Thursday, 12 February 2026
above article banner area

Karbon Monoksida (CO) global warming

Hak cipta Indah Fitriani desainwebsite.net

Karbon monoksida yang juga berasal dari pembakaran tak sempurna bahan

bakar merupakan gas yang tak berwarna, tak berasa dan tak berbau. Karbon

monoksida di atmosfer bersifat inert pada kondisi normal dan mempunyai waktu

tinggal sekitar 2 ½ bulan.

Pada konsentrasi normal, karbon monoksida di udara bebas tidak berpengaruh

besar terhadap property maupun mahluk hidup. Pada konsentrasi yang lebih tinggi, karbon monoksida dapat secara serius mempengaruhi metabolisme pernapasan manusia. Karbon monoksida mempunyai afinitas terhadap hemoglobin dalam darah (COHb) yang lebih tinggi daripada oksigen; dengan demikian mengurangi kemampuan darah untuk membawa oksigen. Kekurangan oksigen dalam aliran darah dan jaringan tubuh akan menurunkan kinerja tubuh dan pada akhirnya dapat menimbulkan kerusakan pada organ-organ tubuh. Gejala yang umumnya timbul akibat pemaparan terhadap karbon monoksida dalam konsentrasi tinggi untuk waktuyang lama adalah gangguan sistem saraf, lambatnya refleks dan penurunan kemampuan penglihatan.

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *