Sunday, 10 May 2026
above article banner area

Puasa dan Peningkatan Kualitas SDM

Orang yang dipandang paling berkualitas menurut ajaran Islam adalah orang yang bertaqwa. Seseorang disebut bertaqwa manakala memiliki ciri-ciri berikut, yaitu : (1) beriman pada yang ghoib, (2) menjalankan sholat dengan khusu’, (3) mau menginfaqkan sebagian hartanya, (4) mengimani kitab-kitab suci yang diturunkan oleh Allah, dan (5) meyakini akan adanya hari akhir. Agar cirri-ciri tersbut bisa disandang oleh seseorang, maka harus ditempuh melalui puasa di Bulan Ramadhan. Itulah sebabnya, puasa di Bulan Ramadhan, sebagaimana disebutkan dalam al Qur’an, maksudnya agar siapapun yang menjalankan dengan penuh keimanan dan berharap mendapatkan ridha dari Allah, maka akan menjadi seorang yang berderajat taqwa. Puasa dengan pengertiannya seperti itu, maka bisa ditangkap maknanya secara mendalam bahwa ibadah ini sesungguhnya adalah sebagai bentuk upaya peningkatan kualitas manusia. Dalam konsep sederhana, mungkin bisa disebut juga sebagai peningkatan SDM, atau Sumber Daya Manusia. Sementara orang lainnya menyebutnya dengan istilah Sumber Daya Insani. Bahwa SDM menjadi benar-benar meningkat, terutama dari aspek kualitas yang sebenarnya, hanya bisa ditempuh melalui puasa. Selama ini, banyak orang berpandangan bahwa untuk meningkatkan kualitas SDM ditempuh melalui penataran, training, pelatihan dan sejenisnya. Biasanya pelaksanaannya juga tidak terlalu lama, antara seminggu, atau dua minggu. Bisa kurang atau lebih. Mereka berharap dengan penataran, pelatihan, atau training itu, sudah mencukupi, yaitu pesertanya menjdi meningkat kualitasnya. Mungkin jika yang dimaksudkan itu hanya untuk meningkatkan wawasan, kecakapan, atau keahlian tertentu, akan ada hasilnya. Akan tetapi, kalau yang dimaksudkan lebih dari itu, memang target itu rasanya berlebih-lebihan. Seperti dulu pernah ada program penataran P4 untuk berbagai kalangan, yang dimaksudkan agar orang-orang yang ditatar menjadi lebih baik. Tidak terhitung jumlah orang yang diikutkan dalam penataran itu. Biayanya pun tidak sedikit. Tetapi hasilnya tidak terlalu jelas bisa dirasakan. Oleh karena itu, betapa indah dan strategisnya cara Islam meningkatkan kualitas SDM, melalui puasa ini. Bisa dilakukan tanpa biaya, dan bisa diikuti oleh siapapun orang yang beriman. Agar meraih derajat taqwa orang dilatih selama sebulan penuh untuk menahan diri, yaitu menjauh dari keinginan memenuhi hawa nafsu. Orang yang berpuasa tidak saja mencegah makan minum sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, serta hal lain yang membatalkan puasa, tetapi juga menjaga diri tidak melakukan berbagai hal yang mendatangkan dosa. Peningkatan kualitas SDM melalui puasa, dilakukan tidak saja cukup sekali seumur hidup, tetapi setiap tahun sekali pada setiap datang Bulan Ramadhan. Jika direnungkan secara mendalam, Islam memiliki konsep yang luar biasa dalam meningkatkan kualitas manusia. Itulah sebabnya bulan puasa juga disebut sebagai syarut tarbiyah, baik tarbiyah jasadiyah, tarbiyah qolbiyah, dan tarbiyah fikriyah. Jika demikian, rasanya tepat jika puasa juga dimaknai sebagai proses peningkatan SDM atau yang lebih sempurna sebagai upaya mengantarkan manusia agar meraih derajat tertinggi, yaitu taqwa itu. Wallahu a’lam.

Penulis : Prof DR. H. Imam Suprayogo

Rektor  Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *