Lalat buah Drosophila bahan praktikum biologi genetika

Dulu yang biasa dipergunakan sebagai bahan percobaan genetika hanya tumbuhan. Karena tumbuhan mudah ditanam, mudah dikontrol suasana lingkungannya,dan mudah pula dibuat penyerbukan bunganya. Baru tahun 1905 mulai dipakai hewan, sejak W. E. Castle memperkenalkan lalat buah Drosophila (Yatim, 1986).
Lalat buah merupakan salah satu jenis lalat yang sering dijumpai hinggap pada buah-buahan. Lalat ini lebih menyukai buah yang masak karena buah yang lebih masak mempunyai kandungan zat-zat yang dibutuhkan oleh keturunan lalat buah dan kelunakan buahnya memudahkan induk lalat untuk memasukkan telurnya di bawah permukaan kulit buah. Telur-telur lalat buah berwarna bening dan berbentuk seperti buah pisang. Telur ini diletakkan secara berkelompok di dalam rongga di bawah kulit buah. Mereka akan menetas beberapa hari kemudian. Larva muda yang keluar dari telur akan membuat lubang menuju ke bagian buah yang lunak dan mulai memakannya. Jaringan buah yang dimakan oleh larva ini akan mengalami pembusukan. Larva yang sudah tua akan keluar dari buah dan menjadi pupa (Nugroho S P, 1994). 
Drosophila melanogaster meupakan jenis lalat buah, dimasukkan dalam filum Artropoda kelas Insekta bangsa Diptera, anak bangsa Cyclophorpha (pengelompokan lalat yang pupanya terdapat kulit instar 3, mempunyai jaw hooks), seri Acaliptrata (imago menetas dengan keluar dari bagian anterior pupa), suku Drosophilidae, Jenis Drosophila melanogaster di Indonesia terdapat sekitar 600 jenis, pulau Jawa sekitar 120 jenis dari suku drosophilidae (Wheeler, 1981).
Penemuan pautan dan pindah silang pada Drosophila melanogaster oleh para ahli genetika tersebut dapat digunakan untuk menyimpulkan data dalam membuat peta kromosom yang menunjukkan lokasi–lokasi gen pada lalat buah itu. Sehingga Drosophila melanogaster banyak sekali dipakai dalam percobaan genetika bahkan merupakan faktor penentu bagi perkembangan genetika hingga kini. 
Ada 2 tipe lalat buah yaitu tipe normal (tipe liar) dan mutan. Lalat Drosophila melanogaster normal ( tipe liar ) adalah lalat Drosophila yang ditemukan di alam yang memiliki fenotip dengan karakteristik yang telah ditentukan, diantaranya badan kelabu, warna mata merah, dan sayap lurus panjang, biasanya pada persilangan untuk lalat normal diberi tanda +. Variasi fenotip muncul akibat adanya perbedaan pada satu hingga tiga gen, misalnya warna mata putih, sayap vestigial, tubuh ebony, dan banyak lagi variasi lainnya. Lalat Drosophila melanogaster yang memiliki sedikitnya satu karakter yang berbeda dengan tipe liarnya disebut sebagai mutan. Umumnya mutan yang ada bersifat resesif, namun ada pula mutan yang bersifat dominan. Mutasi dapat membawa keuntungan maupun kerugian. Kemungkinan baik adalah diuntungkan untuk suatu organisme, sedangkan kerugiannya dapat mematikan suatu organisme.

Share