Wednesday, 17 June 2026

Tag Archives: memiliki

Ma’had Dan Kultur Keagamaan

Saya seringkali dibuat heran oleh Kyai. Tidak sedikit kyai yang saya temui, mereka itu tidak pernah membaca buku-buku psikologi, sosiologi, dan juga antropologi. Tetapi, betapa mereka dalam praktek kehidupan sehari-hari menunjukkan pemahaman tentang teori social. Hal itu tampak misalnya, setidak-tidaknya dalam berkomunikasi dan juga dalam mengelola pendidikannya. Para Kyai umumnya ...

Read More »

Memotong, Menerabas dan Memilih Jalan Lurus

Atas dasar anggapan yang kurang tepat itu, maka ketika STAIN Malang mengajukan perubahan kelembagaan menjadi universitas, tidak sedikit orang berkomentar bahwa perguruan tinggi Islam ini mau memotong atau melompat. Mereka berpikir bahwa perubahan kelembagaan itu harus dimulai dari bentuk sekolah tinggi, kemudian menjadi institute, dan baru setelah besar berubah lagi ...

Read More »

Paling Sulit Mengembangkan Dosen

Lembaga pendidikan modern, tidak seperti itu. Jika mau membangun lembaga pendidikan dan juga perguruan tinggi, selalu yang dianggap penting adalah membangun ruang kelas atau ruang kuliah. Dengan memiliki ruang kuliah, menganggapnya sudah cukup. Kelengkapan lainnya adalah ruang perkantoran. Ruang kantor pimpinan dan tata usaha dianggap penting, karena itu juga dibangun ...

Read More »

Membayangkan Kematian

Kita juga melihat orang-orang dengan berbagai macam bentuk dan perilakunya. Di antara mereka ada yang memiliki sesuatu dan sekaligus menikmatinya. Sebagian lain memiliki tetapi tidak pernah menikmati. Tetapi ada juga orang yang tidak memiliki tetapi menikmati. Misalnya, para penjaga vila milik orang kaya. Ia tidak ikut memiliki, tetapi sehari-hari menikmati, ...

Read More »

Nyopoan, Entengan, dan Loman

Loman sama artinya dengan dermawan. Lawan kata loman adalah bakhil. Jadi orang yang loman adalah orang yang suka memberi kepada orang lain. Pemberian itu bisa berupa uang, barang, atau bahkan juga senyuman saja. Tidak semua orang memiliki kebiasaan nyopoan, entengan dan juga loman ini. Umumnya orang yang memiliki jiwa seperti ...

Read More »

Pantas dan Patut

Selain atas dasar timbangan halal dan haram, kaum muslimin biasanya juga menggunakan ukuran lain, misalnya patut tidak patut, atau pantas tidak pantas. Orang dalam memilih sesuatu, kalau memang masih bisa memilih, akan memilihnya yang pantas atau patut. Kepatutan atau kepantasan sesuangguhnya bersifat relatif. Ukuran itu tidak ada pedomannya. Tidak atas ...

Read More »

Strategi Murah Membangun Wilayah

Problem di Jawa Timur tidak sebatas menyangkut persoalan fisik itu. Ada banyak problem lain yang dihadapi, dan rasanya tidak hanya bisa diselesaikan dengan uang. Misalnya, pendidikan yang masih perlu diratakan dan ditingkatkan kualitasnya, penyediaan lapangan kerja, mental masyarakat yang belum siap dengan perubahan zaman, ketidak-adilan, kekurangan contoh atau keteladanan di ...

Read More »

Bermodalkan Jiwa, Semangat dan Pikiran Besar Pak Malik Fadjar Berhasil Membangun Pendidikan

pendidikan, tidak pernah kelihatan menurun. Bahkan kadang, justru selalu meningkat. Saya mengenal Pak Malik Fadjar sejak masih menjadi mahasiswa. Sampai hari ini komunikasi saya dengan beliau belum pernah berhenti. Jika saya tahu, beliau hadir di Malang saya berusaha ketemu, sekalipun hanya bersalaman. Hanya, seringkali, karena kesibukan, saya sedang pergi, baru ...

Read More »

Politik dan Warung Bakso Sederhana

Ternyata, penjual bakso yang dulu menjadi langganannya itu masih ada. Hanya saja penjualnya sudah berganti. Pemilik warung yang lama sudah meninggal, sehingga usaha ekonomi skala kecil itu digantikan oleh anaknya. Memang, warung bakso tersebut masih terkenal, dan digemari oleh banyak pelanggan. Tempat warung bakso tersebut, sejak dulu memang sulit dijangkau, ...

Read More »

Kehati-hatian Kyai dalam Mengajar

Kyai di pesantren oleh para santrinya dijadikan sebagai sosok anutan yang amat dihormati. Tidak terlalu umum santri melakukan komunikasi secara bebas. Para santri terhadap kyainya selalu mengembangkan sikap sami’na wa atho’na, yaitu saya mendengar dan kami taati. Tidak selayaknya bagi santri mengabaikan nasehat dan perintah kyai, apalagi membantahnya. Di dunia ...

Read More »