TRANSLASI
Sintesis protein merupakan transfer informasi genetik dari DNA ke mRNA dan selanjutnya dari mRNA ke protein, dibagi menjadi dua tahap yaitu:
proses transkripsi : merupakan proses penerimaan informasi
genetik oleh m-RNA dari DNA
proses translasi : merupakan proses penterjemahan informasi
genetik dari m-RNA.
Contoh: Apabila basa pada pita DNA tersebut adalah 3’-GCTCGACTAA-5’, maka akan dicetak ke m-RNA menjadi 5’-CGAGCUGAUU-3’. Pada keadaan ini m-RNA dikatakan telah menerima informasi genetik dari DNA. Messenger-RNA (m-RNA) yang telah menerima informasi genetik dari DNA kemudian meninggalkan inti sel melalui pori-pori dari membran inti dan menuju ke ribosom untuk proses translasi.
Translasi adalah proses penerjemahan urutan nukleotida yang ada pada molekul mRNA menjadi rangkaian asam-asam amino yang menyusun suatu polipetida atau protein, hanya molekul mRNA yang ditranslasi sedangkan rRNA dan tRNA tidak ditranslasi. Transkripsi adalah penyalinan kode-kode genetik pada DNA menjadi molekul mRNA, sedangkan translasi adalah penerjemahan kode-kode genetik pada mRNA menjadi urutan asam-asam amino polipeptida. Pada prokaryot, proses translasi dilakukan hampir bersamaan dengan proses transkripsi, jadi sebelum transkripsi selesai maka proses translasi sudah dimulai, sebaliknya pada eukaryot tranlasi baru dilaksanakan jika proses transkripsi sudah selesai (Yuwono, 2005).
mRNA merupakan transkrip/salinan urutan DNA yang menyusun suatu gen dalam bentuk ORF (open reading frame). Molekul rRNA adalah salah satu molekul penyusun ribosom, yaitu tempat berlangsungnya sintesis protein, sedangkan tRNA adalah pembawa asam-asam amino yang akan dsambungkan menjadi rantai polipeptida. Suatu ORF dicirikan oleh: 1) kodon inisisi tranlasi, yaitu urutan ATG pada DNA atau AUG pada mRNA; 2) serangkaian urutan nukleotida yang menyusun banyak kodon; 3) kodon terminasi translasi yaitu TAA (UAA pada mRNA), TAG (UGA pada mRNA), atau TGA (UGA pada mRNA).
Translasi berlangsung di ribosom yang disusun oleh rRNA dan beberapa macam protein. Ribosom tersusun atas dua sub unit yaitu sub unit besar dan kecil. Pada prokariot subunit kecil 30S (Svedberg) sedangkan sub unit besar 50S, tetapi saat kedua unit tersebut bergabung koefisien sedimentasinya 70S. Pada eukariot sub unit kecil berukuran 40S sedangkan subunit besar berukuran 60S, tetapi sebagai kesatuan ribosom eukariot mempunyai koefisien sedimentasi sebesar 80S.
Kodon AUG berfungsi sebagai inisiator, sehingga disebut kodon inisiator atau START CODON. Tiga macam kodon yaitu UAA, UAG, dan UGA disebut kodon terminator atau STOP CODON, karena berfungsi untuk mengakhiri suatu proses sintesa protein. Ketiga kodon tersebut juga disebut kodon nonsense, karena tidak mengkode satu asam amino pun. Saat molekul mRNA meluncur melalui ribosom, kodon-kodon ditranslasi satu per satu menjadi asam-asam amino. Interpreternya adalah molekul tRNA, masing-masing dengan antikodon spesifik di satu ujung dan asam amino spesifik di ujung lainnya. Suatu tRNA menambahkan muatan asam aminonya ke rantai polipeptida yang sedang tumbuh saat antikodon tersebut berikatan dengan kodon komplementer pada mRNA.
