Memori implisit-eksplisit Memori implisit-eksplisit berkaitan dengan bagaimana cara ingatan disimpan. yaitu secara implisit (tidak langsung) atau secara eksplisit (langsung). Memori implisit adalah ekspresi memori tentang pengalaman masa lalu yang tidak disadari (Parkin, 2000), atau memori yang tampak saat mengerjakan tugas yang tidak dibantu oleh kesadaran (Eysenck & Keane, 2000). Tes memori implisit tidak secara langsung menginstruksikan subyek untuk melakukan respon berdasarkan ingatan tentang materi yang telah dipelajari sebelumnya. Tugas-tugas yang diberikan dalam tes memori implisit tidak meminta subyek untuk menggunakan informasi yang diperoleh dalam tahap belajar. Dalam tes memori implisit subjek diminta untuk merespon tugas berdasarkan yang terlintas pertama kali dalam benak subjek. Dengan instruksi tersebut maka proses pengungkapan memori akan terjadi secara tidak sadar, dan yang terungkap adalah pengaruh pengalaman masa lalu subyek yang tercemin dalam perubahan kinerja subyek pada tugas yang diberikan, yang dikenal sebagai bentuk ingatan implisit. Jelasnya, ingatan implisit akan terungkap apabila pengaruh- pengaruh dari suatu peristiwa (episode) masa lalu terekspresikan dengan secara tidak sadar dalam proses mengingat (Bjork & Bjork, 1996). Dalam penelitian ingatan implisit, yang menjadi masalah utama adalah mengungkap bahwa subyek dapat menunjukkan bukti-bukti atas ingatan dari pengalaman-pengalaman masa lampaunya yang tidak dapat dimunculkan kembali secara sadar.
Memori eksplisit adalah memori yang didasari oleh ingatan khusus atas kejadian sebelumnya (Parkin, 2000), atau kemampuan memanggil informasi yang mensyaratkan adanya kesadaran terhadap pengalaman sebelumnya (Eysenck & Keane, 2000). Tes memori eksplisit secara langsung menginstruksikan subyek untuk melakukan respon berdasarkan ingatan tentang materi yang telah dipelajari sebelumnya, mengakibatkan terjadinya proses pengungkapan ingatan secara sadar dan terungkaplah bentuk ingatan dari subyek berupa memori eksplisit. Jelasnya, ingatan eksplisit akan terungkap apabila pengaruh-pengaruh dari suatu peristiwa (episode) masa lalu terekspresikan dengan secara sadar (conscious) dalam proses mengingat (Bjork & Bjork, 1996).
Ingatan eksplisit sangat dipengaruhi oleh penuh atau tidak-penuhnya perhatian subyek terhadap stimulus dalam tahap belajarnya (Jacoby, Toth & Yonelinas dalam Anderson, 1996). Perbedaan cara subyek mempelajari informasi yang diberikan dalam tahap belajar mempunyai pengaruh yang berbeda pada ingatan eksplisit yang dihasilkan, karena adanya perhatian mempengaruhi tingkat subyek dalam mengelaborasi informasi yang dipelajari. Pemrosesan elaboratif atau konseptual akan menghasilkan kinerja yang lebih baik pada tes kemampuan subyek untuk mengenali secara sadar informasi yang diperolehnya. Dengan kata lain pemrosesan elaboratif akan memudahkan pemunculan kembali ingatan eksplisit.
Menurut Jacoby, Toth dan Yonelinas (dalam Anderson, 1995) dasar-dasar ingatan eksplisit dan ingatan implisit adalah independen. Ingatan implisit relatif tidak dipengaruhi oleh penuh atau tidak-penuhnya perhatian subyek dalam tahap belajarnya, sedangkan ingatan eksplisit sangat dipengaruhi oleh hal tersebut. Ingatan
implisit akan terbentuk apabila dalam tahap belajarnya (pada saat subyek diberi informasi) perhatian yang diberikan oleh subyek terhadap informasi yang diberikan dalam kondisi tidak penuh (divided attention).
Pada prinsipnya, konsep ingatan eksplisit dan ingatan implisit cenderung mencoba menjelaskan sifat-sifat dari pengalaman subyektif yang menyertai penggunaan ingatan, sedangkan konsep ingatan eksplisit dan ingatan implisit cenderung mencoba menjelaskan sifat dasar dari instruksi yang diberikan kepada subyek pada saat tes berlangsung.
Salah satu teori yang dapat menjelaskan mengapa penderita amnesia mengalami defisit pada ingatan eksplisit namun tidak mengalami defisit pada ingatan implisitnya dikemukakan oleh Squire (dalam Pinel, 1993). Dinyatakan bahwa terdapat dua sistem penyimpanan ingatan di dalam otak yaitu sistem untuk menyimpan ingatan deklaratif dan sistem untuk menyimpan ingatan prosedural. Ingatan deklaratif adalah eksplisit dan dapat diakses secara sadar dan dapat dinyatakan secara verbal maupun nonverbal. Ingatan tersebut termasuk ingatan episodik yang menyangkut waktu dan tempat spesifik, serta ingatan semantik yang menyangkut informasi umum yang diperoleh dari pengalaman spesifik masa lalu. Ingatan deklaratif sangat dipengaruhi oleh integritas sistem saraf yang menyimpan informasi yang dipelajari, yang apabila sistem tersebut rusak (seperti pada penderita amnesia) dapat menjadi tidak berfungsi. Sebaliknya ingatan prosedural adalah implisit dan hanya dapat diakses melalui kinerja yang berkaitan dengan ketrampilan melakukan sesuatu.
Arabiyatuna Arabiyatuna
