Pengertian Inteligensi
Inteligensi berasal dari kata intelegere (bahasa Latin) yang berarti memahami. Namun demikian pengertiannya nampak beragam. Dalam bukunya Sternberg (1996) menyatakan bahwa pengertian inteligensi mencakup dua hal, yaitu (1) kemampuan untuk belajar dari pengalaman yang menggunakan proses metakognisi untuk memperluas pembelajaran dan (2) kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar, yang membutuhkan adaptasi berbeda dalam konteks budaya dan sosial yang berbeda.
Galton (dalam Sternberg, 1996) berpendapat bahwa inteligensi adalah sebagai suatu fungsi dari kemampuan psikofisikal yang mencakup: weight discrimination (kemampuan untuk memperhatikan perbedaan- perbedaan dalam bobot objek), pitch sensitivity (kemmapa un untuk mendenganr perbedaan diantara not -not musik, dan physical strength .
Munandar (1992) menyatakan bahwa pengertian inteligensi dirumuskan sebagai kemampuan untuk berpikir abstrak (inteligensi sebagai kemampuan berpikir), kemampuan untuk menangkap hubungan- hubungan (inteligensi sebagai
kemampuan untuk belajar) dan kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap situasi-situasi baru (inteligensi sebagai kemampuan untuk menyesuaikan diri).
Spearman (dalam Pribady, 2003) mengungkapkan bahwa inteligensi terdiri
atas tingkat kemampuan umum yang tinggi. Spearman menghipotesiskan bahwa inteligensi merupakan komposisi faktor General (G) yang mendasari fungsi mental dan faktor khusus (KH) yang berhubungan dengan tugas-tugas situasional. Lebih jauh dijelaskan bahwa kemampuan mental melingkupi:
1. Angka, yaitu kemampuan yamg mencakup penambahan, pengurangan, pengalian, dan pembagian. Kemampuan ini tidak sama dengan kemampuan penalaran, karena kemampuan ini hanya melibatkan empat proses hitungan dasar. Apabila dalam meme cahkan masalah hitungan benar-benar harus memiliki kemampuan angka, tetapi penalaran melibatkan proses yang menggunakan dari keempat proses itu dan kombinasi diantara proses- proses tersebut.
2. Penguasaan Kata, yaitu kemampuan menggunakan kata- kata dengan cepat dan tanpa ragu. Individu yang memiliki kemampuan ini dalam jumlah besar dapat menulis dan berbicara dengan mudah.
3. Arti Verbal, yaitu kemampuan menyangkut pengertian terhadap ide-ide yang diekspresikan dalam bentuk kata. Individu yang memiliki kemampuan ini akan tertarik kepada kata -kata., kesamaan kata -kata, perbedaan dan definisinya. Individu yang memiliki kemampuan ini dapat membaca dengan mudah dan cepat menangkap arti verbalnya.
4. Memori, yaitu kemampuan mereproduksi pengalaman masa lalu dala m proses mental. Memori ini berhubungan dengan semua kemampuan mental primer dan kemampuan mental umum (faktor G).
5. Penalaran, yaitu kemampuan dalam kecakapan mengadakan analisa terhadap obyek pikir yang terjadi melalui proses mental. Individu yang memiliki kemampaun penalaran yang baik akan dapat memecahkan problema yang kompleks, dapat mengambil manfaat dari banyak pengalaman dan membuat rencana aktivitas baru berdasarkan pangalaman masa lalu.
6. Ruang/Jarak, yaitu kemampaun yang berkaitan dengan ketepatan menafsir ukuran terhadap obyek-obyek yang sesuai dengan perbandingan dimensinya. Pekerja yang biasa memerlukan banyak kemampuan ini adalah arsitek, seniman, pilot, perancang dan teknisi.
7. Kecepatan Perseptual, yaitu kemampuan dalam kecakapan mengambil kesan sesaat terhadap obyek pada saat seseorang mengadakan pengamatan. (pengamantan di sini bukan hanya penglihatan saja). Kemampuan ini sangat diperlukan dalam pekerjaan- pekerjaan operator telepon, redaktur, dan penyirar.
Berdasarkan penjelasan di ata s dapat disimpulkan bahwa pengertian
inteligensi adalah kemampuan untuk berpikir abstrak (inteligensi sebagai kemampuan berpikir), kemampuan untuk menangkap hubungan- hubungan (inteligensi sebagai kemampuan untuk belajar) dan kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap situasi-situasi baru (inteligensi sebagai kemampuan untuk menyesuaikan diri).
Arabiyatuna Arabiyatuna
