TEKNIK PENGELOLAAN KELAS

B  Teknik mengelola kelas:

B  pembagian kelas

B  pembagian usia mengikuti pelajaran

B  Semangat bukan diukur dari banyak teman kita, tetapi dari diri kita.

B  Motivasi tergantung mau kita bawa kemana diri kita.

B  Seberapa besar yang bisa kita beri kepada murid walaupun jumlah murid sedikit.

B  Guru adalah memebri kebaikan pada orang lain, berupa pendidikan yang bermanfaat, punya visi misi dan bisa dikembangkan untuk tujuan baik.

B  Buku Sekolah para juara: semua murid anak keterbatasan mental, tetapi karena guru kreatif, sekolah tersebut menjadi sekolah teladan.

B  Setiap 3 bulan sekali: murid dicuci otak (materi, prilaku, cara belajar yang benar).

B  Metode penting untuk meraih hasil optimal dalam waktu singkat/efektif dan efisien.

B  Kelas adalah suatu tempat terdapat guru dan murid berinteraksi (saling memberi dan menerima (terus berkomunikasi hal positif). Kelas tidak harus gedung (sekolah alam)

B  Anak belajar lebih cepat ketika sesuai dengan kesenangan (tanpa paksaan), daripada anak yang belajar terus menerus dikelas, dengan rasa bosan dan takut.

B  Kiat sel saraf menjadi peka dan cepat merespon/bekerja pahami pelajaran: senam otak

B  Senam otak yang berulang-ulang memperlancar peredaran darah dan membuka katup pada otak sehingga informasi mudah keluar masuk, dan semakin sering dirangsang dengan membaca ataupun pengalaman belajar lainnya, maka semakin banyak cabang sel saraf yang terbentuk, maka semakin besar kapasitas penggunaan otak.

B  Dengan senam otak, maka darah membeku mengalir di otak sehingga murid cerdas.

B  Senam otak juga bagus dilakukan berulang-ulang pada anak idiot/terbatas mental.

B  Ceriakan anak, ceriakan guru, maka pembelajaran menyenangkan.

B  Sesuatu yang tidak biasa tidak akan direspon tubuh.

B  Sesuatu yang biasa dilakukan berulang-ulang akan direspon luar biasa oleh tubuh.

B  Guru harus menjadikan dirinya super untuk mencetak murid super/berprestasi/juara

B  Guru sebagai leader/lokomotif memberi teladan anak

B  Sekolah unggul membutuhkan guru kreatif (banyak ide luar biasa cemerlang, terus berlatih membuat sesuatu yang baru, dan menghadapi masalah dengan cara bijak).

B  Pertama mulai mengajar, ucapkan salam dengan semangat, anak cepat merespon.

B  Ketika guru direspon murid, maka murid mudah memahami materi diajarkan guru.

B  Walaupun guru banyak masalah, ketika mengajar lupakan dulu masalah, guru siap menampung masalah anak.

B  Guru mengajar antusias ada kontak batin guru dengan murid.. Guru peduli pada anak (jangan cuek), dan guru adil/tidak membedakan antar murid bodoh pintar kaya dll.

B  Guru yang membelajarkan anak outdoor/luar kelas, dengan mengarahkan, jangan ditinggal serta perbanyak lomba dan permainan dalam pembelajaran.

B  Fungsi guru mendampingi murid, bukan melepas murid (murid bebas terkontrol).

B  Variasi metode pembelajaran untuk menjadikan murid selalu butuh belajarr sepanjang hayatnya. Guru harus punya target yang perlu dicapai dalam membelajarkan murid.

B  Usia anak 3-12 tahun (magnetic/golden age) adalah masa mudah menghapal

B  Jadi cara mengajarkan hapalan kepada anak dengan mengembangka pula psikomotoriknya, misal: gerakan tangan/gambar mempraktekkan makna yang dihapal

Share