Wednesday, 15 April 2026
above article banner area

Penskoran Penilaian Performa

Dalam hal penyekoran, menurut Hart (1994) Asesmen Autentik itu sebagai berikut:

  • Menekankan penyekoran berdasarkan suatu standartd yang digunakan bersama sebagai lawan dari tes yang mudah sekali menghitung jumlah butirnya yang dijawab salah.
  • Mengungkap dan mengidentifikasi kekuatan siswa dan bukannya menunjukkan kelemahan mereka.
  • Disekor berdasarkan standard kinerja yang jelas, bukan dengan kurva normal atau acuan norma.
  • Mengases proses dan kompetensi secara luas.
  • Menggalakkan siswa untuk melakukan kebiasaan menilai diri sendiri.

 

Berikut ini diberikan contoh rubrik penyekoran yang dirancang guru untuk mengukur dan menyekor kinerja siswa dalam IPA SD yaitu dalam menarik kesimpulan berdasarkan data eksperimen.

 

 

 

Contoh rubrik: Menarik kesimpulan

Angka

Karakteristik

0

Gagal mencapai kesimpulan

1

Menarik kesimpulan yang tidak didukung data

2

Menarik kesimpulan yang didukung data, tetapi gagal menunjukkan bukti-bukti untuk kesimpulan tersebut

3

Menarik kesimpulan yang didukung data dan memberi bukti-bukti pendukung untuk kesimpulan tersebut

Rubrik sederhana semacam ini mengkombinasikan beberapa kelebihan. Rubrik ini mengkomunikasikan secara jelas standar pemerolehan yang bagaimana yang diinginkan. Rubrik ini juga menciptakan suatu sistem penyekoran yang mudah dipelajari dan digunakan. Dengan mendeskripsikan karakteristik kinerja yang khusus dan dapat diamati, akan dikurangi kemungkinan menyekor sembarangan. Rubrik juga membantu siswa mengases di tingkat mana mereka pada skala pencapaian dan bagaimana mereka mungkin meningkatkan kinerjanya. Akhirnya, rubrik juga dapat digunakan berulang-ulang sepanjang tahun untuk mendokumentasikan suatu pola atau kinerja atau progres.

Seringkali rubrik dilengkapi dengan benchmarks, atau contoh kinerja yang berfungsi sebagai standard konkrit sebagai pembanding. Umumnya benchmark ini diberikan untuk setiap tingkat pencapaiann pada rubrik penyekoran. Di Jepang tahun ini juga sedang dikembangkan rubrik penyekoran untuk setiap pokok bahasan dan setiap mata pelajaran (Kumano, 2002, komunikasi lisan).

Dengan penilaian performa, tidak ada kunci jawaban karena bersama dengan item-item benar/salah, pilihan ganda, atau pemasangan. Prosedur analog untuk penskoran penilaian performa adalah ‘rubrik penskoran’. Rubrik adalah deskripsi rinci dari jawaban yang mungkin dan dihubungkna dengan nilai atau rating poin. Contoh, rubrik digunakan untuk tugas menulis seringkali umum, dengan empat atau lima rating atau nilai poin. Jika fokus utama penilaian adalah pemahaman konseptual, kami mengembangkan rubrik penskoran lebih rinci untuk penilaian pada densitas sinker.

 

 

Tabel 1: Densitas rubrik penskoran sinker

 

Skor maksimal : 10 poin

Pertanyaan 1. Massa Sinker

Total 2 poin

Kriteria

 

Guru menentukan massa : _____gram

 

Memberikan 1 poin untuk massa dalam jajaran yang dapat diterima

–          lampu tripel atau keseimbangan panci ganda = akurasi +/- 1.0 gram

–          skala loncatan = akurasi +/-3.0 gram

 

Memberikan 1 poin untuk pelabelan unit dengan gram

 

Pertanyaan 2. Prosedur untuk volume

Total 2 poin

Kriteria

 

Jawaban harus meliputi :

–          tempatkan sinker dalam silinder ubahan

–          ukur volume awal dan akhir

–          selisih adalah volume sinker

 

Berikan 2 poin jika ketiga elemen dimasukkan

 

Berikan 1 poin jika dua elemen dimasukkan atau jika peserta didik menuliskan ‘metode penggantian air’

 

***poin didasarkan pada prosedur, bukan pada nilai aktual untuk volume sinker***

 

Pertanyaan 3. volume sinker

Total 2 poin

Kriteria

 

Guru menentukan volume : _____ml

 

Berikan 1 poin untuk volume dalam jajaran yang dapat diterima

– akurat hingga +/-1.0ml

 

Berikan 1 poin untuk pelabelan unit dengan ml

 

Pertanyaan 4. densitas sinker

Total 3 poin

Kriteria

 

Kalkulasi densitas didasarkan pada nilai massa dan volume peserta didik

 

Berikan 1 poin untuk densitas dalam jajaran yang dapat diterima

– akurat hingga +/-1.0g/ml

 

Berikan 1 poin untuk pelabelan unit dengan g/ml

 

Berikan 1 poin untuk penggantian tepat nilai peserta didik dalam formula densitas

 

Pertanyaan 5. densitas setengah sinker

Total 1 poin

Kriteria

 

Berikan 1 poin untuk pernyataan yang menandakan bahwa densitas separuh sinker sama dengan sinker penuh, karena densitas tidak terkait pada ukuran sampel

 

 

Rubrik penskoran bisa dikelompokkan sebagai holistik, ciri primer, atau rubrik penilaian analitis. Manapun dari rubrik yang digunakan, fokus adalah pada performa peserta didik dalam serangkaian kecakapan individu atau kategori kecakapan. Rubrik bisa disajikan pada kelas, bahkan ditempelkan di kelas, sehingga peserta didik memahami dengan jelas apa yang diharapkan dari mereka. Umpan balik rinci dan khusus pada performa adalah langkah penting untuk mendorong peserta didik untuk menilai diri performa dan pencapaian mereka sendiri.

Rubrik holistik dirancang untuk digunakan dengan satu pembacaan laporan atau sebagai respon untuk ‘kesan pertama’ dari pekerjaan. Rubrik holistik, yang tepat untuk mengevaluasi laporan laborat tertulis. Rubrik holistik memberikan kesan keseluruhan cepat dari pencapaian atau performa peserta didik, namun memberikan sedikit umpanbalik pada peserta didik untuk area peningkatan.

Rubrik ciri primer memfokuskan hanya pada satu atau dua karakteristik penting dari laporan atau respons. Contoh, bergantung pada penekanan eksperimen, anda dapat mengubah ciri yang dinilai melalui sampel laporan laboratorium. Contoh kriteria penskoran sampel untuk menilai keragaman keahlian laborat Sains. Ini diadaptasi dari Inventaris Penilaian Ujian Praktik (Tamir dkk 1982) dan memberikan contoh beberapa keahlian, dengan elemen-elemen kunci masing-masing, digunakan sebagai rubrik ciri primer. Salah satu dari bagian ini ditunjukkan dalam Tabel 2 (yakni I, II, III, atau IV) bisa digunakan sebagai sumber rubrik ciri primer.

Tabel 2 Rubrik Penskoran Ciri Primer unuk Laporan Laboratorium. Diadaptasi dari Tamir dkk 1982.

I

Perencanaan

 

Mampu menghadirkan rencana perseptif untuk penyidikan. Rencana jelas, singkat, dan lengkap. Mampu membahas secara kritis rencana untuk eksperimen

5

Rencana yang disajikan dengan baik, namun membutuhkan beberapa perubahan. Memahami keseluruhan pendekatan pada permasalahan

4

Rencana baik, namun memerlukan bantuan. Bukan pendekatan sangat kritis pada masalah

3

Rencana buruk dan tidak efektif membutuhkan perubahan besar. Tidak mempertimbangkan pembatas dan variabel penting

2

Sedikit ide bagaimana mengatasi masalah. Banyak bantuan diperlukan

1

II

Performa :

 

Peserta didik secara konsisten dan mandiri melakukan observasi dan pengukuran dengan alat tepat dan dengan ketepanan dan unit tepat

5

Peserta didik seringkali mengamati dan mengukur dengan tepat; namun jarang mengaitkan ketepatan sesuai terhadap instrumen yang digunakan

4

Peserta didik biasa mengamati dan mengukur dengan tepat jika diberikan suatu arahan

3

Peserta didik mampu mengamati dan mengukur hanya jika diberikan arahan dan panduan eksplisit

2

Peserta didik mengukur secara tidak konsisten dan tidak tepat, bahkan ketika diberikan arahan khusus

1

III

Analisis :

 

Peserta didik secara konsisten dan akurat meringkas observasi dan data. Mengutip hubungan dan generalisasi tepat dengan batasan dan asumsi yang diperlukan

5

Peserta didik mampu menafsirkan data yang dikumpulkan dan menghadirkan kesimpulan yang masuk akal, namun tidak menyadari batasan dan ruang lingkup

4

Peserta didik mampu meringkas dan mengorganisir observasi dan data, namun tidak mampu membuat generalisasi bermakna

3

Peserta didik mampu mengorganisir data hanya ketika diberikan arahan eksplisit, dan hanya dapat menjawab pertanyaan khusus dan dangkal tentang kesimpulan

2

Peserta didik mampu melangkah melampaui data yang dikumpulkan

1

IV

Aplikasi :

 

Peserta didik secara rutin menghubungkan kesimpulan dari aktivitas ini pada tema atau model yang mendasarinya, menyatakan aplikasi tepat, dan mengajukan pekerjaan terkait lebih lanjut

5

Peserta didik menghubungkan temuan pada pekerjaan sebelumnya dan mengutip kegunaan atau aplikasi nyata, namun tidak mampu mengembangkan pada area baru

4

Peserta didik mengaitkan kesimpulan hanya pada karya yang sangat serupa, dan mengajukan aplikasi yang sangat terkait pada pekerjaan mereka

3

Peserta didik hanya mampu menghubungkan pekerjaan pada contoh dan konteks lain jika ditanya secara spesifik

2

Peserta didik mampu menggunakan, mengembangkan, atau menghubungkan temuan pada pekerjaan atau situasi lain.

 

 

Rubrik analitis merupakan evaluasi komprehensif yang mengulas keahlian isi dan proses sains relevan, serta keahlian komunikasi, dari tugas penilaian. Karakteristik rubrik analitis bisa ditulis dalam bentuk tabel untuk kemudahan penskoran. Tabel 3 menunjukkan rubrik analitis untuk laporan laboratorium sains.

Tabel 3 menunjukkan rubrik penskoran untuk investigasi ilmiah. Rubrik penskoran disusun dengan Bagian A (dengan tiga keahlian khusus) dan Bagian B (dengan empat keahlian khusus). Keahlian ini mencerminkan tugas peserta didik atau ilmuwan yang dijalankan sembari melakukan suatu penelitian. Bagian A dan Bagian B bisa dihapus ketika peserta didik cukup mahir dalam usaha perencanaan mereka untuk menghasilkan desain penelitian yang aman dan berfungsi.

Setiap dari tujuh keahlian pada rubrik penskoran ini terdiri atas lima elemen khusus. Peserta didik harus memberikan jawaban yang memasukkan semua elemen untuk mendapatkan skor sempurna dalan suatu keahlian. Conth, hipotesa yang dinyatakan dengan baik untuk tugas kimia, ‘Tingkat Reaksi’, yakni :‘Tingkat reaksi berbeda secara langsung dengan kenaikan suhu’. Meski ini kalimat singkat, ini memasukkan setiap dari lima item yang disebutkan dalam bagian Pernyataan Hipotesa.

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *