi kebersihan dan pencahayaannya.
4.Berdasarkan dokumen profil sekolah, maka pelajaran lingkungan hidup dilakukan secara monolitik. Sebaiknya dilakukan secara terintegrasi dengan mata pelajaran untuk menambahkan rasa cinta lingkungan. Materi lingkungan hidup yang dimasukkan ke dalam mata pelajaran IPS terkesan dipaksakan ( tidak sesuai antara standar kompetensi dan kompetensi dasar).
5.Media pembelajaran dengan slide sudah cukup baik, tetepi sebaiknya disampaikan dengan cara induktif ( diawali dengan contoh kasus terdekat)
6.Kran air yang rusak harap segera diganti karena kebocoran merupakan pemborosan air.
7.Pikirkan bagaimana pemasaran (marketing) produk karya siswa dari limbah sampah.
B.Dra. Sri Mulyani (BLH Provinsi DIY)
1.Semua tata tertib, peraturan dan himbauan harus dibuatkan SK Kepala Sekolah.
2.Banyak aturan-aturan yang belum ditandatangani, dicap, dan ditulis tanggal berlakunya.
3.Anggaran banyak sekali, semoga bisa dimanfaatkan dengan tepat sesuai alokasinya.
4.Visi dan misi sekolah belum mencantumkan kata-kata “lingkungan”.
C.Cahyo Hidayat, SH, M.Si (BLH Provinsi DIY)
1.Tujuan akhir program sekolah berwawasan lingkungan adalah pemahaman dan kesadaran siswa akan lingkungan sehingga apa yang dilakukan di sekolah terbawa sampai akhir hayat.
2.Pisahkan kamar mandi untuk putra dan putri.
3.Maksimalkan kegiatan yang sudah ada ( komposting, briket, dan biopori).
4.Masih ada sampah anorganik dan organik yang tercampur, padahal sudah ada dua macam togn sampah (organik dan anorganik).
5.Diharapkan disediakan buku tentang lingkungan hidup secara umum di perpustakaan.
6.Kelas masih sepi dari informasi dan slogan tentang lingkungan.
3.MIN JEJERAN
A.Sesi Awal
1. Hal-hal yang dinilai secara administratif :
a.Profil dan managemen ( RPP). RPP sebaikanya merupakan gabungan antara yang monolitik dan integrated
b.Kebijakan yang didukung oleh jenjang di atasnya
2.Penilaian : nilai > 70 = baik ( merupakan syarat sekolah Adiwiyata)
50 > nilai > 70 = cukup
Nilai < 50 = kurang / buruk
3.Buku yang dikirim harap dievaluasi. Dipersingkat cukup berisi profil dan management
B.Sesi Tinjauan
1.Tanaman glodokan kurang cocok karena kurang ramah lingkungan.
2.Tempat sampah dalam kelas cukup tiga saja (untuk kertas, plastik, kapur) di luar lima buah.
3.Bungkus makanan di kantin masih serba plastik harap diminimalisisr.
4.Pembuatan biopori perlu memperhitungkan luas bangunan sekolah.
C.Sesi Akhir
1.Secara fisik sudah cukup bagus, nyaman, dan pencahayaan ruang bagus. Tapi sirkulasi udara dalam ruang kurang, ventilasi harap ditambah.
2.Pohon glodokan pecut harap diganti karena kurang ramah lingkungan dan tidak ada fungsinya.
3.Penilaian mencakup penilaian fisik berbobot 20% dan managemen ( kurikulum dan kebijakan) berbobot 80%.
4.Yang dikoreksi dari buku :
•Profil
•Jawaban quisioner
•SK tentang jadwal terlalu detil
•Ekstrakurikuler harap ditonjolkan (misalnya pramuka)
5.Teamwork diperjelas. Hindari Kepala Sekolah sentris. Semua yang terlibat harus mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan kegiatannya.
Pada hari Selasa tanggal 9 Juni 2009 BLH Kabupaten Bantul beserta Tim Evaluasi Sekolah Berawawasan Lingkungan dari Propinsi Daerah Istiwewa Yogyakarta mengadakan evaluasi terhadap sekolah-sekolah yang maju ke tingkat Propinsi diantaranya adalah sekolah SMAN 1 Jetis Bantul, SMPN 1 Pandak Bantul dan MIN Jejeran Bantul. Adapun saran-saran dari Tim Evaluasi adalah sebagai berikut:
1.SMAN I JETIS
Saran-saran dari Tim Evaluasi :
1.Peningkatan sumberdaya manusia dibidang lingkungan hidup (guru, siswa) dakam bentuk sosialisasi supaya dilaksanakan secara rutin.
2.pembentukan forum-forum komunikasi warga sekolah, warga masyarakat, supaya dilaksanakan agar dapat menjadi wadah bagi pemerhati lingkungan hidup
3.MOU supaya ditingkatkan tidak hanya dari dinas/instansi tetapi juga perguruan tinggi, LSM dan lain-lain.
2.SMP N 1 PANDAK
A.Prof. Sujoko (UNY)
1.Semua berjalan cukup baik
2.Lomba bukan tujuan, tapi observasi kebiasaan.Terlihat ada persiapan yang dilakukan secara mendadak beberapa hari sebelum lomba. Persiapan ini harap dilanjutkan agar menjadi kebiasaan.
3.Kamar mandi perlu dibenahi kebersihan dan pencahayaannya.
4.Berdasarkan dokumen profil sekolah, maka pelajaran lingkungan hidup dilakukan secara monolitik. Sebaiknya dilakukan secara terintegrasi dengan mata pelajaran untuk menambahkan rasa cinta lingkungan. Materi lingkungan hidup yang dimasukkan ke dalam mata pelajaran IPS terkesan dipaksakan ( tidak sesuai antara standar kompetensi dan kompetensi dasar).
5.Media pembelajaran dengan slide sudah cukup baik, tetepi sebaiknya disampaikan dengan cara induktif ( diawali dengan contoh kasus terdekat)
6.Kran air yang rusak harap segera diganti karena kebocoran merupakan pemborosan air.
7.Pikirkan bagaimana pemasaran (marketing) produk karya siswa dari limbah sampah.
B.Dra. Sri Mulyani (BLH Provinsi DIY)
1.Semua tata tertib, peraturan dan himbauan harus dibuatkan SK Kepala Sekolah.
2.Banyak aturan-aturan yang belum ditandatangani, dicap, dan ditulis tanggal berlakunya.
3.Anggaran banyak sekali, semoga bisa dimanfaatkan dengan tepat sesuai alokasinya.
4.Visi dan misi sekolah belum mencantumkan kata-kata “lingkungan”.
C.Cahyo Hidayat, SH, M.Si (BLH Provinsi DIY)
1.Tujuan akhir program sekolah berwawasan lingkungan adalah pemahaman dan kesadaran siswa akan lingkungan sehingga apa yang dilakukan di sekolah terbawa sampai akhir hayat.
2.Pisahkan kamar mandi untuk putra dan putri.
3.Maksimalkan kegiatan yang sudah ada ( komposting, briket, dan biopori).
4.Masih ada sampah anorganik dan organik yang tercampur, padahal sudah ada dua macam togn sampah (organik dan anorganik).
5.Diharapkan disediakan buku tentang lingkungan hidup secara umum di perpustakaan.
6.Kelas masih sepi dari informasi dan slogan tentang lingkungan.
3.MIN JEJERAN
A.Sesi Awal
1. Hal-hal yang dinilai secara administratif :
a.Profil dan managemen ( RPP). RPP sebaikanya merupakan gabungan antara yang monolitik dan integrated
b.Kebijakan yang didukung oleh jenjang di atasnya
2.Penilaian : nilai > 70 = baik ( merupakan syarat sekolah Adiwiyata)
50 > nilai > 70 = cukup
Nilai < 50 = kurang / buruk
3.Buku yang dikirim harap dievaluasi. Dipersingkat cukup berisi profil dan management
B.Sesi Tinjauan
1.Tanaman glodokan kurang cocok karena kurang ramah lingkungan.
2.Tempat sampah dalam kelas cukup tiga saja (untuk kertas, plastik, kapur) di luar lima buah.
3.Bungkus makanan di kantin masih serba plastik harap diminimalisisr.
4.Pembuatan biopori perlu memperhitungkan luas bangunan sekolah.
C.Sesi Akhir
1.Secara fisik sudah cukup bagus, nyaman, dan pencahayaan ruang bagus. Tapi sirkulasi udara dalam ruang kurang, ventilasi harap ditambah.
2.Pohon glodokan pecut harap diganti karena kurang ramah lingkungan dan tidak ada fungsinya.
3.Penilaian mencakup penilaian fisik berbobot 20% dan managemen ( kurikulum dan kebijakan) berbobot 80%.
4.Yang dikoreksi dari buku :
•Profil
•Jawaban quisioner
•SK tentang jadwal terlalu detil
•Ekstrakurikuler harap ditonjolkan (misalnya pramuka)
5.Teamwork diperjelas. Hindari Kepala Sekolah sentris. Semua yang terlibat harus mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan kegiatannya.
Arabiyatuna Arabiyatuna
