Asesmen sebagai bagian dari sistem pengajaran merupakan sarana untuk memantau proses dan kemajuan belajar siswa, sekaligus memberikan balikan bagi perbaikan proses dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan, dengan demikian asesmen harus mengacu dan relevan dengan rumusan tujuan yang ingin dicapai (Reiser & Dick,1996:83). Hakikat asesmen menurut Pasal 63 ayat (1) point a) dari PP No. 19 Tahun 2005 pengembangannya ditujukan untuk penilaian hasil belajar oleh pendidik yang dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar. Fungsinya untuk menilai pencapaian kompetensi siswa, memenuhi bahan pelaporan kemajuan hasil belajar dan untuk memperbaiki proses pembelajaran.
Jika guru menginginkan siswanya menjadi seorang yang mampu meme-cahkan masalah dengan baik, kemudian mengetes kemampuan pemecahan masalahnya, maka secara logis guru harus memberikan asesmen kinerja tentang tugas-tugas pemecahan masalah. Tidak ada tes kertas dan pensil dengan gradasi jawaban benar/salah dapat mengevaluasi kinerja. Berpikirlah tentang seorang musisi, artis, pemain bola basket, atau pengarang. Pekerjaan mereka ditentukan oleh kinerja mereka dalam konser, kerja seni, pertandingan, atau buku yang yang dihasilkan. Orang-orang ini tidak menggunakan tes kertas dan pensil untuk mendemonstrasikan apa yang mereka tahu — mereka melakukan unjuk kinerja.
Meskipun belajar konsep-konsep dasar selalu sangat penting di dalam kurikulum IPA, konsep itu sendiri tidak cukup lama memiliki makna di dalam pendidikan sains. Asesmen kinerja adalah satu cara mengajar dan belajar yang melibatkan sekaligus proses dan produk. Guru sama halnya dengan siswa, terlibat di dalam aktivitas, dan sebagai hasilnya adalah kinerja dan atau produk secara seimbang.
Hak cipta Indah Fitriani desainwebsite.net
Sementara orang berpendapat bahwa bagian yang paling penting dari pekerjaan pengukuran dengan tes adalah penyusunan tes. Jika alat tes sudah disusun sebaik-baiknya maka anggapannya sudah tercapailah sebagian besar dari maksudnya. Tentusaja anggapan itu tidak benar sama sekali. Penyusunan tesbaru merupakan satu bagian dari serentetan pekerjaan pengetes.
Disamping menyusun dan melaksanakan tes itu sendiri, menscor dan menilai merupakan pekerjaan yang menuntut ketekunan yang luar biasa dari penilai, ditambah dari kebijaksanaan-kebijaksanaan tertentu, namalaindari menscor adalah memberi angka.
Arabiyatuna Arabiyatuna
