Saat menggunakan keyword marketing untuk mengoptimalkan website, Anda akan sering menghadapi situasi yang bisa membuat frustasi. Misalnya, meski sudah berusaha sebaik mungkin, tapi keyword yang Anda pilih tetap tidak bisa menghasilkan trafik.
Selain itu, keyword yang awalnya efekif menjadi tidak lagi efektif. Anda dapat mengetahui ini terjadi karena jumlah trafik yang berhubungan dengan keyword tersebut turun tanpa peringatan atau penjelasan (dengan asumsi bahwa Anda menggunakan program web metriks untuk melacaknya.)
Banyak hal yang bisa menyebabkan keyword Anda menjadi tidak lagi efektif. Dan itu seringkali tidak berhubungan dengan apa yang Anda lakukan atau tidak lakukan. Itulah mengapa sangat penting untuk terus menerus mengubah, menguji, serta mengganti keyword yang di gunakan pada website dan program pay-per-click.
Membuat daftar awal
Keharusan untuk meneliti keyword, bisa jadi hal yang menakutkan. Hanya dengan berpikir tentang mencari kombinasi kata yang bisa memancing calon konsumen ke website, meningkatkan rasio konversi, dan mendapat rangking di search engine, itu saja sudah cukup untuk membuat kepala menjadi pusing.
Memang butuh waktu untuk menemukan keyword yang tepat, dan menyempurnakan metode research. Itu bukan sesuatu yang Anda lakukan di pagi hari, dan langsung sukses di sore hari. Anda akan jauh lebih sukses jika memulainya dengan sedikit demi sedikit, lalu mengembangkannya untuk meraih sukses yang lebih besar.
Anda sudah tahu bahwa, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah membuat daftar yang berisi semua keyword yang berpotensi. Mencari ide dan bertanya pada konsumen adalah dua cara untuk melakukan itu. Sertakan juga keyword yang di dapat dari keyword suggestion tools, atau mungkin yang dari kamus.
Kumpulkan semua keyword yang berhubungan dengan jasa atau produk Anda. Hindari keyword yang terlalu umum atau generik, karena sangat sulit untuk di rangking tinggi dan tidak bisa menghasilkan trafik yang berkualitas.
Fokus pada keyword yang relevan tapi jarang di gunakan. Dan selalu amati keyword yang sangat spesifik. Saat membuat daftar awal ini, sertakan semua kata yang muncul di ingatan, jangan dulu memikirkan tentang kualitas.
Karena tahap awal ini sangat mudah, maka tidak heran jika banyak orang yang jadi berasumsi bahwa PPC marketing itu mudah. Langkah pertamanya mungkin memang mudah. Tapi akan jauh lebih sulit setelah Anda mulai melakukan research dan menyaring keyword, kemudian menggunakannya pada program PPC marketing.
Karena keyword perlu di revisi secara konstan, maka Anda harus selalu membuat daftar awal tersebut. Cari terus keyword yang bisa di terapkan pada website. Setiap kali terjadi perubahan pada website, atau sesuatu yang berhubungan dengan bidang Anda, lakukan proses ini lagi.
Jika tidak melakukan pengujian secara konstan, menganalisa, menambah, dan membuang keyword ini, pada akhirnya Anda akan tahu bahwa program PPC yang awalnya berjalan lancar, semakin lama akan semakin tidak efektif.
Pahami bahwa pesaing Anda akan terus memonitor dan merevisi keyword serta startegi PPC-nya. Dan jika Anda tidak memanfaatkan semua sumber keyword secara teratur, Anda mungkin akan menyerahkan daftar konsumen pada pesaing, karena pada akhirnya mereka akan mendapatkan semua konsumen Anda.
Keyword adalah elemen yang menarik konsumen ke website Anda. Calon konsumen ini bisa jadi adalah mereka yang sudah siap membeli, atau sedang menunggu Anda memotivasinya agar mau membeli, atau memberikan target konversi yang Anda inginkan.
Karena itulah, saat membuat daftar awal keyword, perlu di ingat bahwa Anda hanya menggunakan perkiraan. Nantinya, Anda bisa bergantung pada sarana penganalisa keyword agar mendapat keyword yang lebih konkret, yang bisa membantu Anda mencapai target.
Kata-kata terlarang atau beracun
Saat membuat daftar awal, perlu di ingat bahwa beberapa kata akan mendatangkan pengunjung yang tidak berkualitas, rangking yang rendah, atau tersingkir dari listing. Ini bukan hanya keyword tidak efektif. Inilah yang di sebut kata-kata terlarang atau beracun, yang dapat menurunkan atau membunuh rangking.
Yang menyulitkan dari kata-kata terlarang atau beracun ini adalah, tidak ada daftar standard yang bisa jadi panduan untuk tahu kata-kata mana yang harus di hindari. Contoh, kata-kata vulgar biasanya di anggap terlarang atau beracun.
Tapi coba cari salah satu kata tersebut di search engine, Anda akan banyak menemukannya. Akan tetapi, jika Anda menggunakan kata-kata seperti ini di dalam tag dengan maksud agar mendapat rangking yang tinggi, maka dapat mengakibatkan website Anda terkubur atau bahkan di singkirkan dari search engine.
Meski tidak ada daftar resmi dari kata-kata yang di filter oleh search engine, Anda bisa mencarinya untuk diri Anda sendiri. Dua jenis kata yang berpotensi menimbulkan masalah jika di gunakan sebagai keyword di dalam website atau untuk tujuan PPC marketing, yaitu:
- Kata-kata yang vulgar.
- Kata-kata yang tidak di benarkan secara politis (terutama sangat berbahaya di negara-negara seperti China dan Korea Utara yang sangat mengutamakan pemfilteran.)
Meski sangat nyata bahwa panduan tersebut terlalu menyederhakan jenis kata yang harus di hindari, tapi sebenarnya tidak sesederhana itu. Banyak kata-kata yang di keluarkan atau di tandai oleh search engine karena berhubungan dengan search engine spam.
Saat search engine curiga bahwa sebuah kata di tujukan khusus untuk di rangking tinggi, di sisipkan pada content atau link yang tidak relevan, maka kata tersebut akan di tandai, dan diamati kedekatannya, sebelum di rangking. Akan tetapi masalah bukan cuma itu, setelah search engine mengambil tindakan tegas, masalah lain akan muncul.
Jangan bingung membedakan antara kata-kata beracun dengan keyword beracun. Keyword beracun adalah keyword yang terlalu sering di ulang. Jika Anda menyertakan keyword pada website, gunakan seperlunya, dan jangan lebih dari itu. Jika Anda sembarangan dalam menggunakan keyword di website, berarti Anda telah meracuni rangking.
Memperkirakan volume pencarian
Setelah membuat daftar awal, mulailah melihat budget yang ada untuk di gunakan pada program PPC. Salah satu cara untuk menentukan berapa banyak budget yang perlu dialokasikan pada program PPC adalah dengan cara memperkirakan volume pencarian.
Dengan memperkirakan volume pencarian, Anda dapat mengendalikan biaya marketing dengan cara memprediksi performa dari keyword yang Anda pilih dan posisi yang di inginkan. Singkatnya, untuk setiap investasi yang dilakukan, Anda dapat memprediksi jumlah penjualan yang sesuai.
Akan tetapi, sebelum mulai memperkirakan volume pencarian, cobalah untuk menentukan posisi (rangking) mana yang terbaik untuk Anda. Posisi pertama tidak selalu menjadi strategi yang terbaik bagi semua orang. Anda mungkin perlu menyeimbangkan antara biaya pengeluaran untuk membayar keyword, dengan cost per acquisition (CPA).
Sebagai contoh, katakanlah Anda harus membayar $2 per klik untuk mendapat posisi 1, dan budget Anda adalah $100 per bulan. Berarti Anda hanya mampu mendapat 50 klik per bulan (volume), ini tidaklah cukup. Karena itulah, dengan budget yang tersedia, Anda harus memilih rangking yang lebih rendah agar mendapat volume yang lebih.
Sebaliknya, jumlah klik akan menurun saat Anda menurunkan rangking. Secara umum, penurunannya sekitar 20% jika di posisi 2. Semakin turun, semakin besar perbedaannya. Para pakar memperkirakan bahwa menjadi rangking pertama pada SERP mungkin akan memproduksi trafik 10 kali lebih banyak dari yang berada di posisi 10.
Setelah membandingkan antara informasi ini dengan budget, Anda dapat memutuskan apakah tetap efektif jika mempertahankan posisi yang rendah, atau lebih baik mencari posisi yang lebih tinggi agar mendapat jumlah klik lebih banyak.
Dengan berada di posisi puncak, mungkin akan memberikan Anda trafik yang lebih besar. Tapi masalahnya, apakah trafik tersebut juga akan menghasilkan target konversi yang lebih besar? Jika tidak, maka mengeluarkan dana extra untuk berada di posisi teratas mungkin hanya akan membuang uang.
Dengan menggunakan contoh yang sama, jika Anda membayar $2 per klik untuk berada di top rangking yang menghasilkan 50 klik perbulan, tapi hanya 1% dari pengujung tersebut yang membeli, maka tingkat konversi Anda tidak cukup bagus.
Tapi jika Anda mengubah keyword menjadi lebih spesifik, hingga bisa mengurangi biaya per klik menjadi $1 untuk rangking yang sedikit rendah (katakanlah di posisi 3), yang mendapat 100 klik perbulan dan 1% konversi, berarti Anda telah menghasilkan konversi yang lebih baik, dan uang yang lebih banyak.
Tapi bagaimana cara memperkirakan volume pencarian dan biaya yang berhubungan dengan volume tersebut?
Mulailah dengan melakukan research untuk membuat daftar yang terdiri dari 100 sampai 300 keyword. Gunakan keyword yang bervariasi, dari yang bersifat umum sampai yang spesifik. Selama masa research, gunakan hasil dari penyelidikan sendiri dan dari keyword selection tools untuk menentukan volume klik dan biaya per klik dari setiap keyword.
Dengan informasi ini, Anda dapat memperkirakan volume pencarian dan biayanya. Selain itu, Anda juga dapat memperkirakan tingkat kinerja lainnya, yang akan membantu Anda untuk menentukan biaya dan nilai dari keyword yang Anda pilih. Tingkat kinerja lainnya tersebut antara lain:
- Jumlah tampilan.
- Click-through rate (CTR).
- klik per bulan.
- Biaya rata-rata per klik (cost per click atau CPC).
- Budget yang diperlukan.
Dengan informasi ini, Anda dapat mengefisienkan budget yang di investasikan pada program PPC. Contoh, biasanya keyword dengan CPC yang rendah kompetisinya lebih sedikit. Jika Anda dapat memilih beberapa keyword ini, yang lebih efisien menghasilkan target konversi, berarti investasi Anda lebih sedikit, dengan hasil yang lebih baik.
Saat Anda memperkirakan volume pencarian dan budget yang akan di investasikan pada program PPC, pahami bahwa semua perkiraan ini di dasari oleh data historis. Ini berarti bahwa Anda harus mengumpulkan data tentang keyword, dan menggunakannya untuk meningkatkan efektivitas dari program PPC.
Selain itu faktor di atas, masih banyak faktor lain, misalnya perubahan musim, penjualan, kompetisi, bahkan landing pages, yang dapat mempengaruhi hasil aktual dari kinerja. Ini adalah alasan lain mengapa Anda harus memonitor dan memperbaiki keyword dan PPC marketing secara terus menerus.
Memperkirakan volume pencarian dan mempertimbangkan budget hanyalah langkah awal untuk membuat agar program pay-per-click dapat memenuhi kebutuhan Anda, dan sesuai dengan budget. Selain itu, Anda juga perlu menguji keyword secara terus menerus.
Menguji keyword adalah proses pengamatan, seberapa sering keyword tersebut di gunakan dalam pencarian, dan seberapa tinggi tingkat kompetisinya. Setelah selesai melakukan proses ini, secara perlahan Anda bisa mulai menggunakannya pada website, memonitor trafik dan tingkat konversi yang di hasilkannya.
Ini aktivitas yang menyita waktu. Tapi dengan menguji keyword, Anda berpotensi untuk meningkatkan hasil dari program PPC, jika di lakukan dengan benar. Dengan pengujian yang seksama, Anda bisa tahu keyword mana yang paling efektif, lalu menggunakannya untuk meningkatkan posisi dan impresi.
Salah satu cara untuk memulai proses pengujian adalah dengan memahami benar apa yang ingin Anda uji. Misalnya, untuk melihat seberapa efektif content Anda, berapa lama landing page dapat menahan pengunjung, berapa banyak pengunjung yang menjadi target konversi, pengaruh posisi iklan, dan lain-lain.
Saat berpikir untuk menguji keyword, mungkin Anda merasa tidak punya waktu untuk memperkirakan trafik secara efisien. Akan tetapi, jika tidak mau menyediakan waktu untuk mengujinya, bisa jadi budget Anda akan sia-sia. Menambahkan keyword, bukan berarti bahwa keyword atau program PPC tersebut akan jadi lebih efektif.
Karena itulah, pengujian yang cukup sangat di perlukan untuk memastikan bahwa program PPC telah dilakukan dengan cara yang seefisien dan seefektif mungkin.
Mematangkan daftar keyword
Sejauh ini, banyak hal yang telah di lakukan. Mulai dari membuat daftar awal, melakukan research, dan mengurangi daftar keyword. Sekarang waktunya untuk mematangkan daftar tersebut dan mulai menempatkannya di website dan progam pay-per-click.
Betul, “mematangkan”, bukan berarti bahwa daftar tersebut sudah benar-benar matang. Anda sudah tahu sebelumnya bahwa, daftar keyword itu adalah elemen yang bekelanjutan. Yang berarti Anda harus mengubah dan mengupdate nya secara terus menerus, dan proses ini bisa sangat menyita waktu.
Akan tetapi, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk memastikan bahwa daftar ini berisi semua keyword yang paling efektif dan up-to-date:
- Buang semua kata-kata yang tidak relevan dari daftar Anda. Yaitu kata-kata yang sama sekali tidak terdapat di dalam website Anda. Sebenarnya ada dua pilihan untuk kata-kata seperti ini. Yaitu, membuangnya, atau membuat content baru yang khusus untuk kata tersebut.
- Buang kata-kata yang kompetisinya terlalu tinggi. Kecuali jika Anda punya budget yang tidak terbatas untuk program PPC. Memang benar, Anda mungkin tidak mendapat rangking teratas hanya karena membuang kata-kata ini. Tapi Anda akan lebih mudah untuk mengoptimalkan website.
- Buang kata-kata yang sepertinya di abaikan, atau tidak pernah di gunakan oleh audience yang menjadi target. Anda biasanya akan tahu keyword yang mereka gunakan saat mencari website, produk atau jasa Anda. Buang juga semua istilah yang tidak di kenal oleh orang yang berada berada di luar bidang Anda.
Setelah memilih kata-kata yang paling relevan dengan tingkat kompetisi yang bisa hadapi, sekarang waktunya untuk mulai menyisipkan keyword. Menyisipkan keyword di tempat dan dengan cara yang benar, akan membuat program pay-per-click Anda jadi lebih sukses. Dan Anda akan mempelajari lebih jauh tentang ini nanti.
Arabiyatuna Arabiyatuna
