Friday, 1 May 2026

Tag Archives: negara

Tujuan dan Sasaran Pengembangan

  Sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 1969 yang dikutip dari buku Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata oleh Oka A. Yoeti (1997 : hal 35) dikatakan bahwa : Tujuan pengembangan kepariwisataan adalah : Meningkatkan pendapatan devisa pada khususnya dan pendapatan negara dan masyarakat pada umumnya, perluasan kesempatan serta lapangan kerja ...

Read More »

Tinjauan Pariwisata

Pariwisata sebagai salah satu sektor pengganti sektor non migas merupakan sektor penting yang dapat diandalkan oleh negara Indonesia dalam meningkatkan pendapatan negara. Menyadari pentingnya perkembangan sektor pariwisata maka peran serta dari masing-masing daerah dan masyarakat sangat diharapkan guna mendukung pelaksanaan pembangunan kepariwisataan. Kalimantan Selatan, khususnya Banjarmasin, dalam hal ini memiliki ...

Read More »

Dasar dan Tujuan Pendidikan Agama

Dasar dan tujuan pendidikan adalah merupakan masalah yang sangat fundamental dalam Pelaksanaan pendidikan. Sebab dari dasar pendidikan itu akan menentukan corak misi pendidikan, dan dari tujuan pendidikan akan menentukan kearah mana peserta didik akan diarahkan atau dibawa. Pendidikan adalah masalah yang sangat penting dalam kehidupan, karena pendidikan itu tidak dapat ...

Read More »

Teori Pasar Modal Yang Efisien

Menurut Sunariyah ( 1997 : 104 ), pada umumnya situasi pasar modal yang efisien menunjukkan hubungan antara harga pasar dan bentuk pasar. Pengertian harga pasar dalam hal itu adalah harga saham yang ditentukan dan dibentuk oleh mekanisme pasar modal. Sedang bentuk mekanisme pasar modal itu sendiri tidak mudah untuk didefinisikan, ...

Read More »

Peranan dan Fungsi Pasar Modal

Pasar Modal mempunyai peranan penting dalam suatu negara, yang pada dasarnya peranan tersebut mempunyaui kesamaan antara negara yang satu dengan negara yang lain. Hampir semua negara didunia ini mempunyai Pasar Modal, yang bertujuan menciptakan fasilitas bagi keperluan industri dan keseluruhan entitas dalam memenuhi permintaan dan penawaran modal. Terkecuali dalam negara ...

Read More »

Kondisi Makro Perekonomian Indonesia

Pada tahun 1984 sampai dengan pertengahan 1997  nilai rupiah berkisar  Rp. 2000/ USD. Sejak  itu nilai rupiah berfluktuasi tajam. .Terjadinya krisis Indonesia dipicu oleh depresiasi  yang sangat tajam mata uang rupiah terhadap dollar AS sebagai dampak dari krisis mata uang yang terjadi  di Thailand dan Korea. Akibat dari peristiwa itu, ...

Read More »

Faktor Efek Penularan (Contagion Effect)

Fenomena efek penularan, dari berbagai penelitian yang telah dilakukan  Geralch dan Smets, serangan terhadap suatu mata uang tersebut terdepresiasi sehingga dapat meningkatkan daya saing produknya. Peningkatan daya saing ini berarti penurunan ekpsor bagi negara-negara pesaingnya, sehingga dapat mengakibatkan negara pesaingnya mengalami defisit transaksi berjalan, penurunan cadangan devisa secara bertahap, dan ...

Read More »

Sistem Kurs

  Setiap negara mempunyai sebuah mata uang yang menunjukkan atau menetapkan harga-harga dari setiap barang dan jasa yang ada.   Didunia ini terdapat begitu banyak mata uang yang jumlahnya sama dengan jumlah negara yang ada di dunia. Kurs mempunyai peranan sentral dalam hubungan perdagangan Internasional. Karena kurs memungkinkan kita untuk membandingkan ...

Read More »

Struktur Pasar Valuta Asing

Seandainya ada mata uang tunggal internasional, barangkali pasar valas tidak diperlukan. Kenyataan menunjukkan, dalam setiap transaksi internasional selalu digunakan valas. Dengan kata lain, terdapat kebutuhan untuk mengkonversi mata uang yang satu menjadi mata uang lain. Inilah yang menimbulkan adanya permintaan akan transaksi valas. Pasar valas dunia menawarkan mekanisme yang dapat ...

Read More »

Supply dan Demand Valuta Asing

Di dalam menentukan nilai tukar mata uang, menggunakan nilai kurs. Nilai kurs ditentukan dari kekuatan tawar-menawar mata uang yang diperdagangkan. Menurut  J.M. Keynes permintaan uang “liquidity preference”  disebabkan oleh : 1. Transaction Motive (motif untuk  bertransaksi). 2. Precautionary Motive (motif untuk berjaga-jaga). 3. Speculative Motive (motif untuk spekulasi). Semakin tinggi ...

Read More »