Friday, 12 June 2026
above article banner area

Pengertian Inteligensi

Pengertian Inteligensi

 

Inteligensi   berasal   dari   kata   intelegere   (bahasa   Latin)   yang   berarti memahami. Namun demikian pengertiannya nampak beragam. Dalam bukunya Sternberg  (1996)  menyatakan  bahwa  pengertian  inteligensi  mencakup  dua  hal, yaitu (1) kemampuan  untuk belajar dari pengalaman  yang menggunakan  proses metakognisi   untuk   memperluas   pembelajaran   dan   (2)   kemampuan   untuk beradaptasi  dengan  lingkungan  sekitar,  yang  membutuhkan  adaptasi  berbeda dalam konteks budaya dan sosial yang berbeda.

Galton  (dalam  Sternberg,  1996)  berpendapat  bahwa  inteligensi  adalah sebagai suatu fungsi dari kemampuan psikofisikal yang mencakup: weight discrimination  (kemampuan  untuk  memperhatikan  perbedaan- perbedaan  dalam bobot objek), pitch sensitivity (kemmapa un untuk mendenganr perbedaan diantara not -not musik, dan physical strength .

Munandar (1992) menyatakan bahwa pengertian inteligensi dirumuskan sebagai kemampuan untuk berpikir abstrak (inteligensi sebagai kemampuan berpikir), kemampuan untuk menangkap hubungan- hubungan (inteligensi sebagai

 

 

 

 

 

 

 

kemampuan untuk belajar) dan kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap situasi-situasi baru (inteligensi sebagai kemampuan untuk menyesuaikan diri).

Spearman (dalam Pribady, 2003) mengungkapkan bahwa inteligensi terdiri

 

atas tingkat kemampuan  umum yang tinggi. Spearman  menghipotesiskan  bahwa inteligensi   merupakan   komposisi   faktor  General  (G)  yang  mendasari   fungsi mental dan faktor khusus (KH) yang berhubungan dengan tugas-tugas situasional. Lebih jauh dijelaskan bahwa kemampuan mental melingkupi:

1. Angka, yaitu kemampuan yamg mencakup penambahan,  pengurangan, pengalian, dan pembagian. Kemampuan ini tidak sama dengan kemampuan penalaran, karena kemampuan ini hanya melibatkan empat proses hitungan dasar. Apabila   dalam   meme cahkan   masalah   hitungan   benar-benar   harus   memiliki kemampuan angka, tetapi penalaran melibatkan proses yang menggunakan dari keempat proses itu dan kombinasi diantara proses- proses tersebut.

2.  Penguasaan  Kata,  yaitu  kemampuan  menggunakan  kata- kata  dengan cepat dan tanpa ragu. Individu yang memiliki kemampuan ini dalam jumlah besar dapat menulis dan berbicara dengan mudah.

3. Arti Verbal, yaitu kemampuan menyangkut pengertian terhadap ide-ide yang  diekspresikan  dalam  bentuk  kata.  Individu  yang  memiliki  kemampuan ini akan tertarik kepada kata -kata., kesamaan kata -kata, perbedaan dan definisinya. Individu yang memiliki kemampuan ini dapat membaca dengan mudah dan cepat menangkap arti verbalnya.

 

 

 

 

 

 

 

4. Memori, yaitu kemampuan mereproduksi pengalaman masa lalu dala m proses mental. Memori ini berhubungan dengan semua kemampuan mental primer dan kemampuan mental umum (faktor G).

5. Penalaran, yaitu kemampuan dalam kecakapan mengadakan analisa terhadap obyek pikir yang terjadi melalui proses mental. Individu yang memiliki kemampaun   penalaran   yang   baik   akan   dapat   memecahkan   problema   yang kompleks,  dapat  mengambil  manfaat  dari  banyak  pengalaman   dan  membuat rencana aktivitas baru berdasarkan pangalaman masa lalu.

6.   Ruang/Jarak,   yaitu   kemampaun   yang   berkaitan   dengan   ketepatan menafsir ukuran terhadap obyek-obyek yang sesuai dengan perbandingan dimensinya.   Pekerja  yang  biasa  memerlukan   banyak  kemampuan   ini  adalah arsitek, seniman, pilot, perancang dan teknisi.

7. Kecepatan  Perseptual,  yaitu kemampuan  dalam kecakapan  mengambil kesan sesaat terhadap obyek pada saat seseorang mengadakan pengamatan. (pengamantan di sini bukan hanya penglihatan saja). Kemampuan ini sangat diperlukan dalam pekerjaan- pekerjaan operator telepon, redaktur, dan penyirar.

Berdasarkan   penjelasan   di  ata s  dapat  disimpulkan   bahwa  pengertian

 

inteligensi   adalah   kemampuan   untuk   berpikir   abstrak   (inteligensi   sebagai kemampuan                          berpikir),     kemampuan   untuk   menangkap    hubungan- hubungan (inteligensi         sebagai                      kemampuan                  untuk    belajar)    dan    kemampuan   untuk menyesuaikan  diri  terhadap  situasi-situasi  baru (inteligensi  sebagai  kemampuan untuk menyesuaikan diri).

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *